Hukum Berhubungan Suami Istri saat Hari Lebaran

Usahakan fokus ke momen merayakan Lebaran bersama keluarga ya, Ma!

12 Mei 2021

Hukum Berhubungan Suami Istri saat Hari Lebaran
Freepik/freepik

Usai menunaikan ibadah puasa selama satu bulan, umat Muslim tentu sangat menantikan dan menyambut momen Lebaran. Diharapkan ibadah puasa menjadi riyadhoh atau latihan di bulan-bulan setelahnya.

Pada saat momen Lebaran, ada baik pada malam sebelum Idul Fitri dan siang setelah Idul Fitri tidak diperkenankan melakukan hubungan suami istri. Benarkah demikian?

Berikut penjelasan hukum melakukan hubungan suami istri saat momen Lebaran, Popmama.com sudah memberikan rangkuman dari berbagai sumber. 

Yuk, disimak dengan baik dan memaknai momen Lebaran bersama keluarga!

Editors' Picks

1. Berhubungan suami istri hukumnya mubah

1. Berhubungan suami istri hukum mubah
Freepik/freepik

Seperti dilansir dari Konsultasi Syariah, hubungan intim ketika malam hari raya Idul Fitri atau siang harinya, hukumnya mubah.

Hal tersebut tidak ada larangan untuk melakukan hubungan intim, kecuali dilakukan pada siang hari tepat di bulan Ramadan dan tengah menjalani ibadah puasa. Adapun ketika ihram tengah menjalani ibadah haji atau umrah, ketika kondisi sang Istri dalam kondisi haid atau nifas.

Namun, alangkah lebih baik pada malam Idul Fitri, kita sebagai umat Muslim dianjurkan untuk melakukan amalan sunah yang diajarkan Rasulullah SAW.

2. Amalan sunah Rasulullah sebelum dan sesudah salat Idul Fitri

2. Amalan sunah Rasulullah sebelum sesudah salat Idul Fitri
Pexels/Tayeb MEZAHDIA

Mungkin salat Idul Fitri tahun ini akan terasa berbeda, apalagi tengah dilanda wabah virus Covid-19 di sejumlah wilayah.

Namun, untuk kekhidmatan menjalani salat Idul Fitri baik di rumah atau di masjid. Ini diperlukan untuk meningkatkan dan menjalani amalan yang dianjurkan Rasulullah.

Seperti dilansir dari Bincang Syariah, amalan pertama yang bisa dijalankan adalah memperbanyak ibadah pada malam Idul Fitri.

Memperbayak ibadah yang dimaksud adalah membaca Alquran, takbiran, membaca tasbih dan istigfar sepanjang malam takbiran atau sepertiga malam terakhir saja.

Kedua yakni mandi, memakai parfum, menggosok gigi dan memakai pakaian rapi. Selain mandi, dianjurkan mencukur rambut, memotong kuku seperti yang dilakukan pada hari Jumat.

Ketiga, disunahkan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum salat Idul Fitri dan makan secukupnya jangan berlebihan.

Keempat membayar sedekah di hari raya Idul Fitri dan sebelumnya sudah membayar zakat fitrah. Tak kalah penting juga untuk memperlihatkan wajah yang ceria ketika silaturahim kepada keluarga dan tetangga terdekat. 

3. Melihat aktivitas Rasulullah pada hari raya idul fitri

3. Melihat aktivitas Rasulullah hari raya idul fitri
umma.id

Dilansir dari Islami.co, ada beberapa aktivitas Nabi Muhammad yang dilakukan pada hari penuh ampunan ini

Seorang sahabat nabi pernah mengatakan, “Nabi menyuruh kami pada dua lebaran mengenakan pakaian terbaik yang kami punya dan mengoleskan tubuh dengan minyak wangi.”

Setelah sarapan dan hendak berangkat salat Idul Fitri, nabi melalui jalan tertentu sambil mulutnya terus mengucapkan takbir.

Bila di tengah jalan pulang, ia bertemu sahabatnya, nabi akan mengucapkan “taqabbala Allah Minna wa Minka” yang artinya semoga Allah menerima ibadah kita selama Ramadan.

Para sahabatnya pun membalas dengan ucapan yang sama. Ucapan ini mengandung makna persahabatan dan menanamkan rasa kasih sayang antar sesama.

Sepulang dari masjid, Rasulullah mengambil jalan berbeda dari pas ia berangkat. Ini dimaksudkan agar ia bisa bertemu banyak orang. Hal tersebut termasuk bentuk silaturahim nabi dan ini sesungguhnya berlaku juga di hari biasa, di luar hari raya sepanjang hidup nabi.

Apalagi seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, nabi mengatakan mereka tidak dibenarkan untuk menzalimi, saling menghina dan merendahkan.

Silaturahim juga menambah rezeki dan memperpanjang umur. Nabi pun mengatakan “Siapa yang ingin banyak rizki dan umur panjang (yang bermanfaat) maka hendaklah menjaga silaturahim.”

Itulah tadi beberapa bahasan terkait soal hukum melakukan hubungan suami istri saat momen Lebaran. Semoga bisa menjadi informasi tambahan menuju hari yang fitri ya, Ma.

Belum lagi, kita dianjurkan melakukan amalan sunah yang Rasulullah ajarkan. Ini dilakukan demi mendekatkan diri kita kepada sang Pencipta.

Semoga puasa kali ini diberi keberkahan dan diterima di sisi Allah SWT, bahkan menjaga amalan baik selama bulan puasa di bulan-bulan berikutnya.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.