Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Tips Hubungan Sehat dari Dinda Kirana, Bahas Toxic Relationship

3 Tips Hubungan Sehat dari Dinda Kirana, Bahas Toxic Relationship
Popmama.com/Dariel Dwiky Aulia
Intinya Sih
  • Dinda Kirana menekankan pentingnya keterbukaan dalam hubungan agar tidak tercipta jarak emosional dan kepercayaan tetap terjaga antara pasangan.

  • Dinda Kirana berbagi pengalaman pribadi tentang terjebak di hubungan toxic, mengingatkan agar tidak berusaha menyelamatkan pasangan hingga melupakan diri sendiri.

  • Dinda Kirana menegaskan perlunya batasan tegas terhadap red flag seperti kekerasan fisik atau verbal demi menjaga kesehatan mental dan harga diri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Membangun hubungan asmara yang sehat membutuhkan kedewasaan dan keberanian untuk menetapkan batasan agar mental tetap terjaga, Ma. Sering kali karena terlalu sayang, banyak perempuan yang justru mengabaikan kebahagiaannya sendiri.

Hal ini menjadi bahasan menarik dalam acara Media Visit serial Bercinta dengan Maut yang berlangsung pada Senin (11/5/2026) di IDN HQ. Sang aktris, Dinda Kirana, membagikan pandangan pribadinya mengenai rahasia hingga batasan dalam sebuah hubungan.

Nah dalam artikel ini Popmama.com telah merangkum beberapa tips hubungan sehat dari Dinda Kirana.

Yuk, disimak!

1. Menghindari rahasia agar tidak ada jarak dengan pasangan

Potret Dinda Kirana 4
Popmama.com/Dariel Dwiky Aulia

Keterbukaan merupakan fondasi utama dalam sebuah kepercayaan. Menurut Dinda, menyimpan rahasia besar meskipun dengan alasan demi kebaikan, justru bisa menciptakan jarak emosional dan membuat kita merasa tidak benar-benar mengenal pasangan sendiri.

"Gue susah banget nyimpan rahasia sama pasangan, karena pasti bakal ketahuan. Gue pasti bakal lihat kayak, gue sebenarnya di relationship ini sama siapa sih? Gue pasangan lo, tapi kayaknya gue nggak tahu apa-apa tentang lo. Pastinya nggak suka sih, walaupun demi kebaikan," ucap Dinda.

Mama perlu ingat bahwa komunikasi yang transparan jauh lebih baik daripada menyimpan bom waktu. Dengan saling terbuka, Mama dan pasangan bisa mencari solusi bersama tanpa ada rasa curiga.

2. Berhenti menjadi penyelamat dalam hubungan yang tidak sehat

Potret Dinda Kirana
Popmama.com/Dariel Dwiky Aulia

Terkadang kita merasa bisa mengubah sifat buruk pasangan jika kita memberikan kasih sayang lebih. Namun, Dinda Kirana mengingatkan bahwa mencoba "memperbaiki" orang lain seringkali justru merusak diri kita sendiri tanpa kita sadari.

"Dulu tuh aku sempat stay di toxic relationship itu 4 tahun, dan aku kayak baru sadar, 'Oh ya, toxic sih'. Tapi kayak ada reason dulu tuh ada perasaan kayak 'Gue bisa fix orang ini'. Itu ternyata kita toxic sama diri kita sendiri tapi kita nggak sadar. Lo mau coba save orang lain tapi lo nggak selamatin diri sendiri," ujar Dinda.

Pelajaran penting bagi Mama adalah selalu memprioritaskan diri sendiri terlebih dahulu. Mama tidak memiliki kewajiban untuk mengubah orang lain jika hal tersebut justru membuat Mama kehilangan jati diri dan kebahagiaan.

3. Tegas menetapkan batasan terhadap tanda bahaya atau red flag

Potret Dinda Kirana 3
Popmama.com/Dariel Dwiky Aulia

Setiap hubungan harus memiliki garis merah yang tidak boleh dilanggar. Dinda menekankan pentingnya sikap tegas terhadap perilaku pasangan yang sudah mulai menyerang fisik maupun harga diri kita sebagai seorang perempuan.

"Red flag yang udah nggak bisa ditoleransi menurut aku KDRT, main fisik, menghina. Malah jadi mempertanyakan self-worth kita. Pasangan tapi kayak menghina sih itu impact-nya gede banget ke mental," jelas Dinda.

Jika pasangan sudah mulai merendahkan atau melakukan kekerasan, itu adalah tanda nyata bahwa hubungan tersebut harus segera dihentikan. Mama harus berani mengambil sikap demi melindungi kesehatan mental dan martabat diri sendiri.

Itulah beberapa tips hubungan sehat dari Dinda Kirana yang bisa Mama jadikan refleksi. Semoga Mama selalu memiliki hubungan yang saling menghargai dan mendukung satu sama lain, ya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo

Related Articles

See More