Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Keisya Levronka Rilis Album Rombak, Suara Baru dari Luka yang Sama

Keisya Levronka Rilis Album Rombak, Suara Baru dari Luka yang Sama
Popmama.com/Azhari Farizky
Intinya Sih
  • Keisya Levronka resmi merilis album rombak pada 24 April 2026, menandai pergeseran berani dari balada emosional ke pop-rock yang lebih hidup dan lantang.

  • Dua lagu fokus, 'Aku Bukan Dia' dan 'Tak Pantas Terluka (Lagi)', menyuarakan pengalaman nyata dalam hubungan yang tidak utuh dan perjuangan untuk melepas luka.

  • Rombak bukan sekadar album baru, melainkan cerminan pertumbuhan personal Keisya Levronka sebagai seniman yang berani mendefinisikan ulang dirinya sendiri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ada album yang tidak hanya bisa didengar, tetapi juga bisa dirasakan. Begitulah cara paling tepat untuk menggambarkan rombak, album terbaru Keisya Levronka yang lahir dari keberanian untuk berubah sekaligus kejujuran emosional yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Bukan sekadar kumpulan lagu, album ini menyimpan lapisan makna yang terasa sangat dekat dengan pengalaman nyata soal cinta dan luka. Dalam intimate listening party yang digelar pada Rabu (22/4/2026), Keisya membuka banyak hal tentang perjalanan di balik terciptanya rombak. Mulai dari proses kreatif hingga pesan mendalam yang ingin ia sampaikan lewat setiap lagunya.

Berikut Popmama.com telah merangkum mengenai album 'rombak' dalam karya terbaru Keisya Levronka. 

Yuk, disimak!

1. 'Aku Bukan Dia' dan rasa sakit paling sunyi dalam sebuah hubungan

Keisya Levronka Rilis Album Rombak
Popmama.com/Azhari Farizky

Tidak semua luka lahir dari perpisahan. Ada yang jauh lebih menyakitkan, yaitu saat kamu masih bersama seseorang, tapi hatinya sudah ada di tempat lain.

'Aku Bukan Dia' hadir untuk menyuarakan perasaan itu. Ditulis oleh Lafa Pratomo dan Paul Aro, lagu ini mengangkat perspektif yang jarang dibahas, yaitu tentang menjadi orang yang tidak pernah benar-benar menjadi pilihan utama karena hati pasangan masih tertinggal di masa lalu.

Keisya Levronka menggambarkan lagu ini sebagai sesuatu yang sangat dekat dengan pengalaman emosional banyak orang.

"Lagu ini bicara tentang berada dalam hubungan yang sejak awal terasa tidak utuh, tentang menyadari bahwa kamu tidak pernah benar-benar menjadi pilihan utama," ujar Keisya.

Dengan aransemen pop-rock yang intens namun tetap emosional, 'Aku Bukan Dia' membangun klimaks yang kuat. Vokal Keisya menyampaikan rasa rapuh sekaligus tegas dalam satu tarikan napas, seperti seseorang yang akhirnya berani mengakui apa yang selama ini ia rasakan diam-diam.

2. 'Tak pantas terluka (lagi)' ketika luka berubah menjadi kekuatan

Keisya Levronka Rilis Album Rombak
Popmama.com/Azhari Farizky

Pernah mendengar sebuah lagu lalu merasa seperti ada seseorang yang akhirnya berhasil mewakilkan perasaanmu? Itulah yang terjadi ketika versi band dari 'Tak Pantas Terluka (Lagi)' viral di media sosial. Respons luar biasa dari para pendengar inilah yang kemudian mendorong lahirnya versi resmi lagu tersebut dalam album rombak.

Transformasi lagu ini mencerminkan sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar perubahan aransemen.

"Emosi yang dulu rasanya sendu kini meledak menjadi sesuatu yang lebih lantang, seolah bukan lagi sekadar merasakan luka, tapi juga melawan dan melepaskannya," kata Keisya soal energi baru yang ia bawa dalam versi ini.

Bagi siapa pun yang pernah merasa tidak berhak untuk terus bersedih atas sesuatu, lagu ini hadir seperti pelukan yang sekaligus menjadi dorongan untuk bangkit. Dengan nuansa yang jauh lebih cathartic, 'Tak Pantas Terluka (Lagi)' bukan hanya sebuah lagu, tetapi pengalaman emosional yang terasa sangat nyata.

3. Rombak, perjalanan menemukan kembali siapa dirimu sebenarnya

Keisya Levronka Rilis Album Rombak
Popmama.com/Azhari Farizky

Setelah dikenal luas lewat 'Tak Ingin Usai' yang menjelma menjadi anthem patah hati Gen Z, Keisya Levronka tidak memilih jalur yang aman. Ia memilih untuk berubah, secara musikal sekaligus personal.

Rombak hadir dengan pendekatan pop-rock yang terinspirasi dari era kejayaan musik Indonesia tahun 2000-an, dengan gitar yang lebih dominan, aransemen full band yang lebih hidup, dan nuansa anthemic yang terasa besar dan lantang. Namun di balik semua perubahan itu, Keisya menegaskan bahwa ia tidak meninggalkan siapa dirinya yang dulu.

"Dengan rombak, aku tidak meninggalkan siapa diriku sebelumnya. Aku justru membangunnya kembali, dengan fondasi yang sama, tapi dengan bentuk yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih hidup," ungkap Keisya.

Album ini mengajak pendengar untuk melihat bahwa perubahan bisa menjadi cara paling jujur untuk menemukan diri sendiri, bukan justru menyembunyikannya. Dari 'Lukis Hari Ini' hingga 'Rayakanlah,' setiap lagu dalam rombak membawa spektrum emosi yang luas, dari refleksi dan kehilangan hingga perayaan diri.

Itulah beberapa hal yang membuat album rombak dari Keisya Levronka terasa begitu istimewa dan relevan untuk didengarkan.

Dari luka yang sunyi, transformasi yang berani, hingga keberanian mendefinisikan ulang diri, album rombak mengingatkan kita bahwa tumbuh bukan berarti berpura-pura baik-baik saja, melainkan berani mengubah rasa sakit menjadi sesuatu yang jauh lebih bermakna.

FAQ Album 'rombak' Keisya Levronka

Kapan album rombak Keisya Levronka dirilis?

Album rombak dijadwalkan rilis pada 24 April 2026 sebagai karya lanjutan setelah album debutnya. Album ini menjadi penanda perkembangan musikal Keisya dengan warna yang lebih matang dan eksploratif.

Apa saja lagu yang ada di album rombak?

Ada 8 lagu mulai diperkenalkan melalui preview, salah satunya Aku Bukan Dia yang langsung mencuri perhatian. Selain itu, ada juga lagu Sembunyi Lebih Lama yang menarik karena Keisya terlibat langsung dalam proses penulisan.

Apa konsep album rombak dari Keisya Levronka?

Album rombak menghadirkan pendekatan yang lebih personal dan emosional, melanjutkan ciri khas Keisya dalam membawakan lagu-lagu bertema hubungan dan perasaan. Album ini juga menunjukkan eksplorasi musikal yang lebih luas dibanding karya sebelumnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Related Articles

See More