Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pendapat Teman Jadi Penting Banget untuk Anak?

4 min read
Kenapa Pendapat Teman Jadi Penting Banget untuk Anak?
Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI
  • Pada usia pra remaja, anak makin peka terhadap penilaian teman karena sedang mengenali identitas diri dan mencari penerimaan dalam kelompok sosial.

  • Komentar sederhana dari teman dapat membekas, memengaruhi cara anak menilai diri, serta memunculkan kekhawatiran akan penolakan yang berisiko mengganggu kepercayaan diri.

  • Orangtua perlu mendengarkan tanpa menghakimi, memvalidasi emosi anak, dan membantu mereka memahami bahwa opini teman bukan satu-satunya penentu jati diri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah nggak sih Mama merasa heran saat anak mulai sering banget membahas omongan teman-temannya di sekolah?Ā 

Padahal dulu, omongan Mama dan Papa yang paling dipercaya sepenuhnya tanpa ada bantahan.Ā 

Memasuki usia preteens atau pra remaja, perkembangan sosial anak memang mengalami pergeseran yang cukup signifikan.Ā 

Anak mulai menyadari keberadaan lingkungan sosial yang lebih luas di luar rumah dan lingkaran keluarga terdekat.

Perubahan ini sering kali membuat orangtua merasa kaget atau bahkan khawatir secara berlebihan terhadap pengaruh buruk lingkungan luar.Ā 

Padahal Ma, ketertarikan mereka pada penilaian teman sebayanya merupakan bagian yang sangat wajar dari proses tumbuh kembang mereka, lho!Ā 

Karena di fase ini, anak-anak sedang belajar mengenali identitas diri mereka melalui kelompok sosial sebayanya.Ā 

Oleh karena itu, penting bagi Mama dan Papa untuk memahami apa yang sebenarnya sedang anak pikirkan.Ā 

Jadi, daripada Mama atau PapaĀ  langsung melarang atau menghakiminya lebih baik mengerti apa yang mereka pikirkan.

Maka dari itu, yuk simak penjelasan di Popmama.com kenapa pendapat teman jadi penting banget buat anak?Ā 

  1. 1. Komentar yang membekas pada anak

    Anak perempuan yang sedang diejek oleh temannya
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Komentar menurut orang dewasa tampak sangat sederhana, ya.

    Namun bagi anak pra remaja, hal itu bisa berdampak besar, lho.Ā 

    Kalimat seperti baju yang dianggap aneh, ajakan bermain yang terlewat, atau ketidaktahuan pada suatu hal sering kali membuat anak kepikiran cukup lama.

    Hal ini dikarenakan anak sudah mengerti tindakan atau respons sosial di lingkungannya, Ma.Ā 

    Jadi, bukan karena anak yang terlalu sensitif, kok!

    Komentar sederhana tersebut dapat menjadi beban mental yang bisa mengganggu kenyamanan perasaan anak sepanjang hari.Ā 

    Nah, sebagai orangtua, kita perlu menyadari bahwa apa yang sepele bagi kita bisa jadi sangat berarti bagi anak.Ā 

    Oleh karena itu, hindari meremehkan setiap cerita atau keluh kesah kecil yang anak bawa pulang ke rumah, ya.

  2. 2. Kepekaan sosial anak meningkat

    Anak perempuan yang sedang bermain
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Memasuki usia preteens, anak sudah mulai menunjukkan peningkatan kepekaan terhadap penilaian sosial dari orang lain.Ā 

    Mereka menjadi jauh lebih aware dan sering bertanya-tanya mengenai pandangan orang lain terhadap diri mereka.Ā 

    Pertanyaan seperti apakah mereka diterima atau termasuk dalam kelompok tertentu mulai mendominasi pikiran keseharian mereka, Ma.Ā 

    Relasi dengan teman sebaya pun mulai mengambil peranan yang semakin penting dalam kehidupan sosial anak.Ā 

    Hal ini sudah pasti terjadi Ma, karena anak menunjukkan bahwa ia membutuhkan sebuah komunitas dan perlu diakui oleh kelompok teman sebayanya.

    Jadi, Mama harus memahami fase ini sebagai momen penting bagi anak untuk menuju kemandirian sosial mereka di masa depan.

  3. 3. Dampak komentar pada diri anak

    Anak perempuan yang tidak bisa tidur
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Komentar dari orang lain terkadang tidak hanya terasa sebagai penilaian terhadap sesuatu yang sedang anak lakukan saja.Ā 

    Melainkan lebih dari itu, Ma.

    Komentar sederhana bisa memengaruhi bagaimana cara anak melihat dan menilai dirinya sendiri secara utuh.Ā 

    Hal ini menyebabkan munculnya kekhawatiran dalam benak anak apakah diri mereka aneh, kurang seru, atau bahkan tidak disukai oleh teman-temannya.Ā 

    Ketakutan akan penolakan sosial ini membuat mereka sangat berhati-hati dalam bersikap dan menjaga penampilan di depan kelompoknya.Ā 

    Jika dibiarkan tanpa pendampingan dari Mama dan Papa, hal ini justru bisa merusak rasa percaya diri anak, lho.Ā 

    Peran orangtua dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk menjadi penenang bagi anak dalam melalui arus penilaian sosial tersebut.

  4. 4. Pentingnya memvalidasi perasaan anak

    Anak perempuan yang sedang bercerita kepada mamanya
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Ma, ketika anak terlihat sangat kepikiran dengan suatu masalah, Mama tidak perlu buru-buru menyuruhnya untuk mengabaikannya begitu saja.Ā 

    Ucapan seperti, ā€œSudah tidak usah dipikirkan.ā€ justru bisa membuat anak merasa perasaan mereka tidak valid dan diabaikan.Ā 

    Peran Mama adalah membantu anak untuk memproses emosinya terlebih dahulu melalui pendekatan yang penuh empati dan kasih sayang.Ā 

    Mama bisa melontarkan kalimat seperti menanyakan bagian mana dari komentar tersebut yang paling mengganggu pikiran anak.Ā 

    Karena sebelum bisa melihat situasi secara lebih luas, anak tentu perlu merasa dipahami oleh orang terdekatnya dulu, Ma.

    Dengan Mama mendengarkan dengan cerita anak mama, akan membantu hati mereka jauh lebih tenang dan terbuka untuk diajak berdiskusi.

  5. 5. Menyeimbangkan pendapat dari teman anak

    Anak perempuan yang sedang dinasehati oleh mamanya
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Hal yang tidak kalah penting untuk membantu anak adalah membedakan antara opini orang lain dengan jati diri anak.

    Mama dapat mengingatkan anak bahwa apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya tentu tidak sama dengan siapa dirinya yang sebenarnya.

    Jadi, peran orangtua bukan memaksa anak untuk tidak memikirkan omongan temannya, Ma.

    Melainkan mendampingi anak untuk mengerti bahwa pendapat orang lain bukan satu-satunya faktor penentu dalam menilai diri mereka sendiri.Ā 

    Dengan cara pandang yang seimbang, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan percaya diri di berbagai situasi sosial, deh.

    Menghadapi anak di usia pra remaja memang menantang ya, Ma.

    Namun ini juga menjadi kesempatan emas bagi Mama atau Papa untuk mempererat hubungan emosional dengan anak.Ā 

    Itu dia penjelasan kenapa pendapat teman jadi penting banget buat anak!

    Dengan mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi, Mama telah mengajarkan mereka cara mengelola emosi dan membangun ketahanan mental yang kuat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More