TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

16 Quotes Nagita Slavina tentang Cinta, Bahas Jodoh hingga Pernikahan

Dari soal kekuatan doa dalam hubungan rumah tangga hingga persahabatan pasangan dengan lawan jenis

15 Agustus 2022

16 Quotes Nagita Slavina tentang Cinta, Bahas Jodoh hingga Pernikahan
Popmama.com/Aristika Medin

Quotes Nagita Slavina tentang cinta yang beredar di media sosial begitu menyejukkan. Banyak potongan video Nagita di TikTok yang berhasil membuat penonton meneteskan air mata.

Kata bijak Nagita Slavina itu banyak berbicara soal hubungan antar dua orang yang saling mencintai tetapi kadang banyak cobaan. Bahkan saking bijaknya perkataan Nagita Slavina, ia sampai dijuluki perempuan kuat oleh warganet Indonesia.

Lewat kata-kata mutiara yang terucap dari mulut mama dua anak ini, kita bisa mengambil banyak pelajaran. Nah, kali ini Popmama.com sudah rangkum quotes Nagita Slavina tentang cinta yang menyejukkan.

1. Percaya dengan kekuatan doa dan pertolongan Tuhan soal jodoh

1. Percaya kekuatan doa pertolongan Tuhan soal jodoh
Popmama.com/Aristika Medin

Cinta tidak hanya soal antar manusia. Sebab, cinta yang lebih luas juga bisa membahas hubungan antara manusia dan Tuhan. Nagita dikenal sebagai salah satu artis yang taat kepada Allah SWT.

Dalam potongan video TikTok, ia pernah mengungkapkan sangat percaya terhadap kekuatan doa. Apalagi jika menyangkut jodoh atau pasangan hidup.

"Akhirnya aku balikin lagi sama yang di atas (Tuhan). Jadi memang kalau jodoh itukan datangnya dari Tuhan gitu, jadi waktu itu memang doa aku di saat kita percaya sama doa tuh kayak kekuatannya di sana. Dan aku selalu berdoa kalau jodoh ya didekatkan kalau nggak ya dijauhkan. Kalau didekatkan berarti ya itu jodohnya, sesederhana itu sih," tuturnya.

2. Komunikasi terbuka dan percaya kepada pasangan, jangan ambil pusing!

2. Komunikasi terbuka percaya kepada pasangan, jangan ambil pusing
Popmama.com/Aristika Medin

Bagi sebagian orang, percaya sepenuhnya kepada pasangan mungkin menjadi hal yang berat. Ada banyak latar belakang yang bisa menjadi penyebabnya, salah satunya mungkin karena pernah dikhianati.

Namun, hal itu jangan sampai membuat kita terus memburu dan tidak percaya dengan pasangan. Bagi Nagita, menghindari 'cari penyakit' dengan terlalu tidak percaya menjadi cara yang ia lakukan.

Oleh karenanya komunikasi terbuka dari kita dan pasangan serta rasa saling percaya penting dalam sebuah hubungan.

"Kadang yang di depan mata saja, laki-laki belum tentu ngaku. Ya udah dibanding kitanya gila, jangan cari penyakit. Jadi aku selalu kalau ada kayak gitu (penasaran) tanya saja sama orangnya. 'Sayang, ini kayak gini?' dia jawab 'Nggak', oh yaudah," ucapnya.

"Di dalam hubungan rumah tangga itu suami istri dasarnya emang harus percaya. Jadi aku berusaha percaya apapun yang keluar dari mulutnya," tutur Nagita.

3. Jangan menuntut pasangan untuk berubah, karena perubahan itu harusnya dari dirinya sendiri

3. Jangan menuntut pasangan berubah, karena perubahan itu harus dari diri sendiri
Popmama.com/Aristika Medin

Mencari pasangan yang sempurna terdengar indah. Namun, sebagai manusia tidak ada yang benar-benar sempurna sesuai impian kita. Pasangan yang sempurna sesuai keinginan manusia tampaknya hanya di negeri dongeng saja.

Pada kenyataannya akan ada beberapa hal yang mungkin kita tidak sukai di diri pasangan. Bergantung setiap orang, apakah mau menerima atau tidak.

Karena sejatinya kita tidak akan pernah bisa mengubah orang tersebut. Keinginan untuk berubah yang sangat tulus didasari atas kemauannya sendiri, bukan karena dipaksa oleh orang lain.

"Jangan pernah berharap orang lain berubah apalagi cuman gara-gara kita doang. Kita nggak bisa buat orang berubah," tutur Nagita saat ditanya Keanu Agl.

4. Tidak ada pasangan yang 100 persen cocok, perihal menerima kekurangan yang ada

4. Tidak ada pasangan 100 persen cocok, perihal menerima kekurangan ada
Popmama.com/Aristika Medin

Mengharapkan pasangan yang sempurna bak di cerita-cerita mungkin menjadi impian. Namun, rasanya hal itu terlalu tidak mungkin.

Karena pada dasarnya setiap manusia pasti berbeda. Tumbuh dan besar di lingkungan berbeda pasti akan menghasilkan sifat dan pemikiran yang berbeda pula pada orang tersebut.

Oleh karenanya jangan pernah berekspektasi bisa 100 persen cocok dengan pasangan. Memutuskan menikah dan membina rumah tangga adalah soal menerima kekurangan pasangan yang bisa kita maklumi.

"Ketika kita mencari seseorang yang 100 persen cocok, kita tidak akan menemukannya. Itu hanya soal mau atau tidak. Ketika kita mau, berarti kita terima semua baik dan buruknya," ujar Nagita di Youtube Putri Tanjung.

5. Jika ada masalah dengan suami bercerita ke mertua, bukan ke orangtuanya

5. Jika ada masalah suami bercerita ke mertua, bukan ke orangtuanya
Popmama.com/Aristika Medin

Punya tempat cerita saat dilanda masalah rumah tangga wajar saja. Namun, jangan sampai masalah pribadi kita dengan suami ini sampai terdengar banyak orang.

Bagi Nagita Slavina hal itu haram hukumnya. Ketika punya masalah dengan suami sebaiknya dicari solusinya dulu, ketika tidak ada baru cerita kepada orang yang paling dipercaya. 

Bahkan bagi kakak dari Caca Tengker ini ia tak mau bercerita kepada sang Mama. Saat bertengkar dengan suami misalnya, Nagita akan memilih bercerita kepada mertuanya sebagai orangtua dari Raffi Ahmad.

"Aku punya prinsip dalam menikah kalau punya masalah sama suami, aku nggak akan pernah cerita sama Mama. Aku ceritanya sama mamanya dia. Kenapa? Karena kalau orangtua sendiri belum tentu bisa maafin pasangan kita. Tetapi kalau orangtua dia bisa maafin pasangan kita," tutur Nagita Slavina kepada Keanu Agi tahun 2020 lalu.

6. Pernikahan yang harmonis butuh usaha, tidak ada namanya langsung 'bahagia selamanya'

6. Pernikahan harmonis butuh usaha, tidak ada nama langsung 'bahagia selamanya'
Popmama.com/Aristika Medin

Ketika ditanya makna pernikahan bagi Nagita, perempuan kelahiran Jakarta itu mendefinisikan sebagai usaha yang tak pernah berhenti. Pernikahan adalah tentang bagaimana menjaga hubungan dengan pasangan, dan meredam ego. 

Konflik pasti ada, tetapi semua kembali pada komitmen awal saat mengikat janji.

"Pernikahan itu adalah usaha seumur hidup, jadi nggak mungkin berhenti, terus tiba-tiba happily ever after, itu enggak mungkin. Nggak hanya sama pasangan, sama adek, sama orang tua, kita bisa berantem, bisa ngerasa enggak kuat, ya terus apa bedanya?" tuturnya.

7. Mengerti pasangan, jangan mendikte dan mengaturnya berlebihan

7. Mengerti pasangan, jangan mendikte mengatur berlebihan
Popmama.com/Aristika Medin

Berpasangan dengan seseorang pasti ada beberapa hal yang tidak cocok dengan pribadi kita. Daripada mengharapkan dan mendikte untuk berubah langsung, rasa 'saling' sangat penting diutamakan dalam hubungan.

Dengan mendikte pasangan, mungkin dia akan berubah. Tetapi perubahan yang ia tunjukkan tidak akan pernah lama, karena dorongannya bukan dari dirinya sendiri.

"Rata-rata laki-laki itu nggak bisa didikte, kamu tuh salah, kamu tuh jangan gitu, nggak bisa disalahin. Menurutku useless ngomong kayak gitu, nggak bisa ngomong kayak gitu. Nggak akan pernah berubah. Karena aku perempuan aja itu nggak suka kalau digituin," tutur Nagita.

Editors' Picks

8. Tetap menghargai privasi pasangan meski sudah menikah

8. Tetap menghargai privasi pasangan meski sudah menikah
Popmama.com/Aristika Medin

Ketika sudah menikah, kadang kita ingin selalu tahu segala aspek kehidupan pasangan sedetail mungkin. Hal itu bisa timbul karena ada rasa ketidakpercayaan kepadanya. Belum lagi jika pasangan banyak berhubungan dengan teman lawan jenis. 

