Ini Dia 7 Tips Mengasuh Anak Sulung

Bagaimana ya menangani anak sulung yang andal, teliti, terstruktur, mengendalikan, perfeksionis?

12 Oktober 2019

Ini Dia 7 Tips Mengasuh Anak Sulung
Pixabay/cuncon

Anak sulung cenderung menjadi orang dewasa versi mini. Mereka adalah pekerja keras yang siap dan mampu menyenangkan orang dewasa di sekitar mereka. Sebagian anak sulung juga dapat sedikit mengendalikan tentang melakukan sesuatu dengan "cara mereka."

Di sini, Popmama.com mengulas 10 tips untuk Mama dalam mengasuh anak sulung dengan segudang perilaku positifnya.

1. Biarkan anak sulung membuat keputusan sendiri

1. Biarkan anak sulung membuat keputusan sendiri
Pixabay/khamkhor

Anak mama ahli dalam menari balet, misalnya. Mama mungkin berpikir kalau ia juga akan pandai menari tradisional atau modern, sehingga Mama membuatnya mencoba beragam jenis tarian. Ini akan menjadi bumerang bagi Mama, anak tidak diberi opsi dan Mama mengharapkan ia menguasai semua hal yang Mama harapkan.

Karena anak sulung cenderung berprestasi, mereka melakukan apa yang  diminta, terlepas dari apakah mereka benar-benar menyukainya. Jika Mama hanya ingin memperkenalkan anak pada hal baru, ini bukanlah masalah besar. Namun jangan berpikir kalau diteruskan, mereka akan belajar menyukainya.

Ajar anak untuk membuat keputusannya. Mama bisa mengajaknya berdiskusi, menimbang-nimbang mana kegiatan yang baik baginya.

2. Jangan berharap anak menjadi pengganti Mama

2. Jangan berharap anak menjadi pengganti Mama
Freepik/Rawpixel-com

"Aturan praktis yang baik adalah jangan berharap anak yang lebih besar menjadi pengasuh anak yang lebih muda," Dr. Kevin Leman, seorang psikolog yang telah mempelajari urutan kelahiran selama hampir empat dekade, menulis dalam The Birth Order Book. Hanya karena mereka lebih tua bukan berarti mereka harus bertanggung jawab atas adik dan tindakannya.

Editors' Picks

3. Bantu anak melihat gambaran besarnya

3. Bantu anak melihat gambaran besarnya
Freepik

Anak sulung cenderung menjadi begitu fokus dalam menyempurnakan tugas yang ada sehingga mereka terkadang tidak melihat hal lain. Seperti dikatakan Dr. Leman, perfeksionisme tidak selalu kuat. Apakah penting jika anak yang berusia 8 tahun bergadang sampai subuh untuk mengerjakan tugas? Atau apakah lebih penting bahwa dia melakukan pekerjaan dengan baik, belajar tentang tata surya, dan benar-benar menikmati apa yang dia lakukan?

4. Jangan menyoroti keahliannya saja

4. Jangan menyoroti keahlian saja
Pixabay.com/hirokichi

Orangtua mana yang tidak bangga pada anak yang berprestasi? Namun pastikan antusiame Mama tidak menjadikan anak sulung besar kepala. Selain itu, jangan menekankan anak untuk menjadi sempurna. Pujilah anak, bukan keahliannya. Alih-alih memujinya dengan “kerja yang bagus”, Mama dapat mengatakan “kami bangga padamu.”

5. Ajari anak untuk lebih peka

5. Ajari anak lebih peka
Freepik

"Tidak mau" adalah kata yang umum keluar dari mulut anak mana pun, tetapi Mama mungkin lebih sering mendengar ini dari anak sulung. Anak sulung cenderung menjadi pemimpin, dan sifat ini dapat memanifestasikan dirinya sebagai agresif atau sifat suka memerintah.

Jika anak bersikeras bermain dengan caranya, ketidakpekaannya dapat menyebabkan dia dikucilkan dari teman-temannya. Tunjukkan padanya bahwa sikap "melakukan dengan cara saya" tidak selalu berhasil. Tekankan anak untuk mau berbagi, berkompromi, dan lebih peka.

6. Ingat, anak bukan boneka, Ma

6. Ingat, anak bukan boneka, Ma
Pixabay.com/Bru-nO

Mama bukan polisi, anak tidak akan berubah menjadi penjahat jika Mama membiarkannya bermain permainan mobil balap. Mama mungkin merasa satu-satunya cara membesarkan anak adalah dengan memberinya banyak aturan dan disiplin, ini akan menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Mama dapat membuat aturan yang benar-benar diperlukan dan jelaskan kepadanya mengapa aturan ini ada. Ini tidak hanya akan membuatnya mengerti alasan di balik tindakan Mama dan juga membuat Mama berpikir apakah aturan tersebut benar-benar diperlukan.

Ajarkan anak untuk menetapkan batasan dengan memberi mereka tanggungjawab sesuai usianya.

7. Habiskan waktu bersama anak sulung, terutama jika ia memiliki banyak saudara kandung

7. Habiskan waktu bersama anak sulung, terutama jika ia memiliki banyak saudara kandung
Pixabay.com/vborodinova

"Anak sulung merespon lebih baik pada orang dewasa daripada anak-anak dari urutan kelahiran lainnya," tulis Leman. Mereka sering merasa bahwa orangtua tidak terlalu memperhatikan mereka karena sibuk dengan anak yang lebih muda.

Luangkan waktu berkualitas berdua dengannya. Ini dapat membuat anak menghilangkan pikiran “Mama hanya memperhatikan adik."

Apakah Mama memiliki tips khusus dalam mengasuh si Sulung? Yuk, komen di bawah.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.