TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Dampak Buruk Malas Foreplay saat Berhubungan Seks

Foreplay merupakan tahapan awal saat sesi bercinta

26 September 2022

5 Dampak Buruk Malas Foreplay saat Berhubungan Seks
Pexels/Ketut-subiyanto

Berhubungan seksual tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pasangan dianjurkan melakukan pemanasan atau foreplay terlebih dahulu sebelum sesi bercinta dimulai.

Foreplay adalah bagian awal yang penting saat berhubungan seksual. Foreplay termasuk istilah yang memang digunakan ketika sedang melakukan persiapan atau pemanasan saat bercinta bersama pasangan. Foreplay bisa dikatakan sebagai tahapan seks untuk mempersiapkan vagina menerima penis. Pemanasan ini bertujuan untuk membangkitkan gairah agar semakin intim dan mengurangi rasa canggung saat berada di atas ranjang.  

Perlu diketahui bahwa foreplay umumnya dilakukan selama 10 menit dengan mencumbu area-area sensitif perempuan, seperti bibir, leher, belakang telinga, dan payudara. Pemanasan sebelum berhubungan seks bisa menciptakan kualitas seks yang baik. Namun, tidak semua pasangan suka melakukan foreplay

Tak sedikit pasangan yang langsung melakukan hubungan seksual tanpa pemanasan terlebih dahulu. Padahal, apabila foreplaytidak dilakukan, maka salah satu pasangan akan dirugikan. 

Kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa dampak buruk malas melakukan foreplaysebelum berhubungan seks. Dengan membaca informasi di bawah ini, Mama dan Papa diharapkan bisa melakukan foreplayterlebih dahulu sebelum berhubungan seks. 

1. Vagina menjadi lebih kering

1. Vagina menjadi lebih kering
Pexels/Kamaji-ogino

Dampak negatif yang sering dirasakan perempuan saat jarang melakukan foreplay ialah vagina menjadi kering. Padahal, vagina perempuan dianjurkan tetap lembap guna melindungi dari berbagai infeksi serta penyakit menular seksual. 

Vagina yang kering bisa mengurangi kehangatan saat hubungan seksual. Selain itu, Mama juga kurang bergairah hingga stres setiap kali berhubungan seks. 

Editors' Picks

2. Bisa meningkatkan risiko trauma

2. Bisa meningkatkan risiko trauma
Pexels/Pixabay

Seperti disinggung sebelumnya bahwa foreplay bertujuan untuk mempersiapkan vagina menerima penis. Perempuan yang tidak siap menerima penetrasi umumnya akan mengalami trauma. 

Pasalnya, perempuan tidak memiliki persiapan untuk menerima penis yang masuk melalui vagina ketika tak melakukan foreplay. Perempuan akan mengalami kesakitan, sehingga menyebabkan trauma ketika berhubungan seksual. 

3. Tidak mendapat kepuasan seksual

3. Tidak mendapat kepuasan seksual
Pexels/Valeriya

Perempuan yang mengalami kesakitan saat berhubungan seks tentu tidak mendapat kepuasan seksual dari pasangannya. Perempuan akan merasa terpaksa berhubungan seks, namun hasrat seksualnya tidak tersalurkan dengan baik. 

Apabila terus dibiarkan, maka hubungan seksual tanpa foreplay bisa mengurangi keintiman dengan pasangan dia atas ranjang. Itulah sebabnya, suami sebaiknya jangan langsung “main tembak” ketika sesi bercinta.

Cobalah untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu agar tercipta hubungan seks yang menggairahkan. 

4. Berisiko vagina lecet

4. Berisiko vagina lecet
Pexels/Freestocks

Ketidakpuasan saat berhubungan seks bisa menyebabkan dampak buruk jangka panjang. Vagina perempuan bisa lecet karena belum siap menerima penetrasi. 

Selain itu, perempuan juga dapat merasa tidak dihargai selama berhubungan seks. Perempuan akan merasa dijadikan tempat pembuangan sperma saja, tanpa mendapatkan kepuasan seksual.

Vagina yang lecet juga bisa menyebabkan trauma berkepanjangan saat berhubungan seks. 

5. Dispareunia

5. Dispareunia
Pexels/Iamwmr

Foreplay bisa dijadikan sarana pelumasan untuk perempuan. Apabila Papa malas melakukan foreplay, maka vagina perempuan tidak dilumasi dengan sempurna hingga menyebabkan dispareunia. 

Dispareunia adalah istilah medis untuk hubungan seksual yang menyakitkan. Penyebabnya pun beragam, mulai dari perubahan hormon, jarang melakukan foreplay, hingga menopause. Ciri-ciri dispareunia adalah merasakan nyeri saat penetrasi seksual, nyeri di area vagina seperti terbakar, serta nyeri berdenyut selama beberapa jam setelah berhubungan seksual. 

Itulah sebabnya, Mama dan Papa dianjurkan melakukan foreplay terlebih dahulu guna mengurangi potensi vagina kering maupun lecet.

Apabila Mama merasakan nyeri berulang setelah foreplay dan berhubungan intim, lebih baik konsultasikan masalah tersebut ke dokter. Mama juga bisa meminta saran foreplayyang tepat untuk dilakukan bersama pasangan saat berhubungan seksual. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk