Pernah merasa sela jari kaki tiba-tiba gatal, perih, atau bahkan sampai terasa tidak nyaman saat berjalan? kondisi ini sering kali dianggap sepele, padahal penyebabnya bisa bermacam-macam.
7 Penyebab Gatal di Sela Jari Kaki, Bisa Jadi Tanda Infeksi!

- Gatal di sela jari kaki bisa disebabkan berbagai faktor, mulai dari infeksi jamur, dermatitis kontak, hingga kondisi kulit kronis seperti eksim dan psoriasis.
- Kudis akibat tungau, kulit terlalu kering atau lembap, serta gangguan saraf juga dapat memicu rasa gatal yang mengganggu di area sela jari kaki.
- Menjaga kebersihan kaki, menghindari kelembapan berlebih, dan memakai alas kaki yang tepat penting untuk mencegah infeksi serta iritasi penyebab gatal.
Mulai dari kaki yang terlalu lembap karena sering memakai sepatu tertutup, kulit yang iritasi, sampai tanda adanya infeksi tertentu.
Area sela jari kaki memang punya kondisi yang rentan sebagai tempat munculnya masalah kulit. Bagian ini cenderung hangat, mudah berkeringat, dan minim sirkulasi udara, terutama kalau kaki sering tertutup sepatu dalam waktu lama. Karena itu, rasa gatal di sela jari kaki sebaiknya jangan dianggap biasa.
Yuk, kenali 7 penyebab gatal di sela jari kaki yang akan Popmama.com bahas berikut ini!
Table of Content
1. Infeksi jamur

Rasa gatal di sela jari kaki umumnya disebabkan oleh infeksi jamur atau yang dikenal dengan sebutan athlete’s foot (tinea pedis).
Mengutip dari Healthline, jamur tumbuh sangat baik di area yang hangat dan lembap, seperti kaki yang sering tertutup sepatu dalam waktu lama atau mudah berkeringat. Karena itu, sela jari kaki jadi salah satu area yang paling rentan terkena infeksi ini.
Gejalanya pun bukan cuma gatal biasa. Kulit di sela jari kaki bisa tampak memutih, mengelupas, pecah-pecah, terasa perih, bahkan muncul lepuhan kecil. Pada beberapa orang, rasa gatalnya juga terasa seperti terbakar dan makin parah setelah melepas sepatu.
Infeksi ini juga mudah menular, terutama dari lantai kamar mandi umum, kolam renang, atau handuk yang dipakai bersama.
2. Dermatitis kontak

Kalau rasa gatal muncul setelah memakai sandal atau sepatu tertentu, bisa jadi penyebabnya adalah dermatitis kontak. Menurut Medical News Today, kondisi ini terjadi ketika kulit bereaksi terhadap bahan tertentu, misalnya karet, lem pada alas kaki, pewarna kaus kaki, atau bahan sintetis lainnya.
Biasanya, sela jari kaki akan terasa gatal, kemerahan, sedikit bengkak, atau tampak bersisik. Gesekan sepatu ditambah kondisi kaki yang berkeringat bisa membuat iritasinya makin terasa. Beberapa orang bahkan merasa perih saat berjalan karena kulit menjadi lebih sensitif dari biasanya.
3. Eksim dan psoriasis

Rasa gatal di sela jari kaki juga bisa berkaitan dengan kondisi kulit kronis, seperti eksim atau psoriasis.
Dilansir dari Revival Research Institute, eksim dishidrotik sering menyebabkan lepuhan kecil berisi cairan di sela jari kaki yang terasa sangat gatal dan panas. Saat lepuhannya mulai mengering, kulit biasanya berubah jadi pecah-pecah, kasar, dan terasa perih.
Sementara itu, psoriasis di sela jari kaki kadang tampak berbeda dibanding psoriasis biasa. Area kulit yang lembap membuat psoriasis di sela jari cenderung terlihat merah, licin, dan terasa nyeri atau gatal tanpa sisik tebal seperti di bagian tubuh lain.
4. Kudis (scabies)

Kalau kamu pernah merasakan gatal yang sangat mengganggu, terutama makin parah di malam hari, kemungkinan lain yang perlu diwaspadai adalah kudis atau scabies.
American Family Urgent Care menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh tungau mikroskopis bernama Sarcoptes scabiei yang masuk ke bawah lapisan kulit. Sela jari kaki sendiri termasuk area yang sering jadi tempat tinggal tungau karena kulitnya tipis dan hangat.
Selain rasa gatal hebat, biasanya muncul juga bentol kecil atau ruam mirip jerawat. Karena mudah menular lewat kontak langsung atau berbagi barang pribadi, kondisi ini perlu segera ditangani supaya tidak menyebar ke area tubuh lain atau orang di rumah.
5. Kulit terlalu kering atau terlalu lembab

Ternyata, sela jari kaki yang terlalu kering maupun terlalu lembap sama-sama bisa memicu rasa gatal. Kulit yang terlalu kering bisa kehilangan kelembapan alaminya sehingga terasa kasar, pecah-pecah, dan gampang iritasi.
Sebaliknya, kaki yang terlalu sering berkeringat atau lembap juga bisa bermasalah. Kondisi ini disebut maserasi, yaitu ketika kulit jadi terlalu lunak karena terus terkena kelembapan. Biasanya kulit tampak putih, lembek, dan terasa gatal atau perih akibat gesekan antarjari.
6. Gangguan sarag (neuropati perifer)

Selain masalah kulit, rasa gatal di sela jari kaki ternyata juga bisa disebabkan oleh gangguan saraf. Kondisi ini disebut sebagai neuropati perifer, yang cukup sering dialami oleh penderita diabetes atau orang dengan kerusakan saraf tertentu.
Gatal yang muncul biasanya terasa aneh karena tidak membaik meski digaruk. Sebagian orang juga merasakan sensasi seperti tertusuk jarum, kesemutan, atau rasa panas di area kaki. Kalau gatal muncul terus tanpa perubahan pada kulit, kondisi ini sebaiknya diperiksa lebih lanjut.
7. Gigitan serangga atau larva cacing

Meski jarang disadari, rasa gatal di sela jari kaki juga bisa dipicu gigitan serangga kecil, tungau, bahkan larva cacing. Gigitan kutu atau tungau bisa meninggalkan bentol merah kecil yang terasa sangat gatal di sela jari kaki.
Oleh karena itu, penggunaan alas kaki dan mengurangi bertelanjang kaki sangat disarankan untuk menghindari risiko gigitan serangga.
Selain itu, berjalan tanpa alas kaki di tanah atau pasir yang terkontaminasi dapat membuat larva cacing masuk ke bawah kulit. Biasanya ditandai dengan rasa gatal intens, panas, dan muncul garis kemerahan di bawah kulit.
Itulah 7 penyebab gatal di sela jari kaki yang mungkin kamu alami. Itu sebabnya, menjaga kesehatan kaki dan sepatu atau sandal yang digunakan sangatlah penting untuk menjaga kebersihan dan terhindar dari rasa gatal.


















-sANiZlZEqaRr4ZMINtnBIIDnKBJ2WXyv.jpg)
