5 Tips Berhubungan Seks Tetap Bergairah di Usia 30 Tahun

Umur tak menjadi halangan untuk tetap bergairah saat bercinta

3 Maret 2021

5 Tips Berhubungan Seks Tetap Bergairah Usia 30 Tahun
Pexels/Andrea Piacquadio

Pada usia awal-awal pernikahan, seks jelas menjadi rutinitas pasangan suami istri untuk menyalurkan cinta dan sebagai kebutuhan biologis.

Wajar memang apalagi pasangan suami istri yang terbilang muda masih ‘panas-panasnya’ saat beradu kasih di atas ranjang. Namun perasaan lain muncul saat sudah menginjak usia 30 tahun.

"Apakah suami masih bergairah?" 

"Apakah aku kurang memuaskan pasangan?" 

Pikiran-pikiran tersebut mungkin akan muncul, bahkan menghantui di pikiran masing-masing pasangan. Hanya saja perlu diingat, seks bisa dinikmati di usia berapapun karena banyak sekali manfaat baik secara bonding terhadap pasangan.

Bisa juga untuk memenuhi kebutuhan seksual, sehingga tetap perlu menjadi rutinitas wajib. Walau intensitas dan kualitas mungkin akan berbeda, bercinta bersama pasangan harus dilakukan saat ada waktu senggang. 

Pastikan untuk tidak perlu khawatir bahkan overthinking akan hal tersebut. Kali ini Popmama.com telah merangkum mengenai cara berhubungan seks terbaik di usia yang menginjak kepala tiga.

Yuk, disimak agar semakin bergairah saat bercinta!

1. Atur kembali intensitas dan kecepatan saat berhubungan seks

1. Atur kembali intensitas kecepatan saat berhubungan seks
Freepik/standret

Seperti dikutip dari The Healthy, Dr. Herant Katchadourian seorang Profesor Biologi Manusia di Universitas Stanford mengatakan bahwa seks pada anak muda itu terbilang lebih cepat dan dashyat kualitasnya.

Seorang laki-laki berusia 20 tahun bisa mencapai orgasme dalam dua hingga lima menit setelah hubungan seks dimulai, bahkan perempuan mungkin membutuhkan waktu 20 menit atau lebih untuk mencapai puncak kepuasannya saat bercinta.

Namun, seiring bertambahnya usia akan terjadi perubahan tempo. Tempo saat bercinta akan menjadi lambat karena perlambatan aliran darah dan perubahan otot tubuh.

Maka dari itu, cobalah untuk berdiskusi dan mencari waktu yang tepat saat ingin berhubungan seks. Lakukanlah secara perlahan dan tidak perlu terburu-buru ketika ingin mencapai klimaks.

Editors' Picks

2. Jangan mudah bosan karena berhubungan seks bisa menyenangkan

2. Jangan mudah bosan karena berhubungan seks bisa menyenangkan
marriage.com

Judith Seifer seorang kepala American Association of Sex Educators, Counselors and Therapists mengatakan seorang laki-laki berusia 20 tahun bisa dengan mudah mendapatan ereksi termasuk ketika hanya melihat bra pasangannya.

“Hanya saja setelah berumur 35 tahun, mungkin dia tidak begitu bergairah dengan apa yang dilihatnya. Namun akan berbeda ketika mendapatkan ciuman dan belaian istrinya,” kata Judith.

Penelitian dari Universitas Chicago pun menemukan bahwa 51 persen laki-laki berusia 25 hingga 29 tahun akan bersemangat, terutama saat mereka melihat sang Istri sudah membuka pakaiannya.

Pada laki-laki usia 30 hingga 40 tahun terjadi penurunan persentasenya menjadi 40 persen. Seorang terapis seks dan pernikahan di New York, Shirley Zussman juga mengatakan ada cara lain untuk bisa membuat laki-laki tidak mudah bosan saat bercinta.

