Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Kendala Belajar Sebelum Masuk SD, Ini Cara Melatihnya

4 min read
5 Kendala Belajar Sebelum Masuk SD, Ini Cara Melatihnya
Magnific/prostooleh
  • Kesiapan masuk SD tidak hanya akademis, tapi fokus dan kontrol diri penting agar anak mampu mengikuti pelajaran tanpa mudah frustrasi atau kehilangan semangat belajar.

  • Kendala umum meliputi sulit duduk tenang, mudah terdistraksi, dan sulit memahami instruksi; latihan puzzle, aktivitas bertahap, lingkungan minim gadget, serta instruksi sederhana dapat membantu.

  • Anak juga perlu melatih kontrol impuls, tempo bicara, emosi, dan kesabaran melalui role play, bergiliran, timer, serta apresiasi saat berhasil menunggu atau menahan diri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat usia si Kecil sudah siap untuk masuk ke jenjang pendidikan formal pertamanya, orangtua pasti mulai mempersiapkan banyak hal karena hal ini menjadi momen besar bagi anak.

Namun, kesiapan anak masuk SD bukan hanya soal kebutuhan penunjang, atau bahkan membaca dan menulis. Kemampuan fokus dan kontrol diri yang matang justru menjadi fondasi penting yang sering terlewat.

Kalau anak masuk SD dengan kemampuan fokus yang masih lemah, ia bisa kesulitan mengikuti pelajaran di kelas. Akibatnya, anak mudah merasa frustrasi dan kehilangan semangat belajar.

Tapi tenang, Ma, semua kemampuan ini bisa dilatih sejak dini, kok. Yuk, simak informasi selengkapnya dalam artikel yang telah Popmama.com rangkumkan dari berbagai sumber.

  1. 1. Sulit duduk tenang

    story time mama dan anak
    Magnific/prostooleh

    Mama mungkin pernah merasakan bagaimana si Kecil yang nggak betah duduk berlama saat belajar, kan?Nah, ini jadi salah satu kendala yang paling sering muncul, yaitu anak sulit duduk tenang dalam waktu lama.

    Padahal, di kelas SD anak dituntut untuk bisa duduk dan fokus mendengarkan guru selama jam pelajaran.

    Biar anak nggak kesulitan pas masuk sekolah pertamanya, Mama bisa mulai melatihnya dengan aktivitas bermain yang menuntut anak duduk diam, seperti puzzle atau mewarnai.

    Berikan durasi singkat terlebih dahulu, misalnya 10-15 menit, lalu perlahan tambah waktunya.

    Selain itu, pastikan anak cukup bergerak sebelum waktu belajar. Aktivitas fisik seperti berlari atau melompat sebelum sesi duduk tenang bisa membantu anak lebih mudah mengendalikan tubuhnya.

  2. 2. Mudah terdistraksi

    Anak dengan baju penuh noda warna
    Magnific

    Di peralihan usia balita menuju anak-anak, kemampuan mempertahankan perhatian pada satu tugas memang belum matang pada usia ini, Ma.

    Akibatnya, anak mudah terdistraksi oleh suara, gerakan, atau benda di sekitarnya.

    Tapi, Mama tetap bisa kok melatihnya sejak dini dengan permainan sederhana seperti mencari benda tersembunyi atau menyusun balok.

    Seperti biasa, jangan langsung mulai terlalu lama, ya. Mulailah dengan waktu yang singkat dan tingkatkan secara bertahap.

    Yang tak kalah penting, jauhkan anak dari layar gadget saat waktu belajar. Paparan gadget yang berlebihan justru membuat anak terbiasa dengan stimulasi cepat sehingga sulit fokus pada hal yang lebih tenang.

  3. 3. Sulit memahami instruksi

    mama dan anak laki-lakinya
    Magnific

    Anak yang belum siap masuk SD seringkali kesulitan memahami dan mengikuti instruksi yang diberikan. Ini karena kemampuan bahasa reseptif dan memori kerja anak masih berkembang.

    Untuk melatihnya, Mama bisa mulai dengan memberikan instruksi sederhana satu langkah terlebih dahulu. Contohnya, “Tolong ambil buku itu,” lalu secara bertahap tambahkan menjadi dua atau tiga langkah.

    Biar anak lebih paham akan instruksi yang diberikan, biasakan meminta anak mengulang kembali instruksi yang diterimanya.

    Dengan cara ini, Mama sudah bantu melatih melatih daya ingatnya dan memastikan ia benar-benar memahami apa yang diminta.

  4. 4. Bicara terburu-buru dan tidak mau berhenti

    anak berbincang dengan orangtua
    Magnific

    Beberapa anak cenderung berbicara dengan tempo cepat atau bahkan terus berbicara tanpa jeda dan sulit berhenti. Ini bisa menjadi tanda anak belum bisa mengontrol impuls dan mengatur ritme bicaranya.

    Kendala satu ini bisa Mama atasi melalui latihan perlambat tempo bicara dengan mencontohkan cara berbicara yang lebih tenang.

    Selain mencontohkan, Mama juga tidak boleh memotong atau mengkritik apa yang anak bicarakan secara langsung. Biarkan ia menyelesaikan ucapannya terlebih dahulu, Ma.

    Mama juga bisa mencoba permainan peran atau role play, seperti menirukan suara atau mengulang kalimat sederhana. Aktivitas ini melatih anak untuk lebih sadar akan tempo bicaranya dan belajar menunggu giliran.

  5. 5. Mudah marah dan tidak sabar menunggu giliran

    anak main bersama
    Magnific

    Kemampuan mengelola emosi dan menunggu giliran masih dalam tahap perkembangan pada anak usia dini. Namun, jika anak sering marah atau tidak sabar, ini bisa menjadi kendala saat ia harus mengikuti aturan di sekolah.

    Maka dari itu, sejak dini Mama bisa melatih kesabaran anak lewat aktivitas sederhana seperti menunggu giliran saat bermain. Beri pengertian pada anak untuk bergantian ketika main bersama saudara atau temannya.

    Mama juga bisa menggunakan bantuan visual seperti timer atau kartu giliran agar anak lebih mudah memahami konsep menunggu.

    Selain itu, berikan apresiasi setiap kali anak berhasil menahan diri atau menunggu dengan sabar. Pujian sederhana akan membuatnya merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berlatih.

    Dengan beberapa kendala yang umum dialami anak-anak sebelum masuk SD, Mama bisa melatih dan mempersiapkan diri si Kecil sedari dini.

    Karena kesiapan anak masuk SD memang perlu dipersiapkan secara menyeluruh, tidak hanya secara akademis. Kalau sejak kecil sudah terbiasa dilatih fokus dan kontrol dirinya, tentu ini akan sangat membantu anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

    Dengan latihan yang konsisten dan penuh kesabaran, Mama bisa membantu si Kecil lebih siap menghadapi jenjang SD. Jadi, mulai latihannya dari sekarang, ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More