Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
RS Kanker Dharmais Perkuat Diagnostik Presisi dengan Teknologi NGS
Dok. AstraZeneca Indonesia
  • RS Kanker Dharmais berkolaborasi dengan AstraZeneca Indonesia memperkuat diagnostik presisi menggunakan teknologi NGS untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan identifikasi biomarker kanker di Indonesia.

  • Teknologi NGS memungkinkan analisis berbagai gen secara simultan, membantu dokter memahami karakteristik molekuler kanker payudara, paru, dan CLL agar terapi lebih tepat dan personal.

  • Inisiatif ini mencakup peningkatan kapabilitas klinis, optimalisasi alur kerja pengujian, serta standarisasi pelaporan hasil guna mempercepat diagnosis dan mendukung pengobatan inovatif bagi pasien kanker.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rumah Sakit Kanker Dharmais dan AstraZeneca kerja bareng pakai alat baru namanya NGS. Alat itu bisa bantu dokter lihat lebih jelas sakit kanker di tubuh orang. Banyak orang di Indonesia kena kanker payudara dan paru-paru. Sekarang dokter bisa tahu lebih cepat dan kasih obat yang pas buat tiap pasien supaya bisa sembuh lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kanker saat ini masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia dengan lebih dari 408 ribu kasus setiap tahunnya. WHO mengungkapkan kasus kanker payudara dan kanker paru jadi yang paling banyak ditemukan.

Sering kali variasi profil molekuler belum sepenuhnya teridentifikasi dengan cepat dan tepat pada kanker payudara atau diagnosis yang terlambat dan keterbatasan informasi pada kanker paru menyebabkan kondisi fatal.

Tantangan penanganan kanker bukan hanya pada jumlah kasusnya saja, tetapi juga kompleksitas biologis yang berbeda tiap pasien. Untuk itu, diagnostik presisi semakin penting untuk memahami profil molekuler kanker yang mendalam.

Menyoroti hal tersebut, RS Kanker Dharmais dan AstraZeneca Indonesia perkuat diagnostik presisi dengan teknologi NGS. Simak informasi selengkapnya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!

Penguatan Diagnostik Bantu Pasien Dapat Terapi Sesuai Karakteristik Penyakit

ilustrasi dokter dan pasien (unsplash.com/National Cancer Institute)

Selain adanya terapi inovatif, penguatan ekosistem diagnostik juga sangat membantu pasien dalam memperoleh terapi yang tepat dan sesuai dengan penyakitnya. 

Kolaborasi yang menghasilkan teknologi NGS ini didasari kebutuhan untuk memperkuat alur diagnostik kanker agar dokter dapat memperoleh informasi biomarker yang lebih jelas sejak awal. 

“Kolaborasi strategis ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kapasitas penanganan kanker, khususnya melalui penguatan layanan diagnostik presisi,” ungkap dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Diharapkan juga teknologi ini dapat membantu pasien mendapatkan pengobatan dan terapi inovatif yang sesuai dengan profil penyakitnya. 

Diketahui inisiatif tersebut juga mencakup penguatan kapabilitas klinis dan diagnostik, optimalisasi alur kerja pengujian, serta peningkatan proses analisis biomarker genomik dan pelaporan hasil agar menjadi lebih cepat, akurat, dan terstandarisasi.

“Komitmen ini tidak hanya diwujudkan melalui terapi inovatif, tetapi juga melalui penguatan ekosistem diagnostik yang dapat membantu pasien memperoleh terapi yang tepat sesuai karakteristik penyakitnya,” ujar Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, dikutip dari siaran pers.

Teknologi NGS Memberikan Diagnostik Presisi dan Mendalam

Dok. AstraZeneca Indonesia

Kompleksitas biologis pasien kanker bisa berbeda-beda meskipun diagnosisnya sama. Bisa saja karakteristik molekulernya berbeda, sehingga informasi diagnostik yang lebih komprehensif sangat penting untuk mendukung strategi penanganan yang lebih tepat dan personal.  

“Pemeriksaan molekuler yang komprehensif seperti NGS membantu dokter memahami karakteristik biologis penyakit secara lebih spesifik, sehingga keputusan terapi dapat didukung oleh informasi yang lebih kuat, presisi, dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien,” ungkap Dr. dr. Arif Riswahyudi Hanafi, Sp.P (K) Onk.

Dokter Arif menegaskan waktu dan informasi biomarker menjadi sangat penting dalam menentukan arah penanganan pasien kanker paru, terutama ketika penyakit terdiagnosis pada stadium lanjut.

Pemanfaatan NGS pada pasien kanker payudara juga dapat mengidentifikasi berbagai perubahan pada gen yang berkaitan dengan kanker secara simultan, sehingga keputusan klinis dapat dibuat lebih terinformasi, tepat, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing pasien.

“Pada kanker payudara HR+/HER2−, misalnya, pemahaman terhadap biomarker menjadi semakin penting karena dapat memberikan gambaran lebih mendalam mengenai karakteristik molekuler tumor,” ujar dr. Abdul Muhaimin Husein, M.Sc, Sp.B (K) Onk. 

NGS Mempercepat Proses Diagnosis dan Informasi Pasien

ilustrasi dokter menjelaskan diagnosa (freepik.com/freepik)

Pola kerja NGS memungkinkan pemetaan biomarker genomik secara komprehensif dari sampel jaringan maupun darah. Teknologi ini membantu menghubungkan profil molekuler kanker dengan opsi terapi yang paling relevan bagi pasien. 

“NGS sebagai alat diagnostik presisi memungkinkan pemeriksaan berbagai biomarker genomik secara komprehensif dalam satu kali pemeriksaan,” kata dr. Eka Widya Khorinal, Sp.PD-KHOM, FINASIM dalam siaran pers.

Kemampuan menganalisis berbagai gen secara simultan membuat NGS dapat mempercepat proses diagnosis dan menghasilkan informasi yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan biomarker tunggal. 

Diketahui implementasi NGS dalam kolaborasi ini mencakup pemeriksaan pada kanker payudara HR+/HER2-, kanker paru jenis Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) adenocarcinoma, serta CLL. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi hingga 45 jenis mutasi gen pada kanker payudara dan kanker paru, serta 23 jenis mutasi gen pada CLL secara efisien.

Itu dia penjelasan mengenai RS Kanker Dharmais perkuat diagnostik presisi dengan teknologi NGS.

Dengan teknologi ini, diagnosis kanker paru dan kanker payudara di Indonesia diharapkan semakin presisis agar penanganannya cepat sehingga angka kematian semakin menurun.

Editorial Team

Related Article