Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Larangan Ibu yang Baru Melahirkan, Jauhkan Demi Kesehatan

Larangan Bagi Ibu yang Baru Melahirkan
Freepik.com
Intinya sih...
  • Hindari memasukan benda apa pun ke Vagina, termasuk tampon selama 6 minggu
  • Hindari melakukan aktivitas fisik berlebihan
  • Jangan mengangkat beban berat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah melahirkan, tubuh Mama akan terasa sangat lelah, berbagai perubahan pada tubuh akan dirasakan, seperti rasa tidak nyaman secara fisik, kurang tidur, serta tanggung jawab baru sebagai orang tua bisa.

Melalui berbagai sinyal tersebut, tubuh sebenarnya sedang mengingatkan akan hal penting, yaitu berikan waktu untuk tubuh beristirahat, terutama di minggu-minggu awal setelah persalinan.

Baik melahirkan secara normal maupun melalui operasi caesar, setiap ibu tetap membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Karena itu, Mama tidak perlu merasa bersalah saat memprioritaskan kesehatan dan kenyamanan diri sendiri, sambil tetap merawat si Kecil.

Untuk itu, Mama perlu memperhatikan larangan apa saja bagi ibu yang baru melahirkan demi menjaga kesehatan Mama secara fisik maupun mental. Berikut Popmama.com sudah merangkum informasinya dari berbagai sumber.

Table of Content

1. Hindari memasukan benda apa pun ke Vagina, termasuk tampon selama 6 minggu

Larangan Bagi Ibu yang Baru Melahirkan
Freepik.com

Melansir dari Parents, setelah melahirkan baik persalinan normal maupun caesar, tubuh Mama membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Perdarahan setelah melahirkan umumnya berlangsung selama 2 hingga 6 minggu.

Selama masa pemulihan ini, sebaiknya gunakan pembalut terlebih dahulu hingga dokter memastikan bahwa Mama sudah aman menggunakan produk menstruasi lainnya.

Jangan lupa untuk rutin mengganti pembalut serta selalu mencuci tangan sebelum dan sesudahnya, agar kebersihan tetap terjaga dan terhindar dari risiko infeksi.

Hindari penggunaan tampon, menstrual cup, maupun cairan pembersih vagina terlebih dahulu, karena dapat meningkatkan risiko infeksi. Selain itu hindari juga berhubungan seks selama masa pemulihan demi mencegah komplikasi akibat persalinan.

2. Hindari melakukan aktivitas fisik berlebihan

Larangan Bagi Ibu yang Baru Melahirkan
Freepik.com

Selanjutnya, Mama tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik yang berlebihan dan berat ya. Aktivitas berta dapat memicu cedera otot panggul pasca melahirkan.

Terutama bagi para perempuan yang melahirkan secara caesar, aktivitas berat sangat tidak dianjurkan. Karena luka operasi belum sepenuhnya pulih dan dapat berpotensi membuat jahitan menjadi terbuka.

Selain itu, terlalu banyak beraktivitas setelah melahirkan dapat meningkatkan risiko cedera, menyebabkan otot tegang, serta memicu rasa lelah berlebihan, stres, atau kecemasan.

3. Jangan mengangkat beban berat

Larangan Bagi Ibu yang Baru Melahirkan
Freepik.com/ stocking

Selama masa pemulihan setelah melahirkan, sebaiknya hindari mengangkat benda-benda berat, terutama di minggu-minggu awal pascapersalinan. Melansir dari Family Doctor, aktivitas ini dapat memberikan tekanan berlebih pada tubuh yang masih dalam proses penyembuhan, sehingga berisiko memicu hernia atau mengganggu jahitan yang belum pulih sepenuhnya.

Dengan membatasi aktivitas berat, tubuh akan memiliki waktu yang cukup untuk kembali kuat dan sehat secara bertahap. Oleh karena itu, disarankan untuk beristirahat setidaknya 7 hingga 9 jam setiap malamnya, Ma.

4. Jangan melewatkan waktu makan dan makan makanan yang bergizi

Larangan Bagi Ibu yang Baru Melahirkan
Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Penting untuk tidak melewatkan waktu makan ya. Dengan nutrisi yang seimbang dan waktu makan yang terjaga dapat membantu proses pemulihan lebih cepat. Selain itu, gizi yang seimbang juga dapat membantu Mama memberikan asupan ASI ynag berkualitas bagi si Kecil.

Melansir dari Parents, dokter kandungan dari Rush University System for Health di Chicago Caroline Kuhn, MD, menyarankan agar para ibu perlu memperhatikan asupan protein, zat besi, kalsium, vitamin dan mineral serta asupan serat tercukupi.

5. Menjalani diet ketat

Larangan Bagi Ibu yang Baru Melahirkan
Freepik.com/Anastasia Kazakova

Pascamelahirkan Mama jangan langsung melakukan diet ketat. Dilansir dari National Health Service UK, diet yang terlalu dini dapat memperlambat proses penyembuhan.

Diet ketat dengan mengurangi asupan nutrisi terutama kalori, dapat berpengaruh pada produksi ASI lho, Ma, sehingga sebaiknya menunggu hingga dua bulan. Jika melakukan diet, lakukan secara bertahap, baik mengatur pola makan maupun aktivitas olahraga.

