Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Mengenali Atresia Esofagus, Kelainan Bawaan pada Bayi

Mengenali atresia esofagus kelainan bawaan pada bayi
Freepik.com/rawpixel
Intinya sih...
  • Atresia esofagus adalah kelainan bawaan pada saluran esofagus atau kerongkongan bayi.
  • Atresia esofagus jarang terdeteksi selama kehamilan.
  • Terdapat lima jenis atresia esofagus.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagian orang mungkin belum begitu familiar dengan atresia esofagus. Kondisi ini sendiri merupakan kelainan bawaan yang terjadi ketika saluran esofagus atau kerongkongan tidak berkembang secara sempurna sejak janin berada dalam kandungan.

Ketika janin tidak berkembang dengan baik, maka saluran esofagus dan kerongkongan (trakea) tidak dapat terpisah dengan sempurna. Berdasarkan kondisinya, atresia esofagus memiliki enam tipe yang berbeda.

Merujuk dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), atresia esofagus jarang terdeteksi saat masa kehamilan. Kondisi ini umumnya baru diketahui setelah bayi lahir, terutama ketika bayi mulai menyusu dan mengalami gejala seperti tersedak atau muntah.

Menurut data dari Cleveland Clinic,  atresia esofagus umum terjadi dengan rasio 1 dari 3.500 bayi yang lahir.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai atresia esofagus, Popmama.com sudah merangkum informasinya  berikut ini.

Table of Content

1. Apa itu atresia esofagus dan penyebabnya

1. Apa itu atresia esofagus dan penyebabnya

Mengenali atresia esofagus kelainan bawaan pada bayi
Photo by Centers for Disease Control and Prevention (CDC)

Melansir dari Cleveland Clinic, atresia esofagus merupakan kelainan bawaan yang tergolong jarang pada sistem pencernaan.

Kondisi ini terjadi ketika esofagus, yaitu saluran yang seharusnya mengalirkan makanan dari mulut ke lambung, tidak tersambung dengan bagian bawah esofagus maupun lambung. Dengan kata lain, saluran ini terbagi mejadi dua saluran yang tidak terhubung.

Pada sebagian besar bayi yang mengalami kondisi ini, beberapa kelainan bawaan lain, yaitu sebagian esofagus yang terhubung secara tidak normal dengan saluran pernapasan atau trakea. Hubungan abnormal tersebut dikenal sebagai fistula trakeoesofagus atau tracheoesophageal fistula (TEF).

Jika bayi mengalami kondisi ini, maka dapat menyebabkan tersedak dan sesak napas, karena sebagian ASI dapat masuk ke dalam kerongkongan dan paru-paru.

Atresia esofagus terjadi akibat gangguan pada proses perkembangan esofagus dan trakea saat janin berada dalam kandungan. Meski demikian, hingga kini penyebab pasti dari gangguan perkembangan tersebut masih belum diketahui.

2. Atresia esofagus Tipe A

Mengenali atresia esofagus kelainan bawaan pada bayi
Siloam Hospitals.com

Melansir dari Jhon Hopkins Medicine, pada atresia esofagus tipe A, bagian atas dan bagian bawah esofagus tidak saling terhubung, sehingga kerongkongan membentuk ujung tertutup menyerupai kantong.

Berbeda dengan tipe lainnya, pada tipe A tidak ditemukan adanya fistula, yaitu saluran abnormal yang menghubungkan esofagus dengan trakea atau saluran pernapasan.

3. Atresia esofagus Tipe B

Mengenali atresia esofagus kelainan bawaan pada bayi
Siloam Hospitals.com

Pada tipe ini, esofagus bagian atas dan bagian bawah tidak saling terhubung.

Namun, ujung esofagus bagian atas justru membentuk sambungan abnormal dengan trakea atau saluran pernapasan.

Sedangkan pada saluran bawahnya membentuk katup yang tertutup. Jenis ini tergolong sangat jarang ditemukan.

4. Atresia esofagus Tipe C

Mengenali atresia esofagus kelainan bawaan pada bayi
Siloam Hospitals.com

Atresia esofagus Tipe C merupakan bentuk atresia esofagus yang paling sering ditemukan.

Pada tipe ini, esofagus terbagi menjadi dua bagian. Ujung esofagus bagian atas tertutup dan membentuk kantong.

Sedangkan bagian bawahnya membentuk fistula yang terhubung dengan trakea atau saluran pernapasan.

5. Atresia esofagus Tipe D

Mengenali atresia esofagus kelainan bawaan pada bayi
Siloam Hospitals.com

Tipe D terjadi ketika esofagus bagian atas dan bagian bawah tidak saling terhubung.

Pada kondisi ini, baik esofagus bagian atas maupun bagian bawah masing-masing membentuk fistula yang terhubung dengan trakea.

Jenis ini tergolong sangat jarang dan umumnya menimbulkan gejala yang paling berat dibandingkan tipe atresia esofagus lainnya.

6. Atresia esofagus Tipe E

Mengenali atresia esofagus kelainan bawaan pada bayi
Siloam Hospitals.com

Tipe E ditandai dengan adanya fistula yang menghubungkan trakea dan esofagus atau dikenal dengan fistula trakeoesofagus (tracheoesophageal fistula/TEF).

Berbeda dengan tipe lainnya, kondisi ini hanya melibatkan sambungan abnormal antara trakea dan esofagus tanpa disertai atresia esofagus.

Itulah informasi seputar atresia esofagus atau kelainan bawaan pada bayi yang penting untuk diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat ya Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

7 Kebiasaan yang Disarankan Dokter sebelum Memulai Program Hamil

10 Feb 2026, 16:21 WIBPregnancy