Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apakah Makan Jeruk Bisa Menurunkan Berat Badan?
Pexels/Radik2707
  • Makan jeruk utuh secara rutin bisa bantu menurunkan berat badan karena rendah kalori, tinggi air, dan menggantikan camilan tinggi gula.
  • Kandungan serat pektin dalam jeruk membantu menahan lapar lebih lama dengan memperlambat proses pencernaan di lambung.
  • Vitamin C serta senyawa flavonoid dan polifenol pada jeruk berperan dalam pembakaran lemak dan menghambat penumpukan lemak baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau dengar kata jeruk, kebanyakan orang pasti langsung kepikiran dengan kandungan vitamin C nya. Buah satu ini memang identik dengan rasa segar yang bikin badan terasa lebih segar dan berenergi, apalagi saat cuaca panas atau tubuh sedang kurang fit. 

Tidak sedikit juga orang yang sengaja stok jeruk di rumah karena dianggap bisa bantu menjaga stamina dan membuat tubuh terasa lebih segar.

Jeruk juga cukup sering masuk ke menu orang yang sedang diet atau menjalani program penurunan berat badan. Ada yang menjadikannya camilan pengganjal lapar, ada juga yang rutin makan jeruk setelah makan besar. 

Tapi sebenarnya, benarkah makan jeruk bisa membantu menurunkan berat badan atau ini cuma anggapan yang terlanjur populer? Jika penasaran, yuk ikut Popmama.com menjawab pertanyaan seputar apakah makan jeruk bisa menurunkan berat badan berikut ini! 

Jeruk Memang Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Pexels/Thu Thu

Jawaban singkatnya adalah bisa, tapi bukan berarti jeruk bekerja seperti obat pelangsing yang langsung membuat berat badan turun drastis ya!

Mengutip dari Times of India, makan jeruk utuh secara rutin dapat membantu program penurunan berat badan, termasuk membantu mengurangi penumpukan lemak di area perut.

Alasannya cukup sederhana, saat seseorang mengganti camilan tinggi gula atau makanan ultra-proses dengan buah jeruk, jumlah kalori yang masuk ke tubuh otomatis juga akan ikut berkurang.

Jeruk juga punya rasa manis alami yang cukup mengenyangkan, jadi bisa membantu mengurangi keinginan ngemil makanan manis berlebihan. Karena itu, buah ini sering dianggap sebagai pilihan camilan yang lebih aman saat sedang menjaga berat badan.

Kalorinya Rendah dan Bisa Bikin Kenyang

Pexels/Ketut Subiyanto

Salah satu tantangan terbesar saat diet pasti adalah rasa lapar. Nah, di sinilah jeruk punya nilai plus.

Health.com menyebutkan bahwa satu buah jeruk ukuran sedang rata-rata hanya mengandung sekitar 60–80 kalori. Jumlah ini tergolong rendah dibanding banyak camilan lain seperti biskuit, keripik, atau minuman manis.

Menariknya lagi, sebagian besar isi jeruk ternyata adalah air, bahkan mencapai sekitar 86 persen. Kandungan air yang tinggi ini membantu mengisi lambung lebih cepat, sehingga perut terasa kenyang tanpa harus makan terlalu banyak.

Makanya, banyak orang merasa lebih mudah mengontrol porsi makan setelah ngemil buah yang kaya air seperti jeruk.

Serat di Dalam Jeruk Bisa Menahan Lapar Lebih Lama

Pexels/Angela Roma

Pernah merasa cepat lapar lagi padahal baru makan? salah satu penyebabnya bisa karena makanan yang dikonsumsi kurang serat.

Menurut Healthline, jeruk mengandung serat larut bernama pektin. Saat masuk ke sistem pencernaan, serat ini menyerap air dan berubah menjadi tekstur seperti gel. Proses tersebut kemudian membuat makanan bergerak lebih lambat di lambung.

Efeknya, rasa kenyang bisa bertahan lebih lama. Jadi, keinginan untuk ngemil terus atau makan berlebihan biasanya ikut menurun. Ini sangatlah penting bagi yang sedang berusaha menjaga pola makan tapi sering kalah dengan rasa lapar mendadak.

Vitamin C dalam Jeruk Punya Peran dalam Pembakaran Lemak

Pexels/Mikhail Nilov

Jeruk memang terkenal karena vitamin C nya yang baik untuk daya tahan tubuh. Tapi ternyata, manfaatnya tidak berhenti sampai disitu.

Menurut publikasi dari Best Health Magazine, vitamin C punya peran dalam proses pembakaran lemak di tubuh. Nutrisi ini membantu pembentukan senyawa bernama karnitin, yaitu molekul yang bertugas membawa lemak ke dalam sel agar bisa diubah menjadi energi.

Makanya, orang yang kadar vitamin C nya tercukupi cenderung membakar lebih banyak lemak saat berolahraga dibanding mereka yang kekurangan vitamin C.

Meski begitu, ini bukan berarti makan jeruk saja lemak bisa langsung hilang sendiri. Hasilnya tetap lebih optimal kalau dibarengi aktivitas fisik dan pola makan yang seimbang.

Mengandung Senyawa Alami yang Diduga Bisa Menghambat Penumpukan Lemak

Pexels/Gustavo Fring

Jeruk ternyata bukan cuma mengadung vitamin dan serat. Di dalamnya juga ada senyawa alami bernama flavonoid dan polifenol.

Berdasarkan penelitian publikasi PubMed Central, senyawa bioaktif dalam jeruk diduga membantu mengatur metabolisme lemak tubuh. Zat ini menunjukkan potensi untuk membantu menghambat pembentukan sel lemak baru sekaligus mendukung pemecahan lemak yang sudah tersimpan.

Hal ini menunjukkan kalau manfaat jeruk dalam program diet mungkin lebih kompleks dari yang selama ini banyak orang kira.

Membantu Mengontrol Keinginan Makan Makanan Manis

Pexels/Pavel Danilyuk

Diet kadang gagal karena kita susah menahan keinginan makan manis. Untungnya, jeruk punya rasa manis alami tetapi termasuk buah dengan indeks glikemik yang relatif rendah.

Kombinasi antara serat dan kandungan asam alami di dalam jeruk membuat gula buah diserap lebih perlahan oleh tubuh.

Artinya, kadar gula darah tidak langsung naik drastis lalu turun tiba-tiba. Kondisi inilah yang biasanya membuat seseorang cepat lapar lagi atau mendadak ingin makan manis. Dengan gula darah yang lebih stabil, keinginan ngemil berlebihan biasanya jadi lebih mudah dikendalikan.

Itu tadi jawaban lengkap seputar apakah makan jeruk bisa menurunkan berat badan. Kalau kamu sedang dalam program diet, jangan lupa barengi usahamu dengan konsumsi buah jeruk ya, biar hasilnya maksimal!

Editorial Team

Related Article