Cegah Bom Waktu, Pola Aktivitas Seksual dengan Pasangan Perlu Dijaga

Yuk, bantu menjaga aktivitas seksual agar tidak berdampak buruk selama pandemi Covid-19!

29 Juni 2020

Cegah Bom Waktu, Pola Aktivitas Seksual Pasangan Perlu Dijaga
Freepik/Jcomp

Saat ini Indonesia sedang berhadapan langsung dengan fase new normal, sehingga perlu sekali melakukan adaptasi. Banyak pihak mulai melakukan berbagai cara untuk melancarkan proses perubahan ke arah new normal. 

Untuk itu, diperlukan sinergi dan dukungan dari seluruh pihak mulai dari pemerintah, swasta, tenaga kesehatan, hingga masyarakat itu sendiri. Sinergi ini dibutuhkan agar seluruh elemen dapat bergotong royong menghadapi pandemi. 

Natali Ardianto, CEO Jovee & Lifepack mengungkapkan pentingnya seluruh pihak bersatu untuk menghadapi New Normal saat launching acara #WeTheHealth. 

“Masyarakat perlu bekal yang komprehensif untuk menghadapi new normal, di antaranya adalah dibekali informasi yang lengkap dan akurat langsung dari pakar yang sesuai bidangnya. Pemerintah juga mengatur kondisi new normal melalui kebijakan dan aturan-aturan yang sesuai dengan keadaan saat ini," kata Natali Ardianto. 

Menurutnya dukungan serta dedikasi tinggi dari para tenaga kesehatan sangat dibutuhkan agar pelayanan masyarakat juga terpenuhi dengan baik. 

"Semua ini bersinergi menjadi satu dalam konferensi kesehatan digital #WeTheHealth,” ucap Natali Ardianto. 

#WeTheHealth merupakan konferensi kesehatan digital pertama di Indonesia yang menjadi wadah informasi seputar isu kesehatan dalam rangka menghadapi New Normal. 

Dalam rangakain konferensi kesehatan digital #WeTheHealth pada Sabtu (27/6/2020) ada topik yang cukup menarik yakni "Dampak Pandemi untuk Pola Aktivitas Seksual. New Normal yang Harus Diwaspadai" bersama dr. Robbi Asri Wicaksono, SpOG. 

Pola aktivitas seksual yang terjadi pada pasangan suami istri perlu diperhatikan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan bom waktu yang berdampak buruk untuk keharmonisan keluarga. 

Jika ingin mengetahui beragam informasi lain mengenai pola aktivitas seksual bersama pasangan selama new normal, kali ini Popmama.com telah merangkum. 

Semoga informasi ini bisa membantu dalam menjaga kesehatan serta keharmonisan bersama pasangan. 

Editors' Picks

1. Ada banyak aspek psikologis yang terjadi selama pandemi, termasuk aktivitas seksual

1. Ada banyak aspek psikologis terjadi selama pandemi, termasuk aktivitas seksual
Freepik

Pandemi Covid-19 tidak hanya memengaruhi kesehatan secara fisik saja, melainkan memicu dampak lain secara mental. Belum lagi keadaan yang terjadi sekarang membuat semua manusia perlu beradaptasi dengan situasi saat ini. 

Ada beberapa aspek psikologis yang terjadi selama pandemi berlangsung, antara lain: 

  • Peningkatan kadar stres yang semakin tinggi hingga 54 persen. 
  • Perempuan lebih merasa dirugikan dan lebih mendapatkan banyak terkanan. 
  • Mengalami perasaan trauma terhadap kejadian yang sedang berlangsung bahkan traumatic event. 
  • Meningkatkan rasa cemas, tidak berdaya dan depresi. Tak jarang sebagian orang takut mati akibat virus corona serta ingin semuanya bisa kembali hidup normal. 
  • Mengalami perubahan pola tidur, pola makan, pola aktivitas serta pengambilan keputusan. 

Tak hanya itu, aspek psikologis pun akan berdampak terhadap pola atau aktivitas seksual bersama pasangan. 

