Millennial Mama of The Month Edisi Agustus 2020: Fanny Fabriana

"Setiap orangtua berhak tentukan yang terbaik untuk anaknya"

13 Agustus 2020

Millennial Mama of The Month Edisi Agustus 2020 Fanny Fabriana
Popmama.com/Michael Andrew
Photoshoot dilakukan secara vitual saat pandemi virus corona

Fanny Fabriana seorang aktris kelahiran 29 Januari 1985 mulai menggeluti dunia akting dalam sinetron berjudul Preman Kampus pada tahun 2009 silam. 

Bukan hanya sinetron berbagai judul film pun berhasil ia bintangi sebagai pemeran utama. Sebut saja Serigala Terakhir, Hari Untuk Amanda, Lost in Papua, dan terakhir memainkan peran sebagai Aini dalam film Koki-Koki Cilik pada tahun 2018 lalu. 

Wajahnya pun kerap mewarnai berbagai iklan di televisi Indonesia dan ia juga berbakat sebagai seorang pembawa acara dalam acara televisi lho. 

Pada bulan Juli 2011 yang lalu, Fanny resmi menikah dengan laki-laki bernama Zacky Badrudin. Saat ini, keduanya telah memiliki tiga anak yang terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki yang bernama Kimora, Kaiza, dan Dylan. 

Bulan Agustus ini, Popmama.com berkesempatan untuk lebih dekat dengan Fanny Fabriana lewat interview dan photoshoot secara virtual yang diadakan pada Rabu, 5 Agustus 2020. 

Dalam Millennial Mama of the Month Edisi Agustus 2020, yuk lebih dekat dengan Fanny Fabriana!

1. Kesibukan Fanny Fabriana saat ini

1. Kesibukan Fanny Fabriana saat ini
Popmama.com/Michael Andrew
Photoshoot dilakukan secara vitual saat pandemi virus corona

Situasi pandemi karena virus corona di berbagai belahan dunia ternyata cukup memengaruhi kegiatan Fanny dalam dunia entertaiment. 

"Saat ini, saya nggak syuting film, sinetron dan FTV karena situasi sedang seperti ini (red: pandemi). Saya juga nggak mau ambil risiko untuk menghabiskan waktu lebih dari 12 jam di luar rumah untuk syuting karena di rumah ada Mama saya, anak kecil juga yang rentan terkena virus, jadi saya nggak berani," katanya

Jika harus syuting, Fanny lebih memilih-milih acara dan waktunya. "Syuting yang hanya sebentar-sebentar dan simple masih saya ambil, misalnya seperti acara kuis yang durasinya nggak lama," ungkap Fanny.

Fanny juga sedang melakukan sebuah kolaborasi dengan fashion brand REYD. Fashion brand ini merupakan muslimah sportwear yang nyaman. 

"Kolaborasi ini diharapkan sangat bermanfaat buat perempuan berhijab. Bedasarkan pengalaman saya, saya suka sekali olahraga. Saat olahraga, saya hanya menggunakan sweater dengan capuchon saja karena memang baru setahun pakai hijab, jadi saya belum tahu banyak soal sportwear khusus hijab. Sampai akhirnya, teman saya memperkenalkan kalau ada lho baju olahraga yang nyaman buat olahraga," ungkapnya. 

"Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan buat kolaborasi dengan brand REYD yang bisa di cek di Instagram saya dan Instagram @reyd_id. Jadi, baju olahraganya sangat nyaman dan nggak merepotkan waktu dipakai saat olahraga bagi perempuan berhijab," kata Fanny. 

Bicara soal kesibukan saat #DiRumahAja, Fanny juga mendampingi anak-anak sekolah di rumah lho. 

2. Meskipun pekan ASI sudah lewat, Fanny bagikan momen seru saat menyusui ketiga anaknya

2. Meskipun pekan ASI sudah lewat, Fanny bagikan momen seru saat menyusui ketiga anaknya
Popmama.com/Michael Andrew
Photoshoot dilakukan secara vitual saat pandemi virus corona

Fanny mengatakan bahwa ia sangat bersyukur bahwa perjalanan mengASIhi pada ketiga anaknya selalu berjalan dengan lancar. 

Kedua anaknya Kimora dan Kaiza berhasil melewatkan momen mengASIhi hingga berusia 2 tahun lebih. Ia berharap, bisa memberikan Dylan ASI hingga usia 2 tahun. 

"Ketiga anak saya adalah anak ASI. Ketiganya punya cerita masing-masing saat diberikan ASI. Perjuangan yang paling heboh adalah saat mengASIhi Kimora (anak pertama). Saat itu, saya syuting sinetron dan saya juga mau memberikan ASI eksklusif buat anak pertama saya. Jadi kebayang nggak sih, setiap satu jam sekali saya pumping dan langsung kirim ke rumah. Cuci botol-botol juga di lokasi syuting. Belum lagi, setiap mau pumping harus nyari tempat karena lokasinya agak susah," katanya. 

Sama dengan anak pertamanya, momen mengASIhi Kazia pun sempat harus mengalami perjuangan karena Fanny juga sedang melakukan syuting. "Untuk Dylan lebih fleksibel, nggak seheboh Kazia dan Kimora. Tapi ketiganya merasakan ketika ASI menipis, mereka harus menunggu saya syuting di mobil menunggu saya kerja, begitu payudara membengkak, saya langsung ke mobil menghampiri anak-anak untuk menyusui," ungkap Fanny. 

Editors' Picks

3. Fanny sangat bersyukur bisa memberikan ASI eksklusif untuk ketiga anaknya

3. Fanny sangat bersyukur bisa memberikan ASI eksklusif ketiga anaknya
Popmama.com/Michael Andrew
Photoshoot dilakukan secara vitual saat pandemi virus corona

Fanny merasa sangat bersyukur ketika bisa memberikan ASI Eksklusif untuk tiga anaknya. Kedua anaknya Kazia dan Kimora berhasil menerima ASI eksklusif hingga usia 2,8 bulan, ia berharap Dylan pun bisa mendapatkan ASI hingga usia lebih dari 2 tahun.

"Bagi saya, ASI bukan hanya bermanfaat bagi anak, tapi melalui menyusui saya merasa bonding Mama dan anak sangat tercipta. Jika kita memberikan ASI secara ikhlas pun, banyak pahala yang kita dapatkan sebagai seorang ibu," ucapnya.

4. Fanny berikan semangat untuk para Mama pejuang ASI

4. Fanny berikan semangat para Mama pejuang ASI
Popmama.com/Michael Andrew
Photoshoot dilakukan secara vitual saat pandemi virus corona

Fanny memberikan dukungan bagi semua Mama yang sedang menyusui. Fanny mengatakan meskipun ASI tak lancar, bukan berarti Mama berkecil hati. "Saat memberikan ASI, peran support system juga sangat memengaruhi mental ibu menyusui jadi penting banget orang-orang di sekitar Mama memberikan semangat juga," kata Fanny. 

"Jangan pernah takut saat ASI surut ya, selalu terapkan dalam pikiran kamu kalau kamu tetap bisa mengASIhi. Ada banyak Mama yang panik saat ASI-nya nggak keluar, baiknya Mama jangan panik dan stres ya karena ini nggak akan memecahkan masalah. Selalu cari tahu ke teman-teman, dokter, dan ahli untuk menemukan pemecahan masalah ini ya," ujar Fanny. 

5. Momen kecil selalu dilakukan untuk membuat keluarga semakin hangat

5. Momen kecil selalu dilakukan membuat keluarga semakin hangat
Popmama.com/Michael Andrew
Photoshoot dilakukan secara vitual saat pandemi virus corona

Bagi Fanny, nggak perlu menciptakan atau menunggu momen besar untuk membuat keluarga harmonis dan selalu terasa hangat. Kejutan kecil yang dilakukan secara rutin sangat mampu membuat keluarga terasa harmonis dan hangat. 

Contohnya saja, Fanny mengatakan bahwa sang Suami adalah sosok yang selalu menciptakan momen kecil yang dilakukan secara rutin. 

"Anak-anak suka banget surprise dan saya meskipun sudah jadi Mama juga suka kejutan. Zaky, Papanya anak-anak tuh suka banget bikin kejutan kalau pulang kerja, dia buat something weird jadi bener-bener aneh. Misalnya saat sudah malam, saya sama anak-anak sudah di kamar, tiba-tiba suami saya datang pakai kostum, pakai ember lah, bawa sapu lah, tiba-tiba masuk kamar jadi robot dengan kostum-kostum itu. Penampakan saat dia pulang selalu bikin anak-anak takjub sejak punya satu anak," ungkapnya. 

Fanny pernah bertanya kepada Zaky mengenai tingkah uniknya yang ia lakukan saat pulang kerja, menurut Zaky ia melakukan hal tersebut karena ingin anak-anaknya mengenal dirinya sebagai Papa yang lucu dan selalu kasih kejutan. 

"Kadang saya melihatnya juga bingung, tapi saya salut ketika dia sudah lelah pulang kerja, tapi masih kepikiran membuat anak-anaknya merasa senang. Buat saya, yang awalnya kaget dengan tingkah lakunya sampai akhirnya merasa kagum juga, karena idenya Zaky nggak pernah habis buat kejuatan untuk anak-anaknya. Hingga akhirnya, kebiasaan memberikan surprise ini jadi diikuti sama anak-anak. Mereka jadi suka memberikan kejutan pada saya seperti menulis Mama, I love you atau kasih bunga. Jadi anak-anak pun melakukan kebiasaan kecil yang membahagiakan orangtuanya sebagai kejutan juga," ungkapnya.

Dari kebiasaan yang dilakukan keluarga Fanny bisa terlihat ya Ma, kalau untuk menciptakan momen yang membahagiakan nggak harus menunggu hari spesial. Coba yuk di rumah!

6. Fanny mengajarkan pengenalan emosi pada anak sejak dini

6. Fanny mengajarkan pengenalan emosi anak sejak dini
Popmama.com/Michael Andrew
Photoshoot dilakukan secara vitual saat pandemi virus corona

Bagi Fanny penting sekali mengajarkan anak-anak untuk mengenalkan emosinya sejak dini. 

"Mungkin ada yang kalau anaknya menangis dan marah, dia akan minta anak buat jangan marah dan menangis dan minta mereka berhenti. Kalau saya melihat anak-anak meluapkan emosinya, saya akan biarkan dulu mereka hingga kalau sudah merasa tenang, saya akan tanya tadi kenapa menangis dan marah," 

Buat Fanny, penting orangtua memahami perasaan emosi dan perasaan anak, agar sampai dewasa mereka terbiasa dalam mengungkapkan apa yang mereka rasa, dengan ini anak-anak juga bisa peka dengan perasaan orang lain.

7. Banyak mom war di media sosial, Fanny ingin kita menghormati pola asuh yang diterapan orangtua lain

7. Banyak mom war media sosial, Fanny ingin kita menghormati pola asuh diterapan orangtua lain
Popmama.com/Michael Andrew
Photoshoot dilakukan secara vitual saat pandemi virus corona

Menanggapi banyaknya perundungan yang diterima banyak orangtua terhadap pola asuh yang diterapkan, Fanny mengatakan sebaiknya kita bisa fokus dengan pola asuh dan urusan dalam keluarga kita saja, tanpa ikut melakukan bully atau bahkna hingga mencampuri pola asuh orangtua lain. Bagi Fanny, setiap orangtua punya hal untuk memilih yang terbaik untuk anak-anaknya.

"Bully terhadap sesama orangtua biasanya terjadi di media sosial, nggak sedikit orang yang meninggalkan komentar hingga menyakiti orang yang punya media sosial ini. Menurut saya, kita harus bijak menggunakan media sosial, lebih baik fokus dengan urusan keluarga sendiri saja. In my opinion, jika memang mau komentar, cobalah tinggalkan komentar yang sopan dan hormati pilihan orangtua lain," kata pemeran Amanda dalam film Hari Untuk Amanda ini.

Sebagai informasi, perilaku merendahkan orang lain di media sosial sudah sangat marak, fenomena negatif ini termasuk menganggu secara psikologis lho.

Dalam sebuah studi yang dilansir frontiersin.org ditemukan bahwa rang-orang yang terlibat dalam perilaku merendahkan orang lain secara online memiliki tingkat Psikopati yang tinggi. Dilansir dari indy100.com, pembenci online lebih cenderung memiliki ciri-ciri psikopat, menurut satu studi untuk jurnal Frontiers in Psychology.

Jadi, bersikap penuh kebencian dalam media sosial mungkin berarti tidak memiliki banyak empati dengan orang lain atau benar-benar hanya cemburu.

Menariknya, tidak ada korelasi antara kebencian online dan narsisme atau kepribadian seperti yang dimiliki Machiavellian, di mana seseorang akan melakukan apa saja untuk kepentingannya sendiri.

Tentu saja ada batasan untuk penelitian di luar ukuran sampel yang relatif kecil. Seperti yang ditunjukkan oleh penulis, penelitian mereka "mencerminkan karakteristik pribadi hanya dari penggemar olahraga, dan bukan populasi umum".

Menganalisis psikologi pembenci dalam media sosial masih dalam tahap awal. Tetapi tampaknya memposting kata-kata kasar tentang orang yang tidak kita kenal di media sosial bukan hal yang baik.

Jadi, jika kita tidak mau disebut seorang psikopat maka bijaklah dalam menggunakan media sosial, tinggalkan komentar yang baik, dan fokus dengan urusan pribadi ya.

Itulah obrolan seru tim Popmama.com dengan Fanny Fabriana. Banyak banget pesan positif yang bisa kita dapatkan dari Mama yang energik ini. Semoga bisa menginspirasi banyak Mama ya!

#MillennialMama of the Month Edisi Agustus 2020 – Fanny Fabriana

Editor in Chief - Sandra Ratnasari
Fashion & Beauty Editor - Onic Metheany  
Reporter – FX Dimas Prasetyo, Putri Syifa Nurfadilah
Social Media - Sekar Retno Ayu
Art Designer – Shalsabilla Nursyah
Photographer - Michael Andrew

#MillennialMama of the Month

Fanny Fabriana
Millennial Mama

Fanny Fabriana

"Hormati pola asuh orangtua lain, mereka berhak tentukan yang terbaik untuk anaknya"

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.