Berbahayakah Jika Anak Sering Buang Air Kecil? Cek Kata Dokter di Sini

Anak buang air kecil lebih dari enam kali sehari, apakah normal?

16 September 2020

Berbahayakah Jika Anak Sering Buang Air Kecil Cek Kata Dokter Sini
timesofoman.com

Buang air kecil merupakan mekanisme alami tubuh dalam membuang racun dalam tubuh. Secara umum, anak-anak akan melakukan aktivitas buang air kecil sebanyak empat hingga enam kali atau sekitar 500-600 ml dalam sehari.

Namun pada kasus tertentu, banyak orangtua yang mengeluhkan kondisi anak yang terlalu sering buang air kecil. Bahkan, beberapa di antaranya tidak dapat menahan keinginan untuk buang air kecil dan akhirnya mengompol padahal usianya tidak lagi balita. 

Dilansir dari webmd.com, anak yang terlalu sering buang air kecil bisa jadi mengalami gangguan yang disebabkan karena hal-hal berikut ini. 

Editors' Picks

1. Kantung kemih bermasalah

1. Kantung kemih bermasalah
Freepik/Jcomp

Anak yang terlalu sering buang air kecil kemungkinan disebabkan karena otot-otot yang mengelilingi uretra beraktivitas secara berlebihan. Akibatnya, anak akan merasakan desakan tiba-tiba pada kantung kemihnya. Hal ini membuat anak tidak dapat menahan keinginan untuk buang air kecil.

2. Infeksi saluran kemih

2. Infeksi saluran kemih
Freepik/Petzshadow

Infeksi saluran kemih pada anak akan membuatnya sering buang air kecil lebih sering dibandingkan anak lain. Ironisnya, keadaan ini tak jarang disertai rasa sakit, karena kantung kemih yang terinfeksi tidak bisa bekerja secara maksimal dalam menampung air kencing dalam jumlah banyak.

3. Pollakiuria (sindrom buang air kecil)

3. Pollakiuria (sindrom buang air kecil)
Freepik

Anak-anak yang terlalu sering buang air kecil, tetapi dalam jumlah yang sedikit bisa jadi mengalami suatu kondisi yang disebut dengan pollakiuria atau sindrom buang air kecil. 

Dalam beberapa kasus, anak-anak pengidap pollakiuria mungkin akan buang air kecil setiap 5 hingga 10 menit atau dengan frekuensi sebanyak 10-30 kali sehari. 

Pollakiuria paling sering dialami anak dalam rentang usia 3-8 tahun. Uniknya, gangguan ini tidak terjadi di malam hari, melainkan hanya terjadi selama anak beraktivitas di siang hari. Tidak diketahui penyebab pasti kondisi ini, tetapi seringkali dikaitkan dengan psikologis. Stres, misalnya.

Selain hal-hal yang telah disebutkan, kebiasaan sering buang kecil pada anak bisa terjadi karena faktor lain, misalnya: 

  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein yang dapat meningkatkan produksi urin dan menyebabkan otot kandung kemih bergerak berlebihan.
  • Anak mengonsumsi produk makanan atau minuman yang memicu terjadinya alergi, seperti cokelat misalnya.
  • Anak mengalami kecemasan.
  • Anak sering menahan kencing terlalu lama.
  • Kapasitas kandung kemih anak terlalu kecil.
  • Anak mengalami kelainan struktural pada kandung kemih atau uretra.
  • Sembelit.

Anak yang terlalu sering buang air kecil bisa jadi akan merasa tidak nyaman dengan kondisinya. Jika Mama merasa kebiasaan ini cukup mengganggu, jangan ragu untuk memeriksakan anak ke dokter karena dikhawatirkan akan mengalami permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.