Momen mengajak si Kecil selesai bermain sering kali berubah menjadi drama heboh ya Ma?
Baru saja dibilang "Udah ya mainnya, kita pulang sekarang", si Kecil mendadak menangis histeris bahkan tantrum di tempat umum.
Padahal menurut Mama waktunya sudah cukup. Namun bagi anak, menghentikan aktivitas yang sedang menyenangkan ternyata bukan perkara mudah lho Ma.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak usia dini masih mengembangkan kemampuan untuk berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya atau yang dikenal sebagai cognitive flexibility.
Itulah mengapa perubahan yang terjadi secara mendadak sering kali membuat anak merasa frustasi dan akhirnya menolak.
Perubahan instruksi yang terburu-buru bisa membuat otak anak kaget dan merasa frustasi Ma. Karena otak anak belum menyukai perubahan yang mendadak.
Nah, supaya momen selesai bermain tidak lagi diwarnai tangisan, ada beberapa cara sederhana yang bisa Mama lakukan agar anak terasa lebih tenang.
Berikut sudah Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama. Disimak ya!
