Anak Juga Bisa Kena Lupus! Kenali 7 Tandanya

Waspadai gejalanya, Ma!

7 November 2018

Anak Juga Bisa Kena Lupus Kenali 7 Tandanya
Freepik/freephoto

Semua orangtua tentu berharap anaknya tumbuh aktif, ceria, dan sehat. Namun, tidak ada satu vaksin pun yang bisa menjamin anak terbebas dari segala macam penyakit. Selalu ada kemungkinan anak mengalami gangguan kesehatan, terlebih karena sistem kekebalan tubuh anak belum sempurna seperti orang dewasa.

Bicara mengenai sistem imun, Mama perlu mewaspadai penyakit lupus yang menyerang sistem imum tubuh. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), systemic lupus erythematosus (SLE) atau yang lebih dikenal dengan lupus adalah suatu penyakit autoimun akibat tubuh memproduksi antibodi berlebihan yang menyerang jaringan tubuh sendiri di berbagai organ.

Mama mungkin lebih sering mengetahui penyakit lupus menyerang orang dewasa, namun ternyata anak juga bisa mengalami penyakit ini lho, Ma. “Pada anak, sebagian besar penderita lupus berusia 9-15 tahun (masa pubertas),” tulis dr. Gartika Sapartini, Sp.A(K), dalam tulisannya untuk IDAI.

dr. Gartika juga mengatakan kalau penyakit lupus ini lebih banyak menyerang anak perempuan dibanding anak lelaki, dan angka kejadiannya meningkat seiring bertambahnya usia anak.

Untuk itu, Mama perlu bisa mengenali beberapa gejala lupus pada anak berikut ini. Apa saja gejalanya? Simak info penting di bawah ini ya, Ma.

1. Demam berkepanjangan

1. Demam berkepanjangan
Freepik

Menurut dr. Gartika, seringkali pasien lupus datang ke rumah sakit karena keluhan demam ringan, hilang timbul, dan berlangsung lama.

Demam ini bisa terjadi berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan lho, Ma. Lebih membingungkannya lagi, penyebab demamnya tidak diketahui pasti.

2. Anak terlihat pucat

2. Anak terlihat pucat
Freepik/Pressfoto

Gejala ini lebih jelas jika anak memiliki riwayat transfusi darah berulang. “Bila anak tampak pucat, mudah lelah, dan lesu, ada riwayat transfusi darah berulang, salah satu penyakit yang harus dipikirkan adalah lupus,” jelas dr. Gartika.

Anak dengan kondisi seperti ini, bisa jadi mengalami anemia hemolitik autoimun, yang di kemudian hari bisa berkembang menjadi lupus.

3. Mudah letih

3. Mudah letih
Freepik

Pernah melihat anak tiba-tiba kurang aktif dan mudah lelah, padahal biasanya ia sangat aktif? Jika anak sering begini, maka Mama perlu mencurigai penyakit lupus.

Menurut dr. Gartika, tidak ada salahnya mencurigai lupus jika anak Mama yang biasanya aktif kemudian menjadi tidak aktif atau malas beraktivitas.

Editors' Picks

4. Ruam kulit

4. Ruam kulit
Dreamstime.com

Bercak malar atau lebih sering disebut butterfly rash adalah ruam berbentuk kupu-kupu yang khas dimiliki para penderita lupus.

“Ruam lainnya yang berbentuk bulat-bulat, dapat muncul di bagian tubuh lain selain di wajah, seperti leher, batang tubuh, lengan dan tungkai yang disebut bercak diskoid,” jelas dr. Gartika dalam tulisannya yang telah di-review oleh dr. Endah Citraresmi, SpA(K).

5. Bengkak pada kelopak mata

5. Bengkak kelopak mata
Freepik/freephoto

Tak hanya di kelopak mata, anak dengan lupus juga sering mengalami bengkak di tungkai bawah. Selain itu, buang air kecilnya juga lebih sedikit dari biasanya.

Jika anak Mama mengalami beberapa keluhan ini, sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter anak karena ini bisa mengindikasikan kelainan ginjal akibat lupus.

Selain itu, anak juga sering mengeluh nyeri dan bengkak di sendi-sendi besar seperti siku dan lutut.

6. Rambut rontok

6. Rambut rontok
Freepik

Ada yang bilang, rambut rontok kurang dari 100 helai per hari adalah hal yang normal terjadi. Mungkin ini ada benarnya, karena dr. Gartika menghimbau untuk mewaspadai anak terkena lupus jika rambutnya rontok lebih dari 100 helai per hari.

Waspadai juga kulit anak yang menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, karena kulit penderita lupus mudah mengalami bercak kemerahan yang menetap jika terkena sinar matahari.

7. Sesak napas

7. Sesak napas
Freepik/wavebreakmedia

Salah satu gejala lupus yang perlu diwaspadai juga adalah anak sesak napas dan nyeri dada. Menurut dr. Gartika, penyebabnya karena penyakit lupus bisa menyerang organ paru-paru dan jantung, sehingga besar kemungkinan anak mudah mengeluhkan nyeri di sekitar dada dan kesulitan bernapas.

Jika anak Mama mengalami beberapa gejala di atas, waspadai lupus dan segera konsultasikan ke dokter anak ya, Ma.