- anak jadi sulit mau mengalah,
- sulit toleransi,
- sulit melihat dan menerima keberhasilan orang lain,
- berani memanipulasi sesuatu,
- atau bahkan terdorong untuk melakukan pem-bully-an.
Setiap Anak Itu Unik, Ketahui Dampak Baik dan Buruk Rivalry Sibling

Anak tumbuh dengan kondisi dan karakter yang unik. Memahami hal ini secara lebih dalam, berarti sebagai orangtua, Mama harus memiliki kesanggupan untuk menerima keadaan masing-masing anak.
Cara mendidik belum tentu sama antara anak yang satu dengan yang lain, tapi nilai yang diajarkan sebenarnya sama. Misalkan mengajarkan saling menyayangi, toleransi dan membiasakan budaya tolong-menolong.
Semua itu harus diajarkan sejak anak kecil. Sedini mungkin anak dijelaskan dan dipandu bagaimana menjadi orang yang baik terhadap sesama.
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, pertengkaran antara saudara mungkin saja terjadi.
Saat usia mereka masih kecil memang ada saatnya terjadi perselisihan. kadang si Kakak yang suka mengganggu adiknya atau adiknya yang meledek kakaknya. Ini sangat natural, justru ini yang membuat sebuah keluarga terasa hangat.
Namun tidak menutup kemungkinan, perselisihan terjadi terus-menerus hingga anak remaja atau dewasa. Hal ini berpotensi memiliki dampak buruk pada perkembangannya nanti, entah pada si kakak atau adiknya.
Terlepas dari peran ‘pertengkaran’ tersebut sebagai bagian dari pertumbuhan, hal tersebut juga bisa meninggalkan jejak buruk pada masa depannya, khususnya terkait dengan kesehatan mental anak-anak mama.
Sikap Mama dan Papa dalam menyikapi pertengkaran anak-anak sangatlah penting. Tanpa sadar kadang sikap memihak menjadi penyebab terjadinya rivalry sibling.
Berikut Popmama.com membahas tentang rivalry sibling lebih lanjut.
1. Apa itu rivalry sibilng?

Rivalry sibling adalah kompetisi yang terjadi antar saudara, baik adik atau kakak yang berjenis kelamin sama atau berbeda. Kondisi ini diwarnai dengan rasa saling tidak mau kalah, cemburu, egois yang mendominasi dan penuh persaingan.
Rivalry sibling kadang terjadi karena memperebutkan perhatian dan kasih sayang dari orangtua dan orang-orang di sekitar. Rasa haus akan pengakuan bisa menjadi pemicunya.
Kondisi ini tidak hanya terjadi pada kakak-beradik yang beda usianya sedikit saja lho, Ma. Kadang perbedaan usia yang jauh pun juga masih mungkin mengalami rivalry sibling atau kompetisi ketat di dalam keluarga.
2. Dampak buruk rivalry sibling

Rivalry sibling berpengaruh pada kondisi kesehatan mental anak. Tidak jarang anak jadi berperilaku tidak baik karena kondisi ini.
Kesehatan mental anak bisa terganggu karena pada pertengkaran ada perasaan takut atau tekanan yang berlebihan.
Rasa takut berlebihan atau tekanan lainnya kadang justru bisa disebabkan oleh perlakuan orangtua pada anak atau tekanan datang dari saudaranya sendiri.
Nantinya, dikhawatirkan dampak buruk ini terjadi pada si kecil:
Bisa jadi anak merasa tekanan yang berkelanjutan dari sikap saudaranya sehingga membuat mereka merasa kurang bebas berekspresi bila berada di sekitar saudaranya tersebut.
Sayangnya hal ini mungkin jarang tampak di mata orangtua.
Kebanyakan pertengkaran atau lebih ekstrim lagi perkelahian antar saudara merupakan sebuah fenomena yang dianggap biasa sehingga jarang diperhatikan oleh orangtuanya, berbeda ketika mereka berkelahi dengan temannya.
Perlu dicermati juga nih Ma, hal tersebut juga memiliki dampak buruk pada masa depan mereka.
Setelah terbiasa mem-bully saudaranya di rumah, rasa arogansi yang tinggi jadi tumbuh dan terpelihara dalam diri sang Anak. Hasilnya, tidak menutup kemungkinan anak melakukan pem-bully-an pada temannya di sekolah.
3. Dampak baik rivalry sibling

Tidak hanya dampak buruk, sebenarnya ada juga efek baik yang terjadi pada anak ketika rivalry sibling dibawa ke arah yang lebih positif. Di sini peran orangtua sangat penting dalam mengamati perilaku anak di kehidupan sehari-hari.
Contohnya adalah dengan membuat mereka berkompetisi untuk menjadi lebih baik. Biasanya hal ini dilakukan dengan mendampingi anak dan memberikan motivasi. Label seperti si cerdas, si rajin, si jago olahraga, si jago musik, dan sebagainya kadang berhasil menjadi bahan bakar semangat agar anak menjadi lebih maju.
Untuk itu orangtua juga perlu belajar bagaimana mengolah rivalry sibling mengarah ke tujuan yang positif. Mama juga perlu lebih peka dengan reaksi anak ketika diberikan motivasi, karena tidak semua kalimat motivasi akan diterima dengan cara yang sama oleh setiap anak.
Mama juga perlu menghargai perbedaan masing-masing anak dan menunjukkan di depan mereka bagaimana cara memperlakukan orang dengan baik. Dengan begitu mereka akan lebih menghargai perbedaan, mereka juga bisa lebih berkonsentrasi pada kemampuan mereka masing-masing.
Itulah yang perlu orangtua ketahui mengenai apa itu rivalry sibling serta dampak baik dan buruknya bagi anak. Semangat terus ya, Ma untuk mengajarkan hal positif ke si Kecil.
Baca juga:



















