Cepat dan Tak Sakit, Begini Proses Cara Pemasangan KB IUD

Pastikan Mama melakukan pemasangan KB IUD oleh tenaga medis profesional

5 Maret 2019

Cepat Tak Sakit, Begini Proses Cara Pemasangan KB IUD
Freepik/Nensuria

Di antara jenis-jenis alat kontrasepsi yang tersedia, KB IUD (Intrauterine Device) alias KB spiral menjadi salah satu metode yang banyak digunakan.

Selain praktis alias tidak perlu digunakan harian, KB IUD juga terbukti ampuh mencegah kehamilan, Ma.

KB IUD terbuat dari bahan plastik yang dilapisi tembaga. Nantinya, alat berbentuk seperti huruf T ini akan dimasukkan ke dalam vagina untuk mencegah sperma masuk.

Seperti apa ya cara pemasangan KB IUD? Yuk simak informasinya dari Popmama.com berikut ini:

1. Apa itu prosedur pemasangan KB IUD?

1. Apa itu prosedur pemasangan KB IUD
Freepik/Pressfoto

Proses pemasangan KB IUD adalah salah satu cara pemakaian alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Salah satunya adalah pemasangan spiral. Biasanya tahap kali pertama pada pemasangan KB IUD adalah konsultasi terlebih dahulu. Dokter akan menjelaskan secara detail mengenai prosedur pemasangan KB IUD yang hendak dilakukan.

Tentunya akan lebih baik bagi Mama jika memahami betul seperti apa nanti cara pemasangan KB IUD akan dilakukan. Dengan begitu, Mama akan menjadi lebih rileks dan tidak tegang.

Pemberian obat antinyeri seperti ibuprofen juga bisa dilakukan untuk meminimalkan nyeri yang Mama rasakan. Obat jenis ini juga diyakini bisa mengurangi rasa tidak nyaman pada vagina saat pemasangan berlangsung.

Baca juga:

2. Pemeriksaan posisi dan ukuran rahim

2. Pemeriksaan posisi ukuran rahim
Freepik/Rawpixel.com

Setelah konsultasi dan pemberian obat antinyeri selesai dilakukan, tahap selanjutnya yakni periksa dalam alias mengecek dari luar kira-kira posisi, ukuran dan pergerakan rahim.

Tahap ini dilakukan dengan dokter atau bidan memasukkan dua jari ke dalam vagina Mama. Tangan satunya kemudian akan meraba bagian perut untuk mengetahui posisi rahim.

Setelah posisi rahim sudah ditemukan, dokter kemudian akan menggunakan alat bernama spekulum. Alat ini bentuknya seperti cocor bebek dan biasa digunakan tenaga medis untuk pemeriksaan atau tindakan di area vagina.

Ya, spekulum kemudian digunakan untuk membuka vagina secara perlahan. Proses ini seringkali menimbulkan sedikit rasa nyeri atau tidak nyaman, Ma.

Editors' Picks

3. Pemberian suntik anestesi lokal

3. Pemberian suntik anestesi lokal
Pexels/Pixabay

Apabila spekulum sudah berhasil digunakan dengan benar, vagina akan dibersihkan dengan larutan antiseptik untuk meminimalkan risiko infeksi.

Tahap selanjutnya adalah pemberian suntik anestesi lokal ke serviks (leher rahim), ini agar rasa nyeri juga bisa dikurangi. Sementara itu, dengan menggunakan alat bernama tenakulum (yang menyerupai penjepit kecil), dokter akan menstabilkan posisi serviks.

Setelah itu, akan dilakukan pengukuran kedalaman rahim dengan menggunakan alat kecil bernama uterine sound. Tahap ini penting dilakukan untuk memastikan KB IUD bisa dimasukkan dalam posisi yang tepat.

Biasanya, IUD akan dimasukkan dalam kedalaman 6-9 cm. Apabila dari hasil pengukuran ditemukan kedalaman rahim kurang dari 6 cm, pemasangan KB IUD tidak bisa dilakukan.

4. Pemasangan IUD

4. Pemasangan IUD
nationalpost.com

Nah, apabila kedalaman rahim sudah diketahui dan memenuhi ukuran minimal yakni 6 cm, tahap selanjutnya adalah pemasangan IUD.

IUD yang bagian lengannya sudah bengkok kemudian akan dimasukkan menggunakan alat yang berbentuk seperti tabung kecil untuk memudahkan.

Jika sudah sampai pada kedalaman rahim yang sesuai, IUD kemudian akan dikeluarkan dari tabung dan diarahkan agar membentuk huruf T. Setelah dokter memastikan kembali IUD sudah terpasang dengan posisi yang benar, maka tahapan cara pemasangan KB IUD selesai dan semua alat medis akan dikeluarkan dari vagina.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan dari Pemasangan KB Spiral IUD

5. Kontrol ke dokter secara rutin

5. Kontrol ke dokter secara rutin
Pexels/rawpixel.com

Meski KB IUD sudah terpasang, bukan berarti lantas Mama tidak perlu ke dokter atau bidan lagi. Setelah KB IUD kali pertama terpasang, cek kembali ke dokter atau bidan setidaknya 6 minggu sesudahnya.

Ini untuk memastikan tidak ada keluhan atau masalah pada pemasangan KB IUD. Namun waktu ini bisa dipercepat jika Mama memiliki keluhan seperti demam, nyeri perut, tidak kunjung haid, perdarahan atau ada rasa tidak nyeri saat berhubungan intim.

Untuk jadwal rutin sesudahnya, lakukan minimal 3 bulan sekali. Cek ini penting dilakukan untuk membersihkan IUD dan memastikan posisinya tidak bergeser.

Jadi, apakah Mama sudah siap untuk melakukan pemasangan KB IUD?

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!