Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Desa Timun, Tontonan Animasi Lokal yang Bergaya Wayang Khas Indonesia

Desa Timun, Tontonan Animasi Lokal yang Bergaya Wayang Khas Indonesia
Youtube.com/The Cucumber Village (Desa Timun)
Intinya Sih
  • Aniwayang Studio menghadirkan animasi lokal berjudul Desa Timun yang menggabungkan tradisi wayang dan cerita rakyat Indonesia dengan gaya modern agar mudah diterima anak-anak masa kini.
  • Film ini menampilkan keluarga kancil yang hidup tanpa gadget di Desa Timun, menonjolkan nilai kreativitas, kebersamaan, dan kesederhanaan dalam petualangan sehari-hari mereka.
  • Desa Timun sukses tampil di Kineko International Children's Film Festival di Jepang untuk ketiga kalinya, membuktikan daya tarik global animasi berbasis budaya Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Siapa sih yang nggak kenal dengan si Kancil yang cerdik? Kini, cerita rakyat favorit anak-anak Indonesia hadir dengan balutan animasi modern yang super menggemaskan.

Namanya Desa Timun, sebuah short film animasi karya anak bangsa dari Aniwayang Studio. Studio yang berbasis di Bandung dan Tangerang ini berhasil mengemas ulang tradisi wayang dan cerita rakyat dengan gaya yang kekinian dan pastinya disukai si kecil.

Penasaran seperti apa petualangan keluarga kancil di era tanpa gadget ini? Yuk, kita bahas lebih dalam tentang Desa Timun, tontonan animasi lokal yang bergaya wayang khas Indonesia yang siap mempopulerkan budaya tanah air ke kancah internasional.

Simak ulasan selengkapnya dalam artikel Popmama.com berikut ya, Ma.

1. Rumah kreatif di balik Desa Timun

desa timun
Desatimun.com

Di balik keimutan Desa Timun yang bikin anak senang menontonnya, ada Aniwayang Studio yang didirikan pada tahun 2021 nih, Ma.

Studio ini memiliki misi mulia, yaitu menghantarkan konten kreatif yang menghibur dengan daya tarik kelas dunia. Dengan tim internal yang penuh semangat dan dedikasi tinggi, mereka tak hanya memproduksi serial animasi, tetapi juga merchandise.

Keunikan mereka adalah mampu mempopulerkan budaya Indonesia dengan mengemas ulang tradisi wayang menggunakan sentuhan local gemoy modern, sehingga mudah diterima oleh anak-anak zaman sekarang.

2. Sinopsis Desa Timun

desa timun
Youtube.com/The Cucumber Village (Desa Timun)

Bayangkan sebuah desa yang tenang dan asri bernama Desa Timun, di sana tinggal sebuah keluarga kancil yang ceria yakni Cila si sulung yang bijaksana, Cili si tengah yang tangguh, dan Cilo si bungsu yang penuh energi serta cinta pada bola.

Mereka hidup bahagia bersama kedua orangtua dan Ayam, si ayam jantan setia yang selalu menjaga rumah. Yang menarik, di desa ini tuh tanpa gadget seperti zaman sekarang, Ma.

Jadi, hari-hari mereka dihabiskan dengan menjelajahi alam, membuat proyek kreatif, hingga merakit mainan tradisional.

Setiap momen dipenuhi imajinasi tanpa batas, membuktikan bahwa hidup sederhana bisa menghadirkan petualangan luar biasa. Cocok banget untuk inspirasi anak agar lebih eksplor hal lain di luar gadget.


3. Asal-usul dari pencuri jadi petani

desa timun
Desatimun.com

Melansir dari website resminya, ternyata film pendek animasi lokal ini terinspirasi dari cerita rakyat Asia Tenggara tentang kancil cerdik yang gemar mencuri timun.

Masih ingat dengan pantun “Si Kancil anak nakal, suka mencuri timun, ayo lekas dikurung, jangan diberi ampun”?

Nah, di versi Desa Timun ini, Si Kancil sudah dewasa dan meninggalkan sifat nakalnya. Kini, ia justru menanam timun hingga melimpah dan menamai desanya dengan nama Desa Timun.

Dijamin bikin Mama yang mendampingi anak nonton, akan ikut bernostalgia melihat transformasi karakter legendaris ini.

4. Deretan karakter di Desa Timun

desa timun
Desatimun.com

Kehangatan cerita ini juga didukung oleh karakter-karakternya yang unik, Ma. Nah, berikut ini adalah para penghuni Desa Timun:

  • Cila: Kakak tertua yang bijaksana.
  • Cili: Anak tengah yang tangguh.
  • Cilo: Anak bungsu yang energik dan suka bola.
  • Ayam: Pelindung protektif sekaligus sumber komedi.
  • Ayah: Sosok patriarkh yang cerdas dan sedikit nakal.
  • Ibu: Ibu yang penuh kasih dan praktis.
  • Gita: Teman baik Cila yang lemah lembut.
  • Mang Mus: Pedagang licik dan oportunistik.
  • Kodok: Karakter sampingan yang lucu dan mengagetkan.
  • Salimi dan Keluarga Semut: Karakter sampingan yang pantang menyerah.

5. Desa Timun tampil di Festival Film Jepang

desa timun
Youtube.com/The Cucumber Village (Desa Timun)

Bukan cuma menghibur di dalam negeri, Ma, Desa Timun juga sudah berhasil menjejakkan kakinya ke kancah internasional karena Cila, Cili, dan Cilo sampai jalan-jalan ke Jepang, lho.

Mereka memerkenalkan animasi wayang khas Indonesia ini kepada anak-anak di Negeri Sakura melalui acara Kineko International Children's Film Festival ke-30 yang berlangsung di Futakotamagawa, Tokyo.

Istimewanya lagi, ini bukan kali pertama Desa Timun (atau dalam versi Jepang dikenal dengan チェッリの村) tampil di sana, tapi ketiga kalinya.

Dalam kesempatan kali ini, film pendek tersebut di-dubbing secara live dalam bahasa Jepang, Ma!

Hal ini tentu memberikan pengalaman menonton yang unik dan mendalam bagi penonton kecil di Jepang, sekaligus membuktikan bahwa cerita rakyat Indonesia dengan sentuhan modern ini punya daya tarik kelas dunia dan bisa dinikmati lintas negara.

Desa Timun berhasil membuktikan bahwa cerita rakyat Indonesia bisa dikemas ulang dengan segar tanpa kehilangan esensi budayanya.

Mama bisa mengajak anak menonton tiap episode-nya, dalam YouTube channel resmi milik
The Cucumber Village (Desa Timun), ya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More