10 Penyebab Eksim Kering yang Sering Tidak Disadari

- Eksim kering disebabkan oleh kerusakan lapisan pelindung kulit, faktor genetik, dan paparan iritan dari lingkungan.
- Reaksi alergi, stres, kebiasaan mandi yang tidak tepat, perubahan cuaca, infeksi kulit, dan penggunaan produk skincare yang tidak sesuai juga dapat memicu eksim kering.
- Kondisi medis tertentu seperti asma, alergi, atau gangguan imun juga berkaitan dengan eksim kering. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Eksim kering merupakan kondisi peradangan kulit kronis yang ditandai dengan kulit sangat kering, gatal, bersisik, hingga pecah-pecah. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), kondisi ini terjadi saat lapisan pelindung kulit tidak mampu menjaga kelembapan dengan baik.
Eksim kering bisa dialami anak-anak hingga orang dewasa dan sering bersifat kambuhan. Banyak Mama mengira eksim hanya masalah kulit kering biasa, padahal pemicunya jauh lebih kompleks.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa eksim berkaitan dengan interaksi sistem imun, genetik, dan lingkungan. Berikut ini, Popmama.com akan membahas tentang 10 penyebab eksim kering yang sering tidak disadari dan perlu Mama waspadai. Yuk simak!
1. Kerusakan lapisan pelindung kulit (Skin Barrier)

Lapisan pelindung kulit berfungsi menahan kelembapan dan melindungi dari iritan. Pada penderita eksim kering, lapisan ini rusak sehingga air mudah menguap dari kulit. Akibatnya, kulit menjadi sangat kering dan sensitif. Kondisi ini membuat kulit lebih mudah mengalami peradangan.
Kerusakan skin barrier juga memudahkan bakteri dan alergen masuk ke kulit. Inilah yang memicu gatal dan eksim berulang. American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa perbaikan skin barrier adalah kunci utama penanganan eksim. Karena itu, perawatan dasar kulit sangat penting bagi Mama.
2. Faktor genetik dan riwayat keluarga

Eksim kering sering diturunkan dalam keluarga. Jika Mama atau anggota keluarga memiliki riwayat eksim, asma, atau alergi, risikonya lebih tinggi. National Health Service, menjelaskan bahwa eksim termasuk penyakit atopik yang berkaitan dengan gen tertentu.
Gen ini memengaruhi kemampuan kulit mempertahankan kelembapan. Faktor genetik membuat eksim bisa muncul sejak kecil dan bertahan lama. Meski tidak bisa dicegah sepenuhnya, gejalanya dapat dikendalikan.
3. Paparan iritan dari lingkungan

Sabun keras, deterjen, pewangi, dan bahan kimia rumah tangga dapat memicu eksim kering. Zat-zat ini mengikis minyak alami kulit dan menyebabkan iritasi.
Menurut American Academy of Dermatology, iritan lingkungan adalah pemicu eksim yang paling sering tidak disadari. Paparan berulang memperparah kondisi kulit. Selain bahan kimia, udara dingin dan kering juga berpengaruh besar.
Ruangan ber-AC membuat kulit kehilangan kelembapan lebih cepat. Akibatnya, eksim mudah kambuh terutama di kaki dan tangan. Mama perlu lebih selektif terhadap lingkungan sekitar.
4. Reaksi alergi

Eksim kering dapat dipicu oleh alergi makanan, debu, tungau, atau bulu hewan. Saat tubuh bereaksi terhadap alergen, sistem imun memicu peradangan pada kulit.
Mayo Clinic menyebutkan bahwa respons imun berlebihan memperparah eksim. Kondisi ini sering membuat kulit semakin gatal. Reaksi alergi juga membuat eksim sulit sembuh jika pemicunya tidak dihindari.
Tanpa pengendalian alergi, salep hanya bekerja sementara. Oleh karena itu, identifikasi alergen sangat penting. Mama bisa mempertimbangkan konsultasi medis.
5. Stres dan tekanan emosional

Stres memicu pelepasan hormon yang dapat memperburuk peradangan kulit. Banyak penderita eksim mengalami kekambuhan saat stres meningkat. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa stres berperan besar dalam memperparah eksim. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari.
Selain memperparah gatal, stres juga memperlambat penyembuhan kulit. Kulit menjadi lebih sensitif dan reaktif. Mengelola stres penting untuk kesehatan kulit. Kesehatan mental dan kulit saling berkaitan.
6. Kebiasaan mandi yang tidak tepat

Mandi terlalu lama atau menggunakan air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit. Sabun berbahan keras juga memperparah kekeringan kulit. American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa kebiasaan mandi keliru sering memicu eksim. Kulit menjadi lebih rapuh dan sensitif.
Akibatnya, eksim mudah muncul kembali meski sudah diobati. Mama sebaiknya mandi singkat dengan air suam-suam kuku. Gunakan sabun lembut khusus kulit sensitif. Langkah sederhana ini sangat berpengaruh.
7. Perubahan cuaca dan kelembapan

Cuaca dingin dan udara kering membuat kulit kehilangan kelembapan lebih cepat. Kondisi ini sering memperparah eksim kering. National Health Service mencatat bahwa eksim banyak memburuk saat musim dingin. Kulit menjadi lebih mudah pecah-pecah.
Sebaliknya, keringat berlebih di cuaca panas juga dapat memicu iritasi. Perubahan suhu ekstrem membuat kulit sulit beradaptasi. Eksim pun mudah kambuh. Perawatan ekstra dibutuhkan saat cuaca berubah.
8. Infeksi kulit

Kulit eksim yang kering dan luka mudah terinfeksi bakteri atau jamur. Infeksi ini memperparah peradangan dan gatal. Mayo Clinic menyebutkan infeksi sebagai komplikasi eksim yang umum. Kondisi ini membuat penyembuhan lebih lama.
Tanda infeksi bisa berupa nyeri, nanah, atau kulit makin merah. Jika dibiarkan, kondisi bisa semakin parah. Mama perlu waspada pada perubahan kulit. Konsultasi dokter sangat dianjurkan.
9. Penggunaan produk skincare yang tidak sesuai

Produk dengan kandungan alkohol, pewangi, atau bahan keras dapat memicu eksim. Banyak Mama tidak sadar produk harian justru memperparah kondisi kulit. American Academy of Dermatology menekankan pentingnya memilih produk khusus kulit sensitif. Kesalahan produk sering menjadi pemicu utama.
Penggunaan produk yang salah menyebabkan iritasi berulang. Kulit menjadi semakin kering dan gatal. Oleh karena itu, membaca kandungan produk sangat penting. Pilih skincare yang aman untuk eksim.
10. Kondisi medis tertentu

Eksim kering sering berkaitan dengan kondisi seperti asma, alergi, atau gangguan imun. Sistem imun yang terlalu aktif memicu peradangan kulit. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa eksim sering berjalan bersamaan dengan penyakit atopik lain. Kondisi ini bersifat kronis.
Jika eksim sering kambuh tanpa pemicu jelas, pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan. Menangani kondisi dasarnya dapat membantu mengendalikan eksim. Perawatan menyeluruh sangat penting. Jangan hanya fokus pada kulit luar saja.
Eksim kering bukan masalah sepele, karena melibatkan banyak faktor dari dalam dan luar tubuh. Mengetahui 10 penyebab eksim kering yang sering tidak disadari membantu Mama menentukan perawatan yang tepat.
Eksim memang sulit sembuh total, tetapi bisa dikendalikan. Kunci utamanya adalah konsistensi, jika eksim sering kambuh atau semakin parah, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter kulit.
Penanganan sejak dini mencegah komplikasi lebih lanjut. Kulit sehat butuh perawatan yang tepat dan berkelanjutan, Mama tidak perlu menanganinya sendirian.






-UFIPxWWmLuvBl660wGmsEnNxU29ghwa2.png)











-lrYQ6icHAUuKGmVx322KuYjh7KBftV6d.png)