Untuk Nagita Slavina, ia berusaha untuk tetap menjaga batasan privasi dengan sang Suami. Meski berat menahan godaan, Mama dua anak tetap teguh kepada prinsip 'jangan cari penyakit' dan lebih baik percaya kepada perkataan suaminya.

"Waktu itu pernah lihat (DM) kamu, tapi bukan karena sengaja lihat. Itu karena pop up pesan dan notifikasi, itu nggak sengaja. (Ada cewek gitu) iya, dan aku orangnya. Tetapi ya sudah aku meminimalisir (tahu lebih banyak). Buat apa aku lihat? Karena belum tentu ada apa-apa," terangnya.

9. Membatasi hubungan dengan lawan jenis ketika sudah berkomitmen

9. Membatasi hubungan lawan jenis ketika sudah berkomitmen
Popmama.com/Aristika Medin

Hubungan persahabatan dengan lawan jenis kadang menjadi salah satu hal yang sensitif. Ada orang yang menganggap biasa saja, tetapi tentunya menjaga batasan dalam hubungan apalagi ketika sudah menikah sangat perlu.

Bagi Nagita Slavina, pertemanan lawan jenis adalah hubungan yang abu-abu. Menurutnya tidak ada yang benar-benar merasa hanya bersahabat, karena ranahnya terlalu tidak jelas.

"Persahabatan antara laki-laki dan perempuan itu lama-kelamaan ada yang salah satunya ngarep, atau nanti jadi, itu nggak ada yang 100 persen, bener nggak? Nggak ada yang namanya persahabatan itu pure, makanya jangan pernah merasa berteman berdua," tuturnya.

10. Punya standar soal memilih pasangan, kita juga harus merefleksikan diri sendiri

10. Pu standar soal memilih pasangan, kita juga harus merefleksikan diri sendiri
Popmama.com/Aristika Medin

Dalam memilih pasangan hidup setiap manusia pasti punya standar. Namun, kadang sebagai manusia kita ingin punya pasangan sempurna.

Namun, apakah diri kita juga sudah sampai di level sesuai standar itu? Bagi Nagita Slavina, ketika mengharapkan pasangan yang baik maka diri kita terlebih dahulu juga harus berubah menjadi yang lebih baik.

"Kita ingin punya suami sempurna, yang baik, dan lain-lain. Tetapi kadang kita mikir, kita sudah menjadi istri yang baik belum? Kalau dia belum mau berubah, ya kita dulu saja. Jadi seorang istri yang bener dulu, jadi nanti dia juga akan ngikutin. Kita kan harus memantaskan diri, karena kalau kita baik akan ketemu dengan yang baik. Jadi benerin kitanya dulu aja," tutur Nagita.

11. Setelah berdoa, tugas manusia untuk berserah soal ketentuan Tuhan tentang jodohnya

11. Setelah berdoa, tugas manusia berserah soal ketentuan Tuhan tentang jodohnya
Instagram.com/raffinagita1717

Soal jodoh, mati dan rezeki adalah ketentuan Tuhan. Manusia bisa mengupayakan segala hal yang ia bisa, tetapi jangan sampai kita lupa terhadap peran-Nya.

Nagita Slavina mengingatkan dalam videonya kalau setelah berusaha dan berdoa, maka selanjutnya adalah berserah. Dalam hal ini bukan pasrah dan menerima tanpa berusaha, tetapi lebih kepada kita sudah mengupayakan segala cara untuk jodoh tersebut.

Ketika Allah SWT tidak meridhai, maka ikhlas adalah jalan terbaik. Meskipun awalnya sungguh berat.

"Tetap berusaha, tapi ya sudah ujung-ujungnya kan memang berarti itu jodohnya dikasih sama Allah SWT. Ternyata dideketin terus, tambah serius, ya udah berarti dikasih sama yang di atas," tutur Nagita kepada Nathalie Holscher.

12. Bersyukur dan mau menyesuaikan kebiasaan dengan pasangan

12. Bersyukur mau menyesuaikan kebiasaan pasangan
Instagram.com/raffinagita1717

Dalam sebuah wawancara tahun 2019, Nagita Slavina pernah ditanya soal kebiasaannya yang berubah sejak menikah dengan Raffi Ahmad. Gigi menjawab dulu sebelum menikah ia adalah tipe pemikir yang lamban.

Sementara suaminya itu pemikir yang cepat. Semua ingin serba cepat, karena kebiasaan Raffi itu setelag menikah itu Nagita mengaku terjadi perubahan kepada dirinya yang lebih baik.

"Bersyukur banyak baik juga. Aku tuh kalau berpikir lamban. Raffi mau serba cepat. Kebiasaan dari kecil, memang dalam keadaan mepet baru berpikir. Dari lelet segini, beberapa pernikahan jadi level agak berkurang aja. Saling melengkapi. Raffi mau cepat, aku lelet," ujar Nagita.

13. Banyak cobaan dalam menikah, ingat komitmen awal saat masalah datang

13. Banyak cobaan dalam menikah, ingat komitmen awal saat masalah datang
Instagram.com/raffinagita1717

Menikah adalah ibadah seumur hidup, oleh karenanya akan banyak cobaan yang datang. Bahkan tak jarang banyak pasangan di tengah hubungan mereka memutuskan ingin bercerai.

Saat ditanya oleh Dimas Beck, Nagita Slavina mengaku sempat ingin bercerai dengan Raffi Ahmad dulu. Namun, sebagai pasangan suami istri ia selalu mengingat komitmen awal dirinya menikah dengan Raffi.

"Inget komitmen awal. Itu kan semuanya kita yang milih. Yang milih mau nikah siapa? Kita kan? Yang milih juga enggak ada paksaan siapa pasangannya," ujarnya.

14. Pernikahan itu berjalan berdua, gagal dan berhasil soal dua orang

14. Pernikahan itu berjalan berdua, gagal berhasil soal dua orang
Instagram.com/raffinagita1717

Masalah dalam pernikahan dan hubungan seolah tak pernah ada habisnya. Oleh karenanya hubungan yang baik buruk adalah perihal dua orang yang menjalani komitmennya.

Nagita Slavina punya prinsip, gagal atau berhasilnya sebuah hubungan itu bergantung dari dua orang tersebut. Tidak bisa salah satunya saja.

"Karena namanya pernikahan itu kalau bobrok itu salah dua-duanya. Kalau ada salah satu (yang salah), berarti salah satunya juga (salah). Kalau dua-duanya bagus, sukses dan bahagianya juga karena dua-duanya," tuturnya kepada Gading Marten.

15. Komitmen dalam pernikahan bukanlah permainan, tidak ada putar balik

15. Komitmen dalam pernikahan bukanlah permainan, tidak ada putar balik
Instagram.com/raffinagita1717

Memilih pasangan untuk menikah memang perlu banyak pertimbangan. Ketika sudah memutuskan akan menikah, sebisa mungkin tidak ada istilah 'putar balik'.

Menjalani sebaik-baiknya sesuai ketentuhan Tuhan dan terus berdoa menjadi kunci yang dipegang Nagita Slavina. Apapun kekurangan pasangan harus diterima sekuat mungkin ketika sudah memutuskan 'ayo, kita menikah'.

"Akutuh selalu berpikir kalau kita punya pasangan dia bikin salah, itu juga salah kita juga. Itu pasti ada andil. Namanya aku sudah komitmen menikah, itu antara iya dan nggak, nggak bisa setengah-setengah. Kalau iya menikah terima semuanya. Nanti terserah gimana di atas, nggak ada puter balik. Sebisa mungkin, sekuat-kuatnya aku jalanin, nggak pernah ada yang cocok (dua orang)," tuturnya kepada Daniel Mananta.

16. Memandang kekecewaan dalam pernikahan, berpikir positif dan saling menerima

16. Memandang kekecewaan dalam pernikahan, berpikir positif saling menerima
Instagram.com/raffinagita1717

Hidup dengan orang yang cara berpikir dan lifestyle-nya berbeda dalam pernikahan akan selalu ada penyesuaian. Nagita Slavina sudah mengamini bahwa akan ada kalanya setiap manusia itu mengecewakan.

Ketika sudah ada di titik itu, tinggal bagaimana diri kita untuk menganggap suami adalah bagian dari keluarga yang sebenarnya. Artinya, Gigi menganggap kadang sama orangtua dan adik yang besar dari kecil saja sudah ada masalah dan bertengkar.

Apalagi bersama suami yang mungkin baru kita kenal beberapa tahun saja. Oleh karenanya rasa saling menerima dengan pasangan sangat perlu ada dalam rumah tangga.

"Ya pasti ada satu atau dua hal yang bikin kecewa. Gimana caranya ya kita 'ya udah' aja gitu, gimana caranya kita saling. Ya sudah namanya keluarga, jadi keluarga terus gimana? Kan sudah mau kitanya juga," tuturnya kepada Ayu Dewi.

Itulah tadi quotes Nagita Slavina tentang cinta yang menyejukkan. Wah, banyak sekali hal yang bisa kita pelajari dari sosok Mama Rafathar dan Rayyanza ini.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk