Kondom Beraneka Rasa, Amankah Digunakan untuk Berhubungan Seks?

Sebelum menggunakannya, ketahui fakta berikut terlebih dahulu!

27 Maret 2020

Kondom Beraneka Rasa, Amankah Digunakan Berhubungan Seks
pexels.com/ Pixabay

Kondom adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari lapisan bahan sangat tipis untuk mencegah air mani laki-laki untuk masuk ke dalam vagina. Jika digunakan secara tepat dan hati-hati, keampuhan kondom untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit mencapai 98 persen.

Kondom yang dijual di pasaran pun memiliki banyak jenis, mulai dari kondom berbahan dasar lateks atau getah karet, kulit domba, poliuretan yakni campuran antara karet dan plastik dan polyisoprene atau karet sintetis. Varian kondom standar ini tidak memiliki rasa dan berbau layaknya karet atau plastik pada umumnya.

Namun untuk menambah sensasi dan kenikmatan, banyak produsen yang merilis varian kondom rasa dengan melapisi sisi terluar kondom dengan pelumas yang mengandung macam-macam perisa buatan, yang tentu aman untuk dikonsumsi.

Pelumas berperisa ini juga dapat ditambahkan pada jenis kondom lainnya, seperti kondom yang bertekstur atau yang memiliki sensasi tambahan, misalnya dingin atau menggelitik.

Namun, apakah kondom yang memiliki rasa juga menawarkan manfaat yang sama? Bagaimana dengan risikonya?

Nah, untuk menjawab itu semua, berikut Popmama.com telah merangkum 3 fakta pentingnya.

1. Amankah kondom rasa digunakan untuk berhubungan seksual?

1. Amankah kondom rasa digunakan berhubungan seksual
Bearfotos / Freepik

Meskipun aman digunakan untuk seks oral, namun tidak semua kondom rasa aman untuk digunakan pada aktivitas seks lainnya. Ada beberapa produk kondom rasa yang dapat digunakan untuk seks penetrasi vaginal, namun ada yang tidak.

Oleh karena itu, sebaiknya baca dulu petunjuk pemakaian yang tercantum pada kemasan kondom tersebut. Pada umumnya kondom rasa mengandung gula buatan atau gliserin dalam pelumasnya.

Gliserin sendiri dapat merusak keseimbangan pH vagina, sehingga meningkatkan risiko perempuan terkena infeksi jamur dan infeksi saluran kencing jika menggunakan kondom rasa untuk penetrasi vagina.

Kondom berbahan lateks tanpa rasa adalah jenis paling efektif untuk mencegah kehamilan dan penyakit kelamin dari setiap jenis aktivitas seksual.

Namun kondom ini hanya bisa digunakan dengan pelumas berbahan dasar air. Lubrikan berbahan dasar minyak atau petroleum jelly dapat menyebabkan bahan karetnya menipis, aus, dan sobek.

Pada orang-orang yang alergi lateks, penggunaan kondom jenis ini bisa menyebabkan gatal, sensasi terbakar, atau timbul ruam kemerahan di kulit sekitar kelamin.

Untuk mereka yang memiliki alergi lateks, direkomendasikan untuk menggunakan kondom poliuretan, yakni yang terbuat dari plastik sintetis, tidak berwarna dan tidak berbau, lebih tipis dan kuat, namun kurang elastis dibandingkan bahan lateks.

Kondom poliuretan dapat digunakan dengan produk lubrikan berbahan dasar air maupun minyak. Bahan poliuretan juga menghasilkan panas yang bisa meningkatkan sensitivitas selama berhubungan seks.

Poliuretan tidak berpori, sehingga memberikan perlindungan yang dipercaya lebih baik bagi pencegahan kehamilan dan penyakit kelamin menular.

Editors' Picks

2. Kondom rasa digunakan untuk membuat oral seks lebih aman

2. Kondom rasa digunakan membuat oral seks lebih aman
Pexels/Valeria Boltneva

Dilansir dari Times of India, kondom rasa diciptakan untuk membuat oral seks lebih aman. Kebanyakan orang mungkin memakai kondom hanya pada saat penetrasi untuk mencegah kehamilan dan tertular penyakit menular seksual (PMS).

Tidak banyak yang tahu bahwa kondom juga dibutuhkan saat oral seks. Meskipun kamu tidak akan hamil dengan oral seks, tapi kamu berisiko tertular PMS. Inilah fungsi dari rasa pada kondom.

Tak hanya itu, rasa dari kondom juga dapat membantu meningkatkan pengalaman bercinta pasangan suami istri.

2. Kondom rasa digunakan untuk menutupi aroma

2. Kondom rasa digunakan menutupi aroma
Tlcplumbing.com

Selain untuk membuat oral seks lebih aman, kondom rasa juga dibuat untuk menutupi aroma. Kondom dengan rasa biasanya terbuat dari bahan non-lateks sintetis untuk menghindari aroma tipikal lateks.

Selain itu, rasa dari kondom juga digunakan untuk menutupi aroma kelamin saat bercinta, karena kebanyakan orang tidak menyukai aroma kelamin.

Tetapi dengan kondom rasa, aroma kelamin dapat tertutupi dan membuatnya lebih menyenangkan serta nyaman bagi kedua belah pihak. Namun, menurut Tiffany Gaines, pendiri dan CEO Lovability mengatakan bahwa sebaiknya kamu memilih kondom yang tidak ada rasanya karena 'rasa' ini umumnya berasal dari bahan kimia.

"Bahan kimia yang kita tahu sering membahayakan dan mengiritasi. Terlebih jika digunakan pada alat kelamin, yang dikhawatirkan akan berisiko terinfeksi," katanya.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sebagian besar jenis gula (alami atau kimiawi) dapat mengganggu pH vagina. Ketidakseimbangan pH dapat menyebabkan infeksi jamur dan vaginosis bakteri.

"Tetapi jika kamu akan melakukan hubungan seksual dan hanya memiliki kondom rasa, lebih baik memakainya daripada tidak sama sekali. Terlepas dari dampak kesehatan akibat kondom rasa, perlu dicatat bahwa kondom rasa benar-benar lebih aman daripada tanpa kondom sama sekali," katanya, mengutip dari laman Bustle.

“Kondom rasa bisa menjadi pilihan yang aman dan nyaman untuk seks oral,” ujar Gaines. 

Jika kamu ingin beralih dari seks oral ke sesi panas selanjutnya, Gaines menyarankan untuk berkumur terlebih dulu untuk mencegah bahan kimia atau gula menempel di liur dan bersihkan penis agar bahan kimianya tidak menempel di vagina.

Intinya, menggunakan kondom rasa akan aman-aman saja jika digunakan dengan benar, bahkan kondom rasa dapat membantu memperbaiki gairah pasangan.

Itu dia beberapa fakta penting terkait penggunaan kondom rasa yang benar.

Semoga informasi di atas bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.