Hidup Bersosial Ada Aturan, Ini 5 Cara Memilih Teman Menurut Islam

Pilihlah teman yang amanah, ya!

23 Februari 2021

Hidup Bersosial Ada Aturan, Ini 5 Cara Memilih Teman Menurut Islam
Freepik

Apakah kamu memiliki banyak teman?

Sedangkan dalam Islam seseorang harus pandai memilah teman.

Ini karena teman yang dimiliki akan sangat mempengaruhi akhlak dan perkembangan diri kamu.

Seperti sabda Rasulullah: 

“Permisalan teman yang baik dan teman buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya. Kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu. Kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebagai makhluk sosial, maka memilih teman hendaknya memang harus diperhatikan secara bijak.

Nah, berikut Popmama.com berikan 5 cara memilih teman yang baik menurut Islam. Yuk, cek ulasannya!

1. Memilih teman yang taat beribadah

1. Memilih teman taat beribadah
Freepik

Tentunya, perlu menentukan teman mana yang terbaik untuk kamu.

Soerang teman yang selalu melakukan ibadah dengan baik dan benar, ini akan memiliki pengaruh pada diri kamu. Faktor utama ini wajib kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan.

Jika seseorang selalu menjaga ibadahnya dengan baik, tentunya sudah tidak diragukan lagi dan sangat tepat dijadikan sebagai teman di dalam keseharian kamu.

Perilakunya yang selalu taat beribadah, maka bisa membawa kamu menjadi pribadi yang taat. Terutama dalam menjaga kualitas ibadah.

Editors' Picks

2. Memilih teman yang mengedepankan kejujuran

2. Memilih teman mengedepankan kejujuran
Freepik

Berkata jujur memang jadi sesuatu yang penting dalam hubungan apa pun. Ini termasuk juga di dalam pertemanan.

Sebagai pondasi awal, kamu pun perlu memilih teman yang selalu berkata jujur.

Pasalya, teman yang jujur sesungguhnya sangat bermanfaat untuk kamu. Memiliki seorang teman yang jujur dan soleh, maka akan memberi tahu kamu hal baik dan buruk.

Selain itu, sosok teman yang mengedepankan kejujuran dalam Islam juga sangat membantu kamu dalam membentuk karakter atau jati diri.

3. Memilih teman yang bisa menjaga amanah dengan baik

3. Memilih teman bisa menjaga amanah baik
Freepik/master1305

Sebenarnya ada banyak manfaat dari perilaku amanah.

Menurut Islam, dalam memilih teman sebaiknya yang mempunyai sifat amanah.

Apabila ia selalu menjaga amanah dengan bijak, pasti ia akan memperhatikan dengan baik apa yang dititipkan atau pun dipercayakan kepadanya.

Secara singkat, kamu pun merasa aman dan nyaman saat memberikan kepercayaan terhadap amanah yang dititipkan kepadanya.

4. Memilih teman yang bisa mengajak pada kegiatan positif

4. Memilih teman bisa mengajak kegiatan positif
Freepik/rawpixel.com

Faktanya, teman dapat menjadikan alasan kamu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun dalam hal itu, maka kamu perlu berteman dengan orang yang tepat dan bisa membuat kamu melakukan kebaikan.

Pilihlah teman yang selalu mengajak kamu pada kegiatan atau aktivitas positif. Kegiatan tersebut misalnya seperti berorganisasi, kegiatan sosial, sharing ilmu maupun mengembangkan bakat.

Sebab sudah selayaknya keseharian kamu diisi dengan kegiatan yang positif, halal, berpahala dan bermanfaat untuk orang lain.

5. Memilih teman yang senantiasa menjaga silaturahmi

5. Memilih teman senantiasa menjaga silaturahmi
Freepik

Apakah kamu orang yang cenderung suka menjalin silaturahmi?

Jika membahas aspek pertemanan, maka kamu perlu memilih teman yang punya banyak faedah secara sosial yang rutin menjalankan silaturahmi.

Di mana manfaat silaturahmi yakni dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.

Jadi, milikilah teman yang selalu menciptakan kerukunan dan keharmonisan dengan senantiasa menyambung tali silaturahmi dengan siapa saja.

Demikianlah kelima cara memilih teman dalam Islam. Sebaiknya selalu berusaha untuk menjaganya hubungan pertemanan, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.