Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Pencegahan Penyakit ISPA, Apa Saja?

5 Cara Pencegahan Penyakit ISPA, Apa Saja?
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya
Intinya Sih
  • Cuaca pancaroba meningkatkan risiko ISPA, sehingga penting menjaga sirkulasi udara rumah agar virus tidak mudah menular antaranggota keluarga.
  • Penerapan PHBS seperti rajin mencuci tangan dan penggunaan masker membantu mencegah penularan virus penyebab ISPA melalui udara maupun benda terkontaminasi.
  • Pemenuhan nutrisi, istirahat cukup, serta vaksinasi flu tahunan disarankan dokter untuk memperkuat imun tubuh dan melindungi keluarga dari ancaman ISPA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Belakangan ini, cuaca yang tidak menentu kerap kali membuat banyak orang khawatir terhadap kesehatan keluarga. 

Siang yang panas terik, tiba-tiba turun hujan lebat. Kondisi yang tidak jelas ini sangat khas dengan musim pancaroba. 

Sayangnya, perubahan musim atau peralihan cuaca yang disertai perbedaan suhu ekstrem ini ternyata sangat berpengaruh terhadap munculnya berbagai penyakit, salah satunya yang paling umum terjadi adalah infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA

Akibatnya, anggota keluarga di rumah bisa dengan mudah mengalami gejala batuk, pilek, atau sakit tenggorokan. Tentu Mama tidak ingin si kecil atau anggota keluarga lainnya jatuh sakit, bukan?

Nah, agar keluarga tetap sehat dan terhindar dari paparan virus yang mengganggu, berikut Popmama.com membahas 5 cara pencegahan penyakit ISPA. Apa saja langkahnya? Simak sampai habis, ya!

Table of Content

1. Memastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik

1. Memastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik

Pencegahan ISPA 2.jpg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Cara pertama yang sering kali luput dari perhatian kita adalah menjaga kualitas udara di dalam ruangan. 

Ketika musim pancaroba tiba, pastikan Mama rutin membuka jendela rumah. Membuka jendela akan menjadi jalur pengembangan udara di dalam ruangan. 

Hal ini penting. Sebab udara yang tidak berputar atau sirkulasi yang tidak bagus bisa menjadi salah satu faktor penularan virus. 

“Buka jendela (rumah) supaya terjadi pertukaran udara. Salah satu cara mudah virus menyebar adalah melalui udara.” Ucap dr. Clavelina Astriani selaku Sr. Medical Affairs Managers Combiphar pada acara Combiphar di Kantor Kecamatan Pancoran pada, Rabu (15/4/2026)

Sirkulasi udara yang mandek justru membuat virus penyebab ISPA menjadi sangat gampang menular dari satu anggota keluarga ke anggota keluarga lainnya. Jadi, biarkan udara segar dan sinar matahari masuk ke dalam rumah setiap pagi.

2. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

Pencegahan ISPA 3.jpg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Penularan ISPA tidak hanya terjadi melalui udara secara langsung. Penularan ini bisa juga terjadi secara tidak langsung.

Fakta uniknya, virus influenza yang jadi salah satu penyebab ISPA bisa menempel dan bertahan hidup pada benda mati seperti meja hingga 48 jam, alias dua hari lamanya.

“Jadi, virus yang dikeluarkan dari tubuh, jika tidak ditutup dengan baik oleh tangan, dapat menempel di benda mati selama 48 jam atau 2 hari,” pungkas dr. Clavelina.

Menyeramkan, bukan? Oleh karena itu, kita harus mempraktikkan kebersihan diri sehari-hari melalui PHBS. Mama harus memastikan seluruh keluarga rajin mencuci tangan, terutama setelah menyentuh benda-benda atau sebelum menyentuh area wajah.

Selain itu, hindari sebisa mungkin kontak dengan benda-benda yang sudah terkontaminasi oleh virus.

3. Menggunakan masker dan membatasi kontak fisik

Pencegahan ISPA 4.jpg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Penyebaran virus penyebab ISPA bisa terjadi melalui kontak langsung atau bersentuhan dengan penderitanya. 

Selain itu, percikan air liur saat penderita berbicara maupun partikel kecil di udara juga sangat berisiko menularkan penyakit. 

Maka dari itu, jika ada seseorang yang sedang sakit, sebisa mungkin hindarilah kontak langsung dengannya untuk mencegah penularan. 

Jangan lupa juga untuk membekali diri dengan perlindungan yang dibutuhkan. 

"Gunakan masker, bila perlu". tambah dr Clavelina.

Penggunaan masker sangatlah penting, terutama saat Mama harus berada di ruang publik atau saat merawat anggota keluarga yang sedang batuk pilek di rumah.

4. Memenuhi kebutuhan nutrisi, cairan, dan istirahat yang cukup

Pencegahan ISPA 5.jpg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Pertahanan terbaik melawan virus sejatinya berasal dari dalam tubuh kita sendiri. Jika kekebalan atau imun tubuh kita sedang tidak bagus, otomatis tubuh akan terserang virus dengan sangat mudah. 

Untuk mencegahnya, pastikan Mama sekeluarga memiliki waktu tidur yang cukup, karena istirahat ini sangat penting bagi imunitas tubuh. Selain itu, pastikan juga asupan nutrisi harian terpenuhi dengan baik. 

Jangan lupakan zat gizi mikro seperti zinc yang sangat membantu pembentukan imun agar jauh lebih bagus. 

“Bila dirasa perlu, juga bisa memberikan suplemen tambahan seperti vitamin C, vitamin D, atau zinc untuk membantu mengoptimalkan imunitas,” ucap dr. Clavelina. 

Serta jangan lupa untuk selalu minum air putih yang cukup di tengah cuaca pancaroba seperti sekarang.

5. Mempertimbangkan vaksinasi atau imunisasi

Pencegahan ISPA 6.jpg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Langkah pencegahan terakhir yang bisa Mama lakukan untuk memproteksi keluarga dari ancaman ISPA adalah melalui jalur medis, yakni imunisasi. Sebagian besar kasus ISPA disebabkan oleh virus, termasuk virus influenza. 

Kabar baiknya, saat ini sudah ada imunisasi khusus untuk influenza yang bisa didapatkan. Mengingat virus influenza bisa memicu gejala ISPA yang cukup berat dan mengganggu kualitas hidup.

Berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter keluarga untuk mendapatkan jadwal vaksinasi flu tahunan adalah langkah pencegahan yang bijak.

Itulah deretan pencegahan penyakit ISPA. Semoga dapat menjadi langkah preventif bagi Mama untuk terhindar dari penyakit ISPA.

FAQ Seputar Pencegahan ISPA

Apa ciri-ciri terkena ISPA?

Ciri-ciri infeksi saluran pernapasan akut umumnya meliputi batuk, pilek, hidung tersumbat, demam, sakit tenggorokan, dan terkadang sesak napas. Pada beberapa kasus, penderita juga bisa mengalami kelelahan dan penurunan nafsu makan, terutama pada anak-anak.

ISPA sembuhnya gimana?

Sebagian besar infeksi saluran pernapasan akut bisa sembuh dengan istirahat cukup, minum air yang banyak, serta menjaga asupan nutrisi. Jika gejala cukup mengganggu, bisa dibantu dengan obat pereda gejala. Namun, jika kondisi memburuk atau tidak membaik dalam beberapa hari, sebaiknya segera periksa ke dokter.

ISPA obatnya apa?

Pengobatan infeksi saluran pernapasan akut tergantung penyebabnya. Jika disebabkan oleh virus, biasanya cukup dengan obat simptomatik seperti paracetamol untuk menurunkan demam atau obat batuk dan pilek. Antibiotik hanya diberikan jika ISPA disebabkan oleh infeksi bakteri dan harus sesuai resep dokter.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More