Kurangi anggapan atau pikiran yang negatif, tetapi cobalah lebih fokus agar berhubungan seks akan membawa kebahagiaan dan kesenangan bersama pasangan.

3. Usahakan sama-sama ekspresif saat di atas ranjang

3. Usahakan sama-sama ekspresif saat atas ranjang
Freepik/Racool_studio

Ketika pertama kali menikah, laki-laki selalu mendominasi dalam berhubungan seks, seperti menarik istri mendekat ke tubuhnya, membisikkan kalimat menggoda untuk berhubungan seks bahkan melakukan aksi nakal lainnya. 

Ketika menginjak umur 30 tahun, perubahan hormonal pasangan suami istri akan menjadi lebih seimbang. Kedua belah pihak akan menghasilkan testosterone dan estrogen, walaupun lebih banyak porsi estrogen pada perempuan usia subur ketimbang laki-laki. Hanya saja porsinya akan berubah selama bertahun-tahun.

Hal ini menjadi kabar baik juga mengingat ketika kadar estrogen dan testosterone laki-laki menurun, maka biarkan sang Istri mendominasi dan ‘memimpin’ selama sesi bercinta. 

Kondisi tersebut akan membuat istri senang dan bisa melakukan berbagai ekskplorasi di ranjang. Sebaliknya, ketika estrogen perempuan menurun, maka porsi sang Suami harus lebih bisa memuaskan pasangannya agar sesi bercinta semakin panas.

4. Eksplorasi hal baru agar kehidupan seks lebih menyenangkan

4. Eksplorasi hal baru agar kehidupan seks lebih menyenangkan
Freepik/gpointstudio

Ketika pasangan menjadi tua, maka akan lebih berpengalaman dalam urusan seks atau bahkan saling percaya diri satu sama lain. Hanya saja kadang melupakan seperti apa kehidupan seks yang memuaskan. 

Saat pertama kali menikah pasangan tak segan untuk bilang “sentuh aku di bagian ini” atau “jilat aku secara perlahan”. Ketika umur yang bertambah tua, hal tersebut menjadi jarang dilakukan untuk mencapai kepuasan seksual bersama saat bercinta.

Maka dari itu, cobalah untuk menciptakan momen-momen intim agar tidak membosankan. Bisa juga untuk mengajaknya mandi bersama sambil berhubungan seks. 

Tidak ada salah melakukan hal-hal baru untuk eksplorasi, sehingga kehidupan seks yang menyenangkan tak akan pernah padam.

5. Sadari bahwa setiap berhubungan seks merupakan hari yang istimewa

5. Sadari bahwa setiap berhubungan seks merupakan hari istimewa
Freepik/Racool_studio

Survei Universitas Chicago menunjukkan bahwa hampir setengah dari pasangan berusia 25 sampai 29 tahun mengatakan bahwa mereka bercinta setidaknya dua atau tiga kali seminggu. 11 persen di antara mereka, bahkan bisa melakukannya hingga empat kali atau lebih.

Pada usia kepala tiga dan empat, jumlahnya menjadi turun 30 persen dan yang mencengangkan 45 persen melaporkan seks dilakukan beberapa kali perbulan. Mungkin alasannya karena faktor kelelahan bekerja, mengurus kehidupan rumah tangga dan anak.

Saat frekuensi bercinta menurun, setiap pasangan harus menyadari bahwa tiap pertemuan bisa menjadi momen yang istimewa dan perlu dinikmati berdua. Tak ada salahnya untuk mengingat momen-momen yang pernah dilakukan, sehingga lebih intim. 

Walaupun kehidupan seks usia 30 tahun ke atas membutuhkan penyesuaian, tetapi bagi pasangan yang memahami adanya perubahan akan terasa normal. Apalagi ketika sama-sama saling memahami dan melakukan perubahan agar sesi bercinta menjadi tetap bergairah. 

Semoga beberapa cara saat bercinta di usia 30 tahun ke atas ini bisa bermanfaat. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.