Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Dekorasi Ruang Bermain di Rumah yang Seru, Aman, dan Tetap Rapi

5 Tips Dekorasi Ruang Bermain di Rumah yang Seru, Aman, dan Tetap Rapi
Popmama.com/Azhari Farizky/AI
Intinya Sih
  • Tidak perlu ruangan khusus yang luas. Sudut kecil di dalam rumah pun bisa disulap menjadi area bermain yang nyaman dan fungsional.

  • Pilihan warna dan sistem penyimpanan yang tepat menentukan apakah ruang bermain terasa menyenangkan bagi anak sekaligus tetap rapi di mata orangtua.

  • Dinding kreatif seperti chalkboard wall atau wallpaper edukatif bisa merangsang imajinasi anak tanpa membutuhkan biaya dekorasi yang besar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Memiliki ruang bermain khusus di dalam rumah bukan sekadar soal kemewahan, melainkan tentang memberikan ruang aman bagi anak untuk bereksplorasi, bergerak bebas, dan menyalurkan energinya secara positif. Lebih dari itu, keberadaan ruang bermain yang terpisah juga membantu rumah tetap rapi karena mainan tidak lagi berserakan di ruang tamu, kamar tidur, atau ruang makan.

Merancang ruang bermain yang ideal tidak harus rumit atau mahal. Kuncinya ada pada penataan yang fungsional, pemilihan elemen dekorasi yang mendukung tumbuh kembang anak, serta memastikan keamanan di setiap sudutnya menjadi prioritas utama.

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa tips dekorasi ruang bermain di rumah yang bisa langsung dijadikan inspirasi.

Yuk, disimak tipsnya!

Deretan Tips Dekorasi Ruang Bermain di Rumah

1. Pilih skema warna yang sesuai dengan fungsi ruangan

Dekorasi Ruang Bermain di Rumah
Popmama.com/Azhari Farizky/AI

Warna adalah elemen pertama yang membentuk suasana sebuah ruangan, dan efeknya pada anak jauh lebih besar dari yang disadari.

Untuk ruang bermain yang berdiri sendiri terpisah dari kamar tidur, warna-warna cerah dan berani seperti kuning, biru muda, atau hijau segar bisa menciptakan atmosfer ceria yang mendorong semangat bermain dan bereksplorasi.

Sebaliknya, jika ruang bermain digabungkan dengan area tidur atau belajar, maka pilihan warna pastel lembut dan earthy color seperti krem, cokelat muda, atau hijau sage lebih dianjurkan karena memberi kesan menenangkan yang membantu anak lebih mudah beristirahat.

Untuk anak balita, warna-warna neon yang mencolok justru disarankan karena bisa merangsang perkembangan penglihatan warna mereka.

2. Sediakan sistem penyimpanan yang ramah anak

Dekorasi Ruang Bermain di Rumah
Popmama.com/Azhari Farizky/AI

Ruang bermain yang baik bukan hanya menyenangkan untuk digunakan, tetapi juga mudah dirapikan kembali oleh anak itu sendiri.

Gunakan rak terbuka dengan ketinggian yang bisa dijangkau anak agar mereka bisa mengambil dan mengembalikan mainan secara mandiri. Lemari yang terlalu tinggi justru mendorong anak memanjat dan berisiko jatuh.

Storage box berwarna-warni atau keranjang anyaman yang diberi label gambar bisa membuat proses membereskan mainan terasa seperti bagian dari permainan itu sendiri. Membiasakan anak terlibat dalam merapikan ruang bermainnya sejak dini juga secara tidak langsung melatih tanggung jawab serta kemandirian mereka.

3. Manfaatkan dinding sebagai area kreatif

Dekorasi Ruang Bermain di Rumah
Popmama.com/Azhari Farizky/AI

Dinding kosong di ruang bermain merupakan kanvas yang sayang untuk dibiarkan begitu saja. Mengaplikasikan chalkboard paint pada salah satu sisi dinding memberi anak kebebasan menggambar dan menulis sesuka hati tanpa harus khawatir merusak permukaan lain, sekaligus menciptakan elemen interaktif yang terus berganti-ganti sesuai kreativitas mereka.

Alternatif lain yang juga populer, yakni dengan menempelkan wallpaper edukatif berisi huruf, angka, peta dunia, atau gambar binatang.

Elemen visual seperti ini bisa merangsang rasa ingin tahu anak secara alami dalam suasana bermain yang santai, jauh dari kesan belajar formal yang kaku.

4. Hadirkan sudut bermain imajinatif

Dekorasi Ruang Bermain di Rumah
Popmama.com/Azhari Farizky/AI

Sebuah tenda kecil, teepee, atau playhouse mini di sudut ruangan bisa menjadi favorit anak karena menghadirkan dimensi bermain peran yang merangsang imajinasi mereka.

Area seperti ini memberi anak rasa memiliki "ruang privat" kecil di dalam ruang bermain. Area ini juga bisa difungsikan sebagai sudut membaca yang nyaman saat suasana hati berubah.

Tambahkan karpet empuk atau foam mat di area ini untuk kenyamanan dan keamanan ekstra, terutama untuk anak usia balita yang masih sering terjatuh saat bergerak.

Bagi rumah dengan lahan terbatas, area bawah tangga atau sudut ruang keluarga yang tidak terpakai bisa diubah menjadi spot bermain imajinatif serupa dengan tambahan bean bag kecil dan pencahayaan hangat.

5. Utamakan keamanan dalam setiap detail dekorasi

Dekorasi Ruang Bermain di Rumah
Popmama.com/Azhari Farizky/AI

Estetika ruang bermain yang cantik tidak ada artinya jika tidak aman bagi anak. Pastikan semua furnitur memiliki sudut tumpul atau diberi pelindung sudut, gunakan karpet atau alas bermain anti-slip di seluruh area lantai, dan hindari elemen dekorasi berukuran kecil yang berpotensi tertelan oleh anak balita.

Pencahayaan alami yang cukup juga perlu dipastikan karena mendukung kesehatan mata dan suasana hati anak selama bermain.

Selain itu, pastikan juga bahwa rak dan lemari penyimpanan dipasang dengan benar ke dinding agar tidak mudah roboh saat dipanjat. Ruang bermain yang dirancang dengan prioritas keamanan membuat orangtua bisa mengawasi dari jarak wajar tanpa terus-menerus merasa khawatir, dan memberi anak kepercayaan diri untuk bereksplorasi lebih bebas.

Itulah beberapa tips dekorasi ruang bermain di rumah yang bisa disesuaikan dengan ukuran ruang, usia anak, maupun anggaran yang tersedia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo

Related Articles

See More