"Ayo pulang sekarang!"
Si Kecil Susah Diajak Pulang Setelah Bermain? Coba 5 Cara Ini, Ma

Kesulitan mengajak anak pulang setelah bermain merupakan hal yang wajar, karena kemampuan mengatur emosi dan berpindah fokusnya masih berkembang.
Hindari perintah yang mendadak dan gunakan petunjuk yang konkret agar anak lebih mudah memahami kapan waktu bermain berakhir.
Sikap sabar, empati, dan validasi dari orangtua dapat membantu anak belajar menghadapi transisi dengan lebih tenang dan mengurangi risiko tantrum.
Momen mengajak si Kecil selesai bermain sering kali berubah menjadi drama heboh ya Ma?
Baru saja dibilang "Udah ya mainnya, kita pulang sekarang", si Kecil mendadak menangis histeris bahkan tantrum di tempat umum.
Padahal menurut Mama waktunya sudah cukup. Namun bagi anak, menghentikan aktivitas yang sedang menyenangkan ternyata bukan perkara mudah lho Ma.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak usia dini masih mengembangkan kemampuan untuk berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya atau yang dikenal sebagai cognitive flexibility.
Itulah mengapa perubahan yang terjadi secara mendadak sering kali membuat anak merasa frustasi dan akhirnya menolak.
Perubahan instruksi yang terburu-buru bisa membuat otak anak kaget dan merasa frustasi Ma. Karena otak anak belum menyukai perubahan yang mendadak.
Nah, supaya momen selesai bermain tidak lagi diwarnai tangisan, ada beberapa cara sederhana yang bisa Mama lakukan agar anak terasa lebih tenang.
Berikut sudah Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama. Disimak ya!
Table of Content
1. Pahami fleksibilitas kognitif anak

Saat sedang bermain, perhatian anak biasanya benar-benar tertuju pada apa yang sedang ia lakukan Ma.
Karena itu, ketika diminta berhenti secara tiba-tiba, otaknya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Bukan karena si Kecil sengaja membangkang ya Ma. Ia memang masih belajar mengelola perubahan aktivitas dan mengendalikan emosinya.
Dengan memahami hal ini, Mama bisa lebih tenang menghadapi reaksinya.
2. Jangan mengajak pulang secara tiba-tiba

Si Kecil pada dasarnya tidak menyukai perubahan situasi yang terlalu tiba-tiba Ma. Kalimat seperti,
atau,
"Sekarang mandi!"
Mungkin terdengar sederhana bagi orang dewasa. Namun bagi anak, perubahan yang mendadak bisa terasa mengejutkan dirinya Ma.
Sebelum mengakhiri waktu bermain, Mama bisa berikan jeda waktu secara perlahan pada anak, agar mentalnya siap menghadapi transisi kegiatan ya.
3. Hindari istilah waktu

Apakah Mama masih sering mengatakan "5 menit lagi ya", "10 menit lagi", atau "sebentar lagi" saat membujuk si Kecil untuk selesai bermain?
Ternyata cara ini sering kali tidak efektif bagi anak lho Ma. Mengapa? Karena si Kecil belum memahami konsep durasi waktu secara abstrak.
Bagi anak, kata "5 menit" dan "1 jam" bisa terasa sama saja, sehingga peringatan berbasis menit kurang dipahami oleh anak.
Karena itu, menggunakan hitungan menit seringkali justru membuat anak bingung.
4. Berikan tanda yang mudah dipahami anak

Untuk itu sebagai pengganti hitungan menit, gunakan petunjuk berupa tindakan atau objek nyata yang bisa dilihat dan dihitung langsung oleh anak.
Cara ini jauh lebih mudah dicerna oleh otak si Kecil, lho Ma. Mama bisa berkata seperti,
"Setelah adik meluncur 2 kali lagi di perosotan, kita pulang ya."
"Setelah bola ditendang 3 kali lagi, kita siap-siap mandi ya."
"Setelah buah anggurnya di piring habis, kita sikat gigi ya.”
5. Bantu anak memvalidasi emosinya

Jika si Kecil masih tampak kecewa karena waktu bermain telah usai, jangan buru-buru memarahinya ya Ma.
Coba validasi dulu perasaannya dengan mengatakan,
"Mama tahu kamu masih ingin bermain karena lagi seru-serunya. Tapi sekarang kita harus pulang. Besok kita bisa main lagi, ya."
Saat anak merasa dimengerti, ia biasanya akan lebih mudah menerima situasi dan belajar mengelola emosinya sedikit demi sedikit.
Mengajak anak pulang tanpa drama memang membutuhkan kesabaran.
Namun, dengan memahami cara kerja perkembangan emosinya, Mama bisa membantu si Kecil belajar menghadapi perubahan aktivitas dengan lebih tenang.
Itulah cara mengatasi drama membujuk anak untuk selesai bermain Ma.
Ingatlah kalau suatu hari anak kembali menangis saat diajak pulang, jangan langsung menganggapnya sebagai perilaku nakal ya, Ma.
Bisa jadi, ia hanya membutuhkan sedikit waktu dan bantuan dari Mama untuk beradaptasi. Yuk, terapkan trik ini saat mengajak si Kecil bermain Ma!



















