Jalani Ibadah, Kenali 7 Tujuan Pernikahan menurut Agama Islam

Pernikahan memang seharusnya perlu didasari ibadah kepada Allah

25 Agustus 2021

Jalani Ibadah, Kenali 7 Tujuan Pernikahan menurut Agama Islam
Freepik/bristekjegor

Pernikahan merupakan ibadah menurut agama Islam. Tak jarang, prosesi ini juga akan melibatkan rasa haru campur bahagia di dalamnya.

Pasangan suami istri yang sudah resmi menikah pun perlu memahami kehidupan pernikahan sesuai dengan ajaran agama. Dalam agama Islam pun diajarkan terkait membangun rumah tangga yang harmonis, sehingga sakinah, mawaddah dan warahmah

Dengan menciptakan keluarga yang hangat, maka kebahagiaan dan kemuliaan bisa diraih oleh bersama-sama beserta pasangan.

Demi mengingat kembali terkait sisi baik dari tujuan menikah menurut ajaran agama Islam. Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya secara lebih detail. 

Yuk, kembali direnungkan!

1. Memenuhi kebutuhan naluri sebagai manusia

1. Memenuhi kebutuhan naluri sebagai manusia
Freepik/freepic.diller

Hidup berpasang-pasangan dan menemukan tambatan hati memang menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Hal tersebut pun termasuk kebutuhan manusia untuk mencintai dan dicintai. 

Tujuan menikah ini berkaitan dengan hakikat manusia yang memiliki nafsu dan naluri. Dengan melakukan pernikahan niscaya hal tersebut bisa terpenuhi, apalagi sudah sah menjadi pasangan suami istri.

Belum lagi, menikah juga bisa menghindari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Asalkan pernikahan melalui akad nikah yang sesuai dengan ajaran agama dan hukum di Indonesia.

2. Bisa membentengi akhlak dan menjaga pandangan

2. Bisa membentengi akhlak menjaga pandangan
Freepik/whatwolf

Selanjutnya tujuan dari menikah, yakni dapat memperkuat serta membentengi akhlak manusia dari perbuatan kotor dan berpotensi merusak martabat manusia lainnya.

Hal tersebut pun telah dijelaskan dengan sabda Rasulullah SAW terkait pernikahan yang mampu membentengi akhlak. Berikut bunyi hadisnya, yakni:

“Wahai para pemuda! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan membentengi fakir atau kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya.”

Editors' Picks

3. Membangun rumah tangga yang sesuai dengan ajaran Islam

3. Membangun rumah tangga sesuai ajaran Islam
Freepik/wirestock

Setiap umat Muslim perlu meniatkan dalam hati terkait tujuan menikah, apalagi mampu membangun bahtera rumah tangga sesuai dengan ajaran agama Islam.

Maka dari itu, pernikahan yang dibina oleh pasangan suami istri harus berkaitan dan sesuai kaidah-kaidah agama Islam. Hal ini mengharuskan pasangan yang menikah melaksanakan syariat Islam di dalam rumah tangganya.

Ini mulai dari melangsungkan pernikahan hingga membangun rumah tangga dengan cara Islami. Dalam artian harus saling mengasihi, membahagiakan dan menghormati satu sama lain. 

4. Menjadikan pernikahan sebagai sebuah ibadah kepada Allah SWT

4. Menjadikan pernikahan sebagai sebuah ibadah kepada Allah SWT
Freepik/wirestock

Menikah pun tetap harus diniatkan untuk beribadah kepada Allah SWT serta menjalankan segala perintah yang telah dianjurkan dengan baik.

Misalnya saja setelah menikah, kita dibiasakan untuk melangsungkan salat berjamaah dengan keluarga. Hal tersebut pun akan membangun sebuah rumah tangga yang harmonis, bahkan ada banyak rahmat yang berlipat ganda dari Allah. 

Aktivitas lain seperti mencari nafkah untuk istri dan anak, bahkan bersabar dalam mendidik anak-anak pun termasuk ibadah. 

5. Mengharapkan keturunan yang saleh, salihah serta bertaqwa pada agama

5. Mengharapkan keturunan saleh, salihah serta bertaqwa agama
Freepik/tarachadz

Ketika sudah menikah, Mama dan Papa pastinya akan mendambakan anak-anak yang saleh dan salehah. Hal tersebut pun akan jadi salah satu tujuan setelah menikah. 

Hal ini dikarenakan dalam surat An-Nahl ayat 72, Allah SWT sudah memberi sebagian rezeki yang baik dan pasangan suami istri harus beriman sesuai ajaran agama.

“Dan Allah menjadikan bagimu pasangan suami istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?”

6. Memperoleh ketenangan hati dan tingkatkan ibadah kepada Allah

6. Memperoleh ketenangan hati tingkatkan ibadah kepada Allah
Pixabay/StockSnap

Menikah membuat seseorang akan lebih tenang, nyaman dan diselimuti kebahagiaan. Ini juga telah tertuang dalam firman Allah di surat Ar-Rum ayat 21.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasannya ialah dia menciptakan istri-istri dan jenismu sendiri supaya kamu cenderung tentram kepadanya.”

Saat sudah menikah pun kita senantiasa mesti terus meningkatkan ibadah kita kepada Allah. Sama seperti hadis dari Bukhari dan Muslim saat Rasul mengatakan, “Seseorang diantara kalian bersetubuh dengan istrinya adalah sedekah!”

Sontak para sahabat bertanya kepada Rasulullah, lalu ia menjawab “Bagaimana menurut kalian jika ia (seorang suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah ia berdosa? Begitu pula jika ia bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), dia akan memperoleh pahala."

7. Senantiasa meminta pertolongan Allah

7. Senantiasa meminta pertolongan Allah
Pexels/Monstera

Sebagai manusia yang beriman, kita senantiasa perlu terus meminta pertolongan dari sang Pencipta. Ini pun termasuk ketika kita sudah menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga bersama pasangan.

Meminta pertolongan agar dijauhkan dari fitnah yang keji di dalam rumah tangga. Selain itu, bisa meminta pertolongan untuk diberikan keturunan yang saleh dan salihah.

Dikarenakan saat wafat, amalan yang tidak akan pernah putus hanya tiga. Ini termasuk doa dari keturunan kita yang saleh, senantiasa mendoakan saat kita sudah meninggal.

Nah, itu tadi beberapa tujuan penting pernikahan menurut ajaran agama Islam. Semoga dengan informasi ini bisa menjadi renungan tersendiri, sehingga pernikahan yang dijalani bersama pasangan bisa terus dirahmati Allah SWT.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.