5 Cara Budidaya Stroberi di Pekarangan Rumah

Menanam stroberi di rumah yuk!

26 Februari 2019

5 Cara Budidaya Stroberi Pekarangan Rumah
Freepik/Jcomp

Stroberi merupakan buah yang kaya akan vitamin C, stroberi pun memiliki cita rasa manis dan asam. Lebih dari itu, stroberi dapat diolah menjadi selai, jus, maupun toping untuk ice cream.

Kini sudah banyak kegiatan budidaya tanaman stroberi di Indonesia. Asal tanaman yang berasal dari benua Amerika ini dapat kamu tanam di pekarangan rumahmu, lho.

Untuk menanam stroberi cukup dengan menyiapkan pot atau polybag saja. Yuk, berkebun untuk meningkatkan kemampuanmu dalam bertani. Berikut Popmama.com sajikan 5 cara menanam buah stroberi. 

1. Siapkan bibit dan polybag

1. Siapkan bibit polybag
Freepik

Stroberi merupakan tanaman sepanjang musim yang bisa kamu tanam di halaman rumahmu. Nah, sebagai langkah awal kamu harus menyiapkan bibit maupun polybagnya.

• Dalam menyiapkan bibit, kamu bisa membeli bibit buahnya di toko tanaman atau melakukan pembibitan vegetatif dengan mengambil bagian batang tanaman sebagai cikal bakal tanamannya.

• Kemudian pilihlah polybag atau pot besar dengan lubang drainase di bagian dasarnya. Jika kamu ingin memakai pot, sebaiknya memilih pot yang memiliki berdiameter 41-46 sentimeter. Dengan ukuran tersebut maka tanaman dapat tumbuh dengan baik dan lubang yang ada di bagian dasar pot akan membantu melancarkan drainase tanah.

• Jika semua tersedia, jangan lupa media pengisi terdiri dari susunan tanah dan pupuk dengan perbandingan 1:1. Selanjutnya tempatkan di bawah paparan cahaya matahari langsung selama 6-10 jam setiap harinya, ya. Pada area penanaman juga harus menyerap air dengan mudah. Sebaiknya jauhkan dari sekitar perairan terbuka. 

2. Menggali lubang

2. Menggali lubang
Freepik

Langkah berikutnya yaitu:

• Buatlah lubang di bagian pot atau tanah, lalu tanam bibit stroberi atau batang buahnya ke dalamnya. Kamu bisa menggali tanah dengan menggunakan sekop. Galilah lubang yang cukup dalam untuk menampung akar pohonnya. Kamu bisa membuat lubang dengan kedalaman 10-20 sentimeter. Pastikan tanah harus dalam kondisi kering. Jika hujan turun, tunggulah kondisi tanah sampai kering sebelum menanam stroberi.

• Setelah lahan tanam siap, selanjutnya tuang bibit stroberi ke dalam lubang tanah tersebut. Sebaiknya hindari menanam stroberi di lahan atau bekas pot yang sebelumnya pernah ditanami tanaman lain seperti tomat atau cabai. Hal tersebut bisa menyebabkan jamur menyebar dan mengganggu tanaman stroberinya kelak.

Editors' Picks

3. Penyiraman dan pemupukan

3. Penyiraman pemupukan
Freepik

Langkah selanjutnya yaitu penyiraman dan pemupukan.

• Siramlah tanaman stroberi dengan rutin dari mulai pembibitan hingga memasuki fase generatif. Lakukan penyiraman secara berkala untuk memelihara kelembaban media tanam, jangan biarkan tanaman tampak kering. Bila perlu siram bibit tersebut setiap pagi dan sore, ya. Gunakan juga  teknik penyiraman pada bagian bawah tanaman. Hindari menyiram bagian buah dan daun tanaman karena dapat memicu perkembangan jamur atau pembusukan tanaman. 

• Selanjutnya agar tanaman di polybag lebih cepat berbuah, setelah memasuki usia 2 bulan lakukan juga pemupukan secara rutin. Usahakan selalu memberi pupuk organik pada tanaman stroberi dan saat memberi pupuk untuk tidak mengenai organ tanaman seperti batang, daun, dan buahnya sesuai dosisnya. Lalu berikan pupuk tambahan jika kondisi tanah kurang subur.

4. Membasmi hama dan penyakit pada tanaman stroberi

4. Membasmi hama penyakit tanaman stroberi
Freepik/Bearfotos

Tahukah kamu? Ada beragam jenis serangga yang menyukai  tanaman stroberi, seperti ulat, kumbang, kutu daun, hingga kutu thrip.

• Untuk mengusirnya, gunakan cairan insektisida khusus stroberi dan semprotkan pada tanamannya. Sebelum menyemprotnya, usahakan agar membaca label untuk memastikan produk aman digunakan untuk tanaman di rumah. Lalu ikuti petunjuk penggunaan yang tertera di label kemasan dan gunakan dengan tepat.

• Gunakan juga fungisida pada tanaman untuk mencegah penyakit. Tanaman stroberi rentan terhadap beragam jenis jamur, seperti embun tepung atau grey mold. Untuk langkah ini sebaiknya memakai produk fungisida yang diformulasikan khusus untuk tanaman rumahan. Cara pemakaiannya ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada label dan kemudian tutupi tanaman stroberi dengan jaring agar burung tidak dapat memakan buah stroberinya.

5. Waktu pemanenan

5. Waktu pemanenan
Freepik/xb100

Nah, sebagai tahap akhir yakni pemanenan buah stroberi. Di mana tanaman stroberi dapat dikatakan siap panen jika tampak kulit buah yang mulai memerah, memiliki tepi daunnya yang mulai menguning dan batang pohonnya sudah agak mengering. Sementara untuk pemanenan berlangsung setelah tanaman tersebut sudah berumur 2 bulan.

• Untuk pemanenan maka lakukan dengan memakai gunting khusus pemetikan buah, ya. Petik buahnya dengan alat tersebut secara perlahan. Untuk pemetikan stroberi sebaiknya jangan dilakukan pada siang hari, karena tanaman sedang mengalami penguapan yang cukup tinggi. Kamu bisa memetiknya saat pagi dan sore hari setiap 4-5 hari sekali. Apabila melihat sebanyak  ¾ bagiannya sudah berwarna merah, maka stroberi siap dipetik. Gunakan keranjang sebagai wadah menaruh stroberi. Caranya yakni memuutar dahannya untuk memetiknya dari tanaman.

Jika buah stroberimu dipetik, maka cucilah buahnya. Kamu pun bisa menyantapnya atau dijual dengan membungkusnya secara rapi.

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!