Anak Menjadi Korban Bully, Ussy Sulistiawaty Berusaha 'Pasang Badan'

Orangtua mana yang tega saat anak-anak terkena bully

4 Desember 2018

Anak Menjadi Korban Bully, Ussy Sulistiawaty Berusaha 'Pasang Badan'
Instagram.com/ussypratama

Keluarga Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama sedang diusik oleh beberapa komentar negatif yang menyerang anak-anak mereka. 

Saat Ussy Sulistiawaty mengunggah sebuah foto bersama keempat buah hatinya ada saja komentar negatif warganet yang berusaha menghina anak-anaknya. 

'Nitizen maha benar' seolah menyarankan istri dari Andhika Pratama ini untuk tidak perlu bergaya seolah masih muda dan seharusnya bisa lebih memerhatikan penampilan dari anak-anaknya.

Kalian ada karena cinta orangtua kalian, ibu dan ayah kalian. Kalian lahir dari rahim seorang ibu, kalian bukan keluar dari perut batu. Anak-anakku Amel Ara Elea Sheva, aku akan lakukan apapun buat 4 bidadari ini. APAPUN! Tertawalah wahai para pem-bully anak-anakku. Tersenyumlah sepuasnya, semoga sakit hatiku terbalaskan apapun jalannya. Amin.

Komentar dari para warganet membuat Ussy Sulistiawaty geram dan langsung membela Amel, Ara, Elea dan juga Sheva.

“Seorang ibu akan diam dan menerima jutaan hinaan untuk dirinya, tetapi tidak untuk anak-anaknya,” tulis Ussy Sulistiawaty di salah satu deskripsi Instagram pribadinya. 

Jika Mama sedang berada dalam posisi sama seperti Ussy Sulistiawaty, usahakan untuk tidak terlalu bersedih. Apalagi sampai harus menangis atau terlihat murung di depan anak-anak.

Kenyamanan si Kecil tentu akan terganggu dan dirinya merasa bersalah karena sudah membuat Mama bersedih. 

Berikut beberapa rangkuman dari Popmama.com mengenai pertolongan pertama yang bisa diberikan kepada si Kecil. Ini tentu dapat membantu perasaannya yang sedih saat dibanding-bandingkan dengan saudaranya sendiri. 

Semoga bisa diterapkan sendiri ya, Ma!

1. Berusaha mengembalikan kepercayaan diri anak

1. Berusaha mengembalikan kepercayaan diri anak
Pixabay/nastya_gepp

Mama pasti mengerti perasaan si Kecil saat dirinya terus dibanding-bandingkan dengan orang lain bahkan terhadap saudaranya sendiri. 

Perasaan sedih, kecewa dan marah itu pasti ada. Semua perasaan yang dirasakan si Kecil tentu wajar, tentunya semua orang tidak akan ada yang suka bila harus dibanding-bandingkan. 

Berusahalah untuk mengembalikan kepercayaan dirinya sebelum anak mama tumbuh menjadi seseorang yang minderan atau terkesan tidak percaya diri. Jangan terlalu menganggap perasaan yang terjadi pada si Kecil ini sepele, bila dibiarkan begitu saja dirinya akan terus merasa kalau orang lain jauh lebih baik darinya. 

Salah satu tugas Mama yaitu perlu sekali mengembalikan rasa kepercayaan dirinya kembali seperti semula.

Baca juga: Cara Meningkatkan Percaya Diri Anak Menurut Pakar Psikologis

Baca juga: 7 Hal yang Bisa Bikin Si Kecil Jadi Nggak Percaya Diri!

2. Mengajak anak berdiskusi

2. Mengajak anak berdiskusi
Freepik

Bila anak terlihat murung setelah dirinya dibanding-bandingkan dengan orang lain, cobalah untuk mengajaknya berdiskusi. 

Tak jarang orang yang sering dibandingkan akan berusaha menarik diri dari lingkungan sosialnya. Berusahalah agar si Kecil membatasi lingkungan pergaulan, merasa kurang percaya diri, sulit beradaptasi, kurang bisa bergaul hingga menjadi sasaran bully oleh teman-temannya yang lain. 

Saat merasa terintimidasi akibat sering dibandingkan, terkadang anak-anak sulit untuk bercerita atau berkomunikasi dengan orangtuanya sendiri. Berdiskusi dengan si Kecil untuk membantunya mengeluarkan segala perasaannya. 

Mama harus bisa membuat si Kecil merasa dirinya berharga seperti dengan memberikan sebuah pelukan, ciuman hangat atau sekedar berusaha mendengar keluh kesahnya. 

Editors' Picks

3. Menjadi pelindung untuk anak

3. Menjadi pelindung anak
Freepik/Prostooleh

Setiap orang yang dibanding-bandingkan dengan orang lain pasti merasa dirinya terintimidasi. Sebagai orangtua, Mama harus bisa menjadi seorang pelindung untuk si Kecil bagaimanapun caranya. 

Perasaan aman dan nyaman harus bisa dirasakan si Kecil agar dirinya tidak merasa kesepian. Bahkan jangan sampai dirinya menganggap kehidupannya tidaklah berharga, perasaan seperti ini kerap muncul saat tidak ada orang yang bisa menjaga dan membantunya kembali bangkit. 

Tetaplah hadir dalam setiap momen yang terjadi pada si Kecil, termasuk di masa-masa sulitnya. 

4. Mengajarkan anak memahami dirinya sendiri 

4. Mengajarkan anak memahami diri sendiri 
Unsplash/Shari Sirotnak

Terkadang anak-anak masih sulit dalam memahami perasaannya sendiri. Mama perlu membantu seluruh perasaan terpendamnya keluar agar rasa sedihnya cepat menghilang.

Ingatkan padanya untuk tidak memendam seluruh cerita sendirian karena hanya akan membuat perasaannya semakin kurang nyaman. 

Tidak mudah memang untuk menerima kenyataan bila banyak orang berusaha membandingkan dirinya dengan orang lain. Seolah dirinya dianggap paling buruk dan tidak berharga, sehingga terus menerus dibanding-bandingkan. 

Selain itu, perlu juga membantu si Kecil menemukan kemampuan atau kelebihan lain yang masih belum terlihat. Gali segala bakat yang ada di dalam dirinya agar kepercayaannya kembali muncul. 

Mama harus bisa membuat si Kecil semakin memahami dirinya sendiri agar mampu survive walau sedang diterpa masalah.  

Baca juga: Keluarga Inspiratif: Andhika Pratama & Ussy Sulistiawaty

5. Bantu anak kembali percaya untuk bersosialisasi 

5. Bantu anak kembali percaya bersosialisasi 
Pixabay/nastya_gepp

Bagaimanapun bersosialisasi sangat diperlukan dalam segala aspek kehidupan. Namun, biasanya rasa ketakutan untuk melangkah ini kerap muncul saat si Kecil sering dibanding-bandingkan. 

Ketakutan dalam melangkah membuat dirinya juga enggan untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Padahal situasi seperti ini dapat membuat si Kecil sulit berkembang dan sangat memengaruhi masa depannya. 

Motivasi si Kecil untuk kembali bangkit dan keluar dari keterpurukan ini. Katakan padanya untuk berusaha tidak mendengarkan kata-kata negatif yang terdengar dari orang lain. 

Semoga tips kali ini bisa mengatasi perasaan si Kecil yang seringkali dibanding-bandingkan dengan orang lain ya, Ma. 

Tetap semangat untuk perkembangannya!

Baca juga: Mengenal Perkembangan Kemampuan Bersosialisasi Anak Umur 1-3 Tahun