Di masa pandemi Covid-19 ini memang sudah dihimbau untuk menjaga jarak dengan orang lain serta melakukan berbagai aktivitas dari rumah. Hal ini seringkali dijadikan momen untuk meningkatkan kehidupan seks di rumah bersama pasangan semakin lebih intens. 

Menurut dr. Robbi, seks di fase ini seolah lebih murah daripada paket data. 

2. Frekuensi berhubungan seks dengan orang baru memicu dampak buruk

2. Frekuensi berhubungan seks orang baru memicu dampak buruk
Pixabay/Stas_F

Selama pandemi Covid-19, frekuensi berhubungan seks ada yang mengalami penurunan namun ada yang justru meningkat hingga 3,3 persen. Tak jarang keterikatan emosional pada akhirnya meningkat hingga 47 persen. 

Walau begitu, sebagian pasangan memiliki kecenderungan menjalin aktivitas seksual dengan orang baru justru meningkat. Jika ini terjadi akan memicu potensi kehamilan yang tidak direncanakan serta penularan infeksi menular seksual (IMS). 

Padahal di masa sekarang, selain melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus corona usahakan jangan lupakan untuk mencegah virus HIV-AIDS serta infeksi menular seksual. 

3. Adaptasi kebiasaan baru (AKB) untuk aktivitas seksual perlu diterapkan 

3. Adaptasi kebiasaan baru (AKB) aktivitas seksual perlu diterapkan 
Freepik/Racool_studio

Aktivitas seksual yang tak terkontrol dapat memicu kehamilan yang tidak direncanakan serta penularan infeksi menular seksual (IMS).

Dalam sesi webinar #WeTheHealth bersama dr. Robbi dijelaskan bahwa kesehatan seksual reproduksi selama pandemi Covid-19 alangkah baiknya dijaga dengan baik. Bijaklah dalam berhubungan intim agar tidak memicu bom waktu saat pandemi berlangsung.  

Bom waktu tersebut dapat berdampak buruk, termasuk menyumbang peningkatan angka kematian. "Keguguran menyumbang angka kematian terbanyak untuk perempuan. Apalagi kehamilan tidak diinginkan tanpa disadari akan memicu kemungkinan perempuan mengalami depresi pasca persalinan. Lalu, kasus KDRT yang paling banyak korbannya tetap masih kaum perempuan dan akan membuat keharmonisan keluarga terancam," ucap dr. Robbi. 

Bom waktu akibat kehamilan yang tidak diinginkan juga akan menyebabkan sosioekonomik yang buruk di dalam keluarga, sehingga tumbuh kembang anak akan terganggu. 

Sebelum bom waktu tersebut berdampak buruk untuk keluarga, dr. Robbi menyarankan adanya penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) terkait aktivitas seksual, antara lain: 

  • Melakukan aktivitas seks yang aman. 
  • Pastikan untuk tetap setia pada satu pasangan seksual saja. 
  • Kenali konsekuensi seks yang tidak aman, sehingga tidak berdampak buruk di sepanjang hidup. 

"Ini menjadi tanggung jawab masing-masing sebagai manusia. Hindari aktivitas yang memang tidak prioritas," ucap dr. Robbi. 

Di akhir webinar dalam sesi bersama dr. Robbi, dirinya mengingatkan bahwa selama menghadapi new normal pastikan untuk selalu konsisten terhadap protokol kesehatan. 

Hanya karena kamu belum melihat langsung virus corona, bukan berarti kamu boleh menganggap virus ini adalah kebohongan. 

Hanya karena kamu yakin bahwa Tuhan akan selalu melindungi, bukan berarti kamu boleh mengabaikan protokol kesehatan. 

Itulah rangkuman terkait pola aktivitas seksual bersama pasangan yang harus dijaga selama new normal, sehingga dapat mencegah bom waktu yang merusak keharmonisan keluarga. 

Semoga bermanfaat informasinya!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.