Kanker saat ini masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia dengan lebih dari 408 ribu kasus setiap tahunnya. WHO mengungkapkan kasus kanker payudara dan kanker paru jadi yang paling banyak ditemukan.
Sering kali variasi profil molekuler belum sepenuhnya teridentifikasi dengan cepat dan tepat pada kanker payudara atau diagnosis yang terlambat dan keterbatasan informasi pada kanker paru menyebabkan kondisi fatal.
Tantangan penanganan kanker bukan hanya pada jumlah kasusnya saja, tetapi juga kompleksitas biologis yang berbeda tiap pasien. Untuk itu, diagnostik presisi semakin penting untuk memahami profil molekuler kanker yang mendalam.
Menyoroti hal tersebut, RS Kanker Dharmais dan AstraZeneca Indonesia perkuat diagnostik presisi dengan teknologi NGS. Simak informasi selengkapnya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!