6. Jangan merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang

Larangan Bagi Ibu yang Baru Melahirkan
Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Menjaga lingkungan yang sehat setelah kelahiran bayi menjadi hal yang sangat penting, termasuk dengan menghindari kebiasaan merokok. Melansir dari Healthline, rokok tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan orang tua, tetapi juga sangat berbahaya bagi bayi.

Paparan asap rokok, baik secara langsung maupun tidak langsung, diketahui dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), serta memicu gangguan pernapasan seperti asma pada anak.

Tak hanya itu, penyalahgunaan obat-obatan terlarang juga dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi. Meski tidak terlalu sering terjadi, zat seperti metamfetamin, opioid, kokain, dan ganja kerap dikaitkan dengan risiko kematian dini.

Oleh karena itu, Mama dan Papa sebaiknya ciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan bebas dari zat berbahaya ya, untuk mendukung tumbuh kembang si kecil secara optimal.

7. Batasi konsumsi kafein dan alkohol

Larangan Bagi Ibu yang Baru Melahirkan
Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Konsumsi kafein dan alkohol pascamelahirkan juga perlu dibatasi sebelum 40 hari, karena alkohol dapat masuk dalam tubuh bayi melalui ASI.

Membatasi kafein dan alkohol di masa awal pascapersalinan bukan sekadar aturan Ma, namun langkah bijak untuk menjaga kenyamanan, pola tidur, dan kesehatan bayi secara keseluruhan saat mereka masih dalam fase perkembangan yang sensitif.

Dilansir dari Healthline, metabolisme bayi masih lambat dalam memproses zat kafein dan alkohol, sehingga jika terpapar si Kecil akan menjadi lebih rewel dan sulit tidur

8. Larangan bagi para Mama untuk jangan abaikan tanda depresi pascamelahirkan

Larangan Bagi Ibu yang Baru Melahirkan
Freepik.com

Setelah melahirkan, tubuh perlu beradaptasi secara fisik maupun hormonal, sehingga menyebabkan baby blues. Kondisi ini dialami oleh 80% perempuan pascamelahirkan, sehingga jangan diabaikan. Mama juga perlu untuk terbuka dan jangan ragu untuk meminta bantuan ya.

Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

  • Kesedihan yang mendalam
  • Menangis berlebihan
  • Kesulitan tidur
  • Perubahan suasana hati
  • Kurangnya energi atau kelelahan
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Perubahan selera makan
  • Perasaan bersalah, tidak berharga, atau putus asa
  • Kesulitan menjalin ikatan dengan bayi
  • Sifat mudah tersinggung dan marah
  • Kegelisahan
  • Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain

9.Jangan menyepelekan rasa nyeri setelah melahirkan

Larangan Bagi Ibu yang Baru Melahirkan
Freepik.com/ stocking

Sebagian besar ibu hamil akan merasakan nyeri setelah melahirkan, meskipun jenis dan lamanya rasa sakit bisa berbeda-beda pada setiap orang. Sebagai contoh, tingkat nyeri setiap orang berbeda dan dapat dipengaruhi oleh kelahiran pertama, atau metode persalinan yang dijalani.

Melansir Healthline, beberapa jenis nyeri yang masih tergolong normal setelah melahirkan antara lain:

  • Kram akibat rahim yang kembali mengecil ke ukuran sebelum hamil
  • Nyeri di area antara vagina dan anus
  • Rasa sakit di sekitar luka operasi atau jahitan
  • Ketidaknyamanan pada leher, punggung, dan persendian
  • Nyeri akibat payudara yang membengkak atau terasa penuh

Namun, beberapa jenis nyeri berikut tidak tergolong normal dan perlu segera diperiksakan ke dokter, jika:

  • Sakit kepala berat yang tidak membaik dengan obat atau disertai gangguan penglihatan
  • Nyeri disertai demam di atas 37°C
  • Nyeri saat buang air kecil yang semakin memburuk
  • Perdarahan hebat (membasahi dua pembalut dalam satu jam selama lebih dari 1–2 jam)
  • Nyeri pada satu bagian payudara, terutama jika disertai demam atau kemerahan
  • Cairan dari vagina yang berbau tidak sedap
  • Nyeri disertai pembengkakan pada kaki
  • Nyeri dada dan kesulitan bernapas

10. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kontrol kehamilan dan penggunaan kontrasepsi

Larangan Bagi Ibu yang Baru Melahirkan
Freepik.com

Setelah melahirkan, banyak ibu yang belum menyadari bahwa kehamilan bisa terjadi kembali dalam waktu yang cukup singkat, bahkan sejak 6 hingga 8 minggu setelah persalinan.

Jika Mama tidak berencana hamil dalam waktu dekat, ingat untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan kontrasepsi yang paling aman dan sesuai dengan kondisi tubuh. Kehamilan yang lebih cepat terutama beberapa bulan setelah kehamilan dapat berdampak pada kondisi kesehatan Mama dan si Kecil.

Nah, itulah beberapa larangan bagi ibu hamil yang baru melahirkan yang perlu untuk diperhatikan. Dengan berkonsultasi dengan dokter dan menaati larangan yang dianjurkan, proses pemulihan setelah melahirkan dapat lebih cepat dan Mama bisa fokus menyusui dan menemani si Kecil dengan lebih lancar. Semangat ya Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

7 Kebiasaan yang Disarankan Dokter sebelum Memulai Program Hamil

10 Feb 2026, 16:21 WIBPregnancy