5 Fakta Cerebral Edema yang Bisa Mengancam Jiwa

Waspada, biasanya sakit kepala bisa menjadi indikasi cerebral edema!

21 Oktober 2021

5 Fakta Cerebral Edema Bisa Mengancam Jiwa
Pexels/Anna Shvets

Secara medis, definisi paling dasar dari celebral edema adalah pembengkakan otak.

Ini termasuk kondisi pada sejumlah proses saling berhubungan dan mengakibatkan pergeseran abnormal air di berbagai kompartemen parenkim otak. 

Bahkan termasuk sebagian besar cedera yang melibatkan sistem saraf pusat dan bisa mengancam jiwa.

Untuk informasi selanjutnya, berikut Popmama.com berikan 5 fakta mengenai celebral edema:

1. Apa saja gejala dari celebral edema?

1. Apa saja gejala dari celebral edema
Pexels/Pavel Danilyuk

Adanya tekanan intrakranial saat celebral edema, kondisi ini dapat mengurangi aliran darah otak dan oksigen yang diterima otak.

Sedangkan celebral edema bisa memiliki beberapa gejala yang mengindikasikan pembengkakan. Berikut gejala dari celebral edema:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mual
  • Kurang koordinasi
  • Mati rasa

Namun dalam kasus celebral edema yang lebih parah, seseorang mungkin mengalami gejala termasuk:

  • Perubahan suasana hati
  • Hilang ingatan
  • Jadi kesulitan berbicara
  • Alami inkontinensia
  • Perubahan kesadaran
  • Kejang
  • Kelemahan

Editors' Picks

2. Apa saja faktor penyebab dari celebral edema?

2. Apa saja faktor penyebab dari celebral edema
Pexels/Pixabay

Sebenarnya ada sejumlah kondisi neurologis yang dapat menyebabkan otak membengkak.

Berikut beberapa faktor yang membuat celebral edema terjadi:

  • Cedera otak traumatis. Kondisi ini menyebabkan kerusakan dan pembengkakan pada otak. Untuk kasus yang lebih parah dapat memecahkan tengkorak. Termasuk potongan tengkorak yang memecahkan pembuluh darah di otak dan terjadi pembengkakan.
  • Beberapa kasus stroke dapat menyebabkan pembengkakan otak, khususnya stroke iskemik.  Stroke iskemik terjadi ketika ada gumpalan darah di dekat otak, mencegah otak menerima darah dan oksigen. Hal ini membuta sel-sel otak mati dan otak membengkak sebagai respons terhadap cedera.
  • Mengalami infeksi. Beberapa bakteri dapat menyebabkan penyakit dan gangguan yang terjadinya peradangan hingga pembengkakan otak. Bahkan infeksi dari ensefalitis dan meningitis juga dapat menyebabkan pembengkakan otak, termasuk ensefalitis dan meningitis. Termasuk penyebab khas seperti infeksi virus, bakteri, parasit atau jamur. Terutama jika tidak diobati.
  • Pendarahan otak intrakranial adalah pendarahan di dalam atau di sekitar otak. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan otak.
  • Sering berada di ketinggian tinggi juga dapat mengembangkan celebral edema. Biasanya sekitar dua hari setelah mendaki di atas 4.000 meter (13.123 kaki).  Jenis pembengkakan otak ini terjadi bersamaan dengan penyakit gunung akut (AMS), ataksia (kehilangan kontrol gerakan tubuh), kelelahan dan perubahan kondisi mental. Jika tidak diobati, ini dapat berkembang menjadi koma atau kematian dalam waktu 24 jam.
  • Tumor otak dapat menambah tekanan pada area otak, pada akhirnya menyebabkan otak di sekitarnya membengkak.

Sedangkan penyebab lain dari pembengkakan otak meliputi:

  • Penggunaan obat yang tidak sehat
  • Keracunan karbon monoksida
  • Gigitan dari hewan beracun, reptil dan beberapa hewan laut

3. Bagaimana diagnosis celebral edema?

3. Bagaimana diagnosis celebral edema
Pexels/MART PRODUCTION

Jika pasien datang dengan stroke atau cedera otak akut, biasanya hampir selalu ada pembengkakan otak. Lalu mereka akan segera dirawat di ICU dan perlu mendapat pemeriksaan neurologis.

Melalui pemeriksaan neurologis klinis menguji fungsi otak dan tingkat kesadarannya. Ini guna melihat apakah ada kerusakan otak.

Diinformasikan dari Healthline, celebral edema adalah kondisi cukup sulit bagi dokter mendiagnosis tanpa pengujian yang tepat. Diagnosis akan tergantung pada gejala dan penyebab yang mendasarinya. 

Selain itu, dokter juga melakukan pemeriksaan terhadap riwayat penyakit dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Beberapa prosedur umum yang digunakan dokter untuk mendiagnosis celebral edema meliputi:

  • Pemeriksaan fisik untuk mendeteksi rasa sakit, ketidaknyamanan atau kelainan.
  • CT scan untuk mengidentifikasi lokasi pembengkakan.
  • MRI untuk mengidentifikasi lokasi pembengkakan.
  • Tes darah untuk menentukan penyebab pembengkakan otak.

4. Bagaimana pengobatan untuk celebral edema?

4. Bagaimana pengobatan celebral edema
Pexels/Anna Shvets

Hati-hati, celebral edem bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa. Oleh karenanya, celebral edema harus segera diobati. 

Pilihan pengobatan dimaksudkan untuk mengembalikan aliran darah, oksigen ke otak dan mengurangi pembengkakan.

Dilansir dari Everydayhealth, pasien celebral edema akan dipantau di rumah sakit untuk mengetahui komplikasi dari pembengkakan itu sendiri. Biasanya dokter mengobati kondisi neurologis yang menyebabkan celebral edema.

Pengobatan ditentukan oleh jenis cedera neurologis. Selain itu, ada juga beberapa pilihan pengobatan dari celebral edema:

  • Obat-obatan yang menjanjikan sebagai pengobatan farmakologis celebral edema dalam setiap fase uji klinis. Ini tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan penyebab yang mendasarinya. Dokter mungkin meresepkan obat untuk membantu mengurangi pembengkakan dan mencegah pembekuan darah.
  • Osmoterapi akan dilakukan ketika otak membengkak dan menumpuk kelebihan cairan.  Osmoterapi adalah teknik yang dimaksudkan untuk mengeluarkan air dari otak. Biasanya metode tersebut menggunakan agen osmotik seperti manitol atau garam tinggi garam. 
  • Terapi osmotik juga membantu meningkatkan sirkulasi darah. Ini akan membantu mengurangi pembengkakan.
  • Hiperventilasi juga bisa dilakukan dokter untuk menurunkan jumlah karbon dioksida dalam aliran darah. Sebab aliran darah yang tepat di otak bergantung pada karbon dioksida. 
  • Hipotermia biasanya dilakukan sebagai metode pengobatan dari celebral edema. Tujuannya guna menurunkan suhu tubuh, metabolisme di otak dan mengurangi pembengkakan.
  • Ventrikulostomi termasuk salah satu metode pengobatan celebral edema yang lebih invasif dan melibatkan pengeringan cairan dari otak. Seorang dokter akan membuat sayatan kecil di tengkorak dan memasukkan tabung sebagai saluran pembuangan. Metode ventrikulostomi akan mengurangi tekanan pada otak.
  • Pembedahan akan dilakukan jika berada pada kasus celebral edema yang lebih parah. Tujuannya mungkin memerlukan pembedahan untuk meredakan dan menghilangkan bagian dari tengkorak atas sumber pembengkakannya.

Namun pada kondisi yang tergolong parah dan telah berlangsung lama, penanganan lebih lanjut dapat dilakukan.

5. Bagaimana pencegahan untuk celebral edema?

5. Bagaimana pencegahan celebral edema
Pexels/Алекке Блажин

Pembengkakan otak adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada memori dan kemampuan berpikir. Bahkan bisa berakibat fatal jika terlambat diobati.

Jadi jika kamu mulai mengalami efek samping setelah jatuh, kecelakaan atau saat melawan infeksi maka sebaiknya segera kunjungi dokter.

Sedangkan pencegahan harus disesuaikan dengan faktor risiko yang ada. Secara umum, berikut beberapa upaya yang perlu dilakukan guna mencegah celebral edema:

  • Hindari atau berhenti merokok.
  • Gunakan peralatan keselamatan dan alat pelindung diri seperti helm atau seat belt ketika berkendara.
  • Lakukan pemeriksaan tekanan darah dan jantung secara rutin. Dokter akan menganjurkan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah.
  • Ketika bepergian ke dataran tinggi, misalnya mendaki gunung sebaiknya berhentilah di ketinggian tertentu dan biarkan tubuh beradaptasi terlebih dahulu dengan tekanan yang ada di ketinggian tersebut.

Itulah 5 fakta mengenai celebral edema. Pada kondisi yang tergolong parah dan tidak mendapatkan penanganan, pembengkakan otak berpotensi menyebabkan kematian.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.