Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Luna Maya Wujudkan Mimpi Anak di NTT dengan Bangun Gedung Sekolah
Instagram.com/lunamaya
  • Luna Maya melalui Yayasan Luna Maya Nawasena memulai pembangunan gedung permanen TK Sinar Watugong di Sikka, NTT, menggantikan bangunan lama berdinding bambu yang digunakan selama 32 tahun.
  • Pembangunan sekolah ini terwujud berkat dukungan berbagai pihak, termasuk bantuan dana Rp40 juta dari Uskup Maumere untuk pembelian lahan dan kerja sama dengan Yayasan Sanpukat serta masyarakat setempat.
  • Inisiatif ini menjadi amanah mendiang tante Luna Maya, Ineke Erawati, dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026 agar anak-anak Watugong memiliki ruang belajar layak untuk mewujudkan mimpi mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bisa bayangkan belajar mengajar selama 32 tahun dengan dinding bambu dan atap bocor saat hujan, tentu kondisi ini akan sangat mengganggu proses belajar mengajar bukan, Ma?

Bukan sekadar cerita, tapi itulah kenyataan pahit yang dialami para guru dan murid TK Sinar Watugong di Desa Watugong, Sikka, NTT.

Namun, perjuangan panjang itu akhirnya menemukan titik terang setelah aktris Luna Maya datang ke Maumere pada Rabu (1/7/2026) sebagai jawaban dari doa para siswa dan guru yang mengharapkan datangnya mukjizat.

Melalui Yayasan Luna Maya Nawasena, peletakan batu pertama pembangunan gedung permanen TK Sinar Watugong pun resmi dilakukan oleh aktris kelahiran 1983 itu.

Bukan sekadar program sosial, ini adalah amanah mendiang tantenya yang diharapkan bisa menjadi penggerak hati untuk banyak orang lain di luar sana.

Berikut Popmama.com rangkumkan kisah selengkapnya Luna Maya yang bangun gedung sekolah TK di NTT.

1. Puluhan tahun bertahan dengan fasilitas seadanya

Instagram.com/lunamaya

Selama lebih dari tiga dekade, para guru di TK Sinar Watugong harus bertahan mengajar anak-anak usia dini di bangunan yang nyaris tak layak, Ma.

Dinding bambu menjadi saksi bisu semangat belajar anak-anak di sana. Saat musim hujan tiba, atap bocor membuat ruang kelas basah dan guru-guru harus sigap memindahkan meja kursi agar tak terkena air hujan.

Bahkan, sekolah ini sempat menumpang di gedung SDK Brai sebelum akhirnya terpaksa memindahkan aktivitas belajar ke rumah kepala sekolah.

Sebuah perjuangan yang luar biasa untuk tetap memberikan hak pendidikan bagi anak-anak, di tengan kondisi yang tak memadai.

2. Berkat peran banyak pihak, lahan sekolah siap dibangun

Instagram.com/lunamaya

Di tengah keterbatasan, semangat dan doa tak pernah padam untuk terus dipanjatkan para guru dan siswa.

Yayasan Persekolahan Umat Katolik (SANPUKAT) Maumere bergerak cepat mengusahakan lahan mandiri untuk TK Sinar Watugong.

Mengutip dari RRI, Ketua Yayasan Sanpukat, Romo Yulius Heribertus yang akrab disapa Romo Okto, mengungkapkan bahwa pengadaan lahan ini terwujud berkat sokongan pemuka agama setempat.

Uskup memberikan bantuan dana Rp40 juta untuk membeli lahan. Barulah setelah tersedianya lahan, dukungan pembangunan fisik secara tak terduga datang melalui Yayasan Luna Maya Nawasena.

Romo Okto mengucapkan rasa haru dan syukurnya berkat kehadiran Luna Maya melalui Yayasan tersebut kepada masyarakat di desa Watugong.

3. Amanah mendiang tante dari Luna Maya

Instagram.com/lunamaya

Bagi Luna Maya, kunjungan perdananya ke Maumere terasa sangat emosional. Pengalamannya bersekolah di desa kecil di Bali membuatnya paham betul bahwa esensi belajar terletak pada kesempatan, bukan kemegahan fasilitas.

Namun yang lebih dalam, pembangunan sekolah ini ternyata mengemban misi personal bagi keluarganya. Luna Maya mengungkapkan bahwa ini adalah amanah dari mendiang tantenya, Ineke Erawati, yang wafat dua pekan lalu di Amerika Serikat.

Sebelum berpulang, sang tante berpesan agar sebagian hartanya disalurkan untuk membantu masyarakat membutuhkan, termasuk pembangunan sekolah di Maumere.

Sebuah warisan cinta yang diteruskan dengan penuh makna. Di hadapan warga Watugong, istri dari Maxime Bouttier itu berharap ini menjadi langkah pertama anak-anak menuju kesuksesan yang mereka impikan.

Ia juga memberikan apresiasi mendalam kepada para guru dan orangtua yang tetap gigih berjuang di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

4. Luna Maya ungkap pembangunan ini jadi tempat lahirnya mimpi baru

Instagram.com/lunamaya

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Luna Maya turut membagikan kebahagiaan momen peletakan batu pertama tersebut.

Dalam unggahan tersebut, ia turut mengungkapkan rasa syukur bisa menjadi bagian dari perjalanan membangun TK Sinar Watugong di Kabupaten Sikka, Flores.

Luna Maya berharap sekolah ini kelak menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi baru bagi anak-anak. Ia percaya bahwa sekolah ini akan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi penerus untuk meraih masa depan yang mereka cita-citakan.

"Bersama @yayasan_lunamayanawasena, kami memulai pembangunan TK Sinar Watugong di Kabupaten Sikka, Flores. Semoga sekolah ini kelak menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi baru dan membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang mereka cita-citakan," tulis Luna Maya dalam unggahannya.

Lebih dari itu, Luna Maya juga menyampaikan harapannya agar semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama mendukung pendidikan Indonesia.

Baginya, pendidikan yang maju selalu berawal dari fondasi yang kuat, dan fondasi itu dimulai dari infrastruktur yang layak. Sebuah pesan yang sangat menginspirasi para mama untuk terus peduli pada pendidikan anak.

5. Target rampung pada Oktober 2026

Instagram.com/lunamaya

Proyek pembangunan gedung permanen ini dipercayakan kepada Johan Paul Konstruksi dengan masa pengerjaan 120 hari kalender.

Jika berjalan lancar, pembangunan ditargetkan selesai pada 28 Oktober 2026, sebagaimana tercantum dalam papan pembangunan yang dibadaikan oleh Luna Maya dalam Instagram-nya.

Dengan terbangunnya gedung sekolah tersebut, pululhan siswa TK Sinar Watugong kini bisa menempati ruang kelas baru yang aman dan nyaman pada tahun ajaran berikutnya. Tak ada lagi dinding bambu dan atap bocor yang mengganggu semangat belajar mereka.

Warga setempat, termasuk para gurur, tak dapat menyembunyikan rasa haru dan ungkapan terima kasih mereka kepada pihak-pihak yang telah membakar semangat para guru dan murid untuk terus bermimpi tinggi.

Sebelum ke Sikka, Yayasan Luna Maya Nawasena diketahui telah merenovasi ruang belajar di MI Nurul Faizin, Pamekasan, Jawa Timur, bekerja sama dengan Havaianas Indonesia melalui kampanye "Nyaman Bersekolah".

Aksi berkelanjutan ini menegaskan komitmen yayasan dalam memperluas akses pendidikan yang layak dan aman di berbagai daerah terpencil di Indonesia.

Semoga apa yang dilakukan Luna Mayan bisa menjadi pengegrak hati bagi banyak pihak lain, agar kelak pendidikan Indonesia bisa lebih memadai segala kebutuhannya demi mimpi anak-anak bangsa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article