Serba-Serbi Teknik Mengejan yang Tepat saat Melahirkan

Pelajari teknik tepatnya agar persalinan nanti bisa lebih optimal

16 November 2018

Serba-Serbi Teknik Mengejan Tepat saat Melahirkan
Pixabay/Parentingupstream

Pada tahap tertentu saat persalinan, akan tiba masanya di mana Mama harus mengejan untuk melahirkan si Kecil. Semua bergantung pada dorongan yang Mama berikan.

Selama tahap ini, kontraksi yang Mama lakukan biasanya akan lebih teratur. Masing masing jaraknya sekitar 60-90 detik.

Mendekati waktu mengejan, ada beberapa ciri khas yang akan Mama rasakan di tubuh. Salah satunya nyeri kontraksi, kemudian adanya dorongan dari dalam jalan lahir.

Darah juga mulai akan banyak keluar pada tahapan ini. Sebagian perempuan menyebut saat tahap ini sensasi kesemutan dan terbakar di vagina juga akan muncul, terutama saat kepala bayi mulai keluar.

Lawan rasa takut dan cemas Mama dengan harapan akan bertemu dengan si Kecil sebentar lagi. Nah, carilah posisi mengejan yang membuat Mama nyaman dan lakukan beberapa teknik ini:

1. Beri dorongan kuat

1. Beri dorongan kuat
Pexels/Rawpixel.com

Saat mengejan, berikan dorongan kuat seolah-olah Mama sedang ingin buang air besar. Rilekskan tubuh dan paha Mama, kemudian mengejan dengan efektif.

Konsentrasi penuh pada dorongan yang Mama lakukan, jangan lupa dibarengi dengan pernapasan yang tepat.

Jika perlu, genggam tangan Papa atau pendamping persalinan Mama untuk mendapatkan sugesti dan dorongan tambahan. Dengan begitu, Mama akan merasa lebih kuat untuk mengejan dan lebih efektif.

2. Tempel dagu ke dada

2. Tempel dagu ke dada
Pixabay/Silviarita

Saat mengejan, Mama bisa mencari posisi apa saja yang membuat nyaman. Apabila Mama memilih untuk bersandar dengan punggung, pastikan Mama meletakkan dagu di dada.

Ini supaya Mama bisa lebih fokus melihat ke arah jalan lahir dan terbantu untuk bisa mengejan lebih kuat.

Menekan dagu ke dada juga membuat Mama lebih mudah mengejan efektif. Ini karena perut terbantu tertekan dari posisi atas, Ma.

Apabila posisi bersandar dirasa kurang nyaman, Mama bisa sedikit tegak atau setengah duduk. Pastikan Mama melakukan ini dengan pendampingan dari dokter atau bidan, ya.

3. Tetap fokus

3. Tetap fokus
Pexels/Pixabay

Fokus pada tenaga dan dorongan yang Mama berikan setiap kali mengejan. Semakin efisien Mama mengerahkan tenaga yang ada, maka semakin sedikit pula energi yang terbuang.

Dengan begitu, semakin cepat juga Mama bisa segera bertemu dengan si Kecil.

Pastikan Mama mengejan dengan benar di area bawah, bukan dengan memberikan tekanan berlebih di tubuh bagian atas atau wajah.

Melakukan hal ini justru bisa membuat aliran darah ke area wajah mengalami gangguan. Pada sebagian kasus, hal ini bisa menimbulkan mata merah atau memar di wajah.

Editors' Picks

4. Ubah posisi

4. Ubah posisi
Pixabay/Sanjasy

Kadang-kadang, saat sudah melakukan dorongan namun tak juga mampu mendorong bayi untuk keluar, mengubah posisi bisa menjadi salah satu solusi.

Saat berpindah posisi, mintalah saran dari dokter atau bidan yang mendampingi Mama. Ikuti setiap arahan yang diberikan karena tenaga medis lebih mudah melihat posisi persalinan Mama.

Hindari langsung mengubah posisi tanpa instruksi dari dokter atau bidan karena justru bisa mengganggu ritme persalinan yang tengah berlangsung.

5. Percaya pada insting

5. Percaya insting
Pexels/Rawpixel.com

Naluri keibuan Mama biasanya sudah mulai muncul bahkan sejak Mama masih belum bertemu dengan si Kecil. Pada masa ini, percayakan insting yang Mama rasakan.

Tarik napas dalam beberapa saat sebelum kontraksi muncul sehingga Mama bisa bersiap-siap untuk mengejan.

Nantinya saat puncak kontraksi terjadi, dorong dengan segenap kekuatan Mama. Jangan lupa atur napas dengan teratur.

Jika perlu, mintalah perawat atau bidan untuk memandu Mama melakukan teknik napas efektif.

6. Beri jeda istirahat

6. Beri jeda istirahat
Freepik/Freepic.diller

Saat kontraksi belum terjadi dengan teratur, berikan kesempatan bagi tubuh Mama untuk istirahat sejenak. Jangan lupa juga untuk menghemat energi dan istirahat untuk tahap selanjutnya.

Dokter atau bidan mungkin sesekali juga akan menyarankan Mama untuk berhenti mengejan. Hal ini dilakukan agar Mama bisa mengumpulkan tenaga lagi atau untuk menjaga agar bayi tidak terlahir terlalu cepat.

Percayakan instruksi dokter atau bidan yang mendampingi Mama. Dengan begitu, proses persalinan akan berjalan lebih terencana dan efektif.

7. Minta dukungan dari pendamping

7. Minta dukungan dari pendamping
Pexels/Andreas Wohlfahrt

Siapapun yang mendampingi Mama saat melewati proses persalinan, baik itu Papa ataupun ibu, jangan lupa untuk meminta dukungan.

Jika perlu, tanyakan apakah kepala bayi sudah mulai terlihat. Dengan begitu, Mama akan lebih terpacu untuk bisa mengejan lebih kuat.

Pastikan orang yang mendampingi Mama juga cukup kuat untuk melewati proses tersebut ya, Ma. Jangan sampai Papa justru takut terlebih dahulu, hal ini justru bisa membuat semangat Mama ikut menurun.

Apapun yang terjadi nanti di ruang persalinan, percaya pada kemampuan tubuh Mama dan dukungan dari orang di sekitar. Dengan begitu, semua prosesnya bisa berjalan lebih lancar, Ma.

Baca juga: Agar Tidak Berisiko, Hindari 5 Hal Berikut Ketika Mengejan!

Baca juga: Seluk-beluk Perawatan Luka Jahitan Pasca Persalinan Normal