Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenali Kontraksi Palsu menjelang Persalinan, Jangan Panik ya Ma!

Kenali Kontraksi Palsu menjelang Persalinan, Jangan Panik ya Ma!
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI
Intinya Sih
  • dr. Nirwan Darmawan, SpOG menjelaskan pentingnya mengenali kontraksi palsu atau braxton hicks agar ibu hamil tidak panik dan tahu kapan harus ke rumah sakit.
  • Kontraksi palsu ditandai pola muncul acak, frekuensi tidak meningkat, nyeri ringan di perut depan, serta bisa hilang saat istirahat atau ganti posisi.
  • Ibu hamil disarankan segera ke rumah sakit bila kontraksi disertai perdarahan, ketuban pecah, atau gerakan janin berkurang drastis sebagai tanda kondisi darurat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Memasuki trimester ketiga, sangat penting bagi ibu hamil untuk Kenali Kontraksi Palsu menjelang Persalinan agar tidak gampang terkecoh oleh sinyal yang diberikan tubuh. Setiap kali ada sensasi kencang di perut, rasanya jantung langsung berdebar dan pikiran langsung melayang ke persiapan rumah sakit. "Apakah si Kecil sudah mau lahir sekarang?" Pertanyaan ini pasti sering sekali muncul di benak Mama, terutama bagi yang baru pertama kali menjalani proses kehamