5 Cara Penularan Demam Tifoid yang Tak Terlihat, Hati-Hati!

Tifus merupakan penyakit karena bakteri, bukan karena kelelahan

9 Desember 2021

5 Cara Penularan Demam Tifoid Tak Terlihat, Hati-Hati
Pexels/MART PRODUCTION

Tifus adalah salah satu penyakit yang berasal dari bakteri. Penyebarannya tidak terlihat dan bisa memengaruhi seluruh tubuh orang yang terinfeksi. 

Banyak alasan kenapa seseorang terkena demam tifoid atau tifus. Yang utama adalah makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi dan tertular dari orang yang sedang terinfeksi, demikian dilansir dari ncbi.nlm.nih.gov

Seperti apa penularannya? Berikut Popmama.com rangkumkan untuk Mama. 

1. Melalui tangan yang kotor

1. Melalui tangan kotor
Freepik/chut

Seringnya, tifus menjangkiti anak-anak karena mereka sering bermain dan malas cuci tangan. Namun di masa pandemi seperti ini, kemungkinan tertular tipes dari tangan yang kotor sangatlah kecil. 

Banyak orang yang sudah sadar pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan tangan sebelum mengonsumsi makanan dan menyentuh wajah. 

Demam Tifoid juga menyebar dari feses dan urin penderita. Inilah kenapa pentingnya mencuci tangan setelah dari kamar kecil. 

Jadi, usahakan untuk selalu mengingatkan anak dan keluarga agar rajin mencuci tangan dengan sabun dan membilasnya dengan bersih secara berkala, termasuk setelah dari kamar mandi. 

Editors' Picks

2. Melalui alat dan perlengkapan masak

2. Melalui alat perlengkapan masak
Freepik/senivpetro

Alat dan perlengkapan masak yang tidak dicuci baik, terlebih jika menggunakan air yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi bisa menjadi sumber penularan. 

Seperti contoh, menggunakan pisau yang sama untuk memotong sayur dan daging. Atau, mencuci makanan dengan air yang terkontaminasi, inilah yang bisa meningkatkan risiko penularan. 

Jadi, pastikan untuk mencuci bahan makanan dengan air bersih yang mengalir dan rajin mencuci perlengkapan serta peralatan memasak dengan sabun sampai bersih.

3. Bisa juga kontak langsung

3. Bisa juga kontak langsung
Freepik/Jcomp

Bakteri juga bisa menyebar dari kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi, demikian jika ditengok dari situs RS Udayana Bali. 

Seperti contoh, saat seseorang yang sedang terkena demam tifoid dan tidak mencuci tangan dengan bersih setelah buang air kecil atau besar. Kemudian ia menyajikan makanan atau menyentuh makanan serta minuman. Dari sanalah kemungkinan terdapat kontak langsungnya. 

Tifus bisa menyebar dari jabat tangan langsung pada orang yang sedang sakit, terutama setelah ia dari kamar kecil. Jadi, jangan lupa untuk rajin cuci tangan, ya. 

4. Berbagi makanan jadi penyebab lainnya

4. Berbagi makanan jadi penyebab lainnya
Pexels/Mikhail Nilov

Penyakit tifus tidak bisa menular melalui liur penderita, namun bisa menular dari tangan yang kotor. Misal ada orang yang sedang sakit tifus dan tidak membersihkan tangan dengan maksimal setelah buang air, kemudian menyentuh makanan dan dimakan oleh orang lain, itulah sumber risikonya. 

Kuncinya, pastikan kebersihan tangan sebelum menyentuh makanan dan minuman, ya. 

5. Mengonsumsi makanan yang tidak higienis

5. Mengonsumsi makanan tidak higienis
Pexels/makafood

Bakteri Salmonella bisa saja hidup di makanan dan air yang kurang matang. Untuk menghindari kemungkinan itu, pastikan makanan dimasak dengan suhu yang cukup untuk membunuh bakteri di makanan dan minuman tersebut. 

Penyimpanan makanan yang tidak higienis jadi faktor lainnya. Jika makanan dibiarkan ada di suhu ruang dalam waktu yang terlalu lama, maka bisa memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak dengan cepat. 

Selain itu, mencampur makanan seperti daging dan sayur di dalam lemari pendingin atau kulkas bisa meningkatkan penularan bakteri yang membahayakan kesehatan. 

Untuk menghindari penularan, pastikan untuk selalu menjaga sanitasi diri sendiri dan menghindari kontak dengan penderita. Kamu juga bisa melakukan vaksin tifoid sebagai langkah yang lebih optimal. Vaksin disarankan diberikan setiap 3 tahun sekali. 

Itu dia macam risiko penularan demam tifoid yang bisa kamu hindari. Selalu jaga kesehatan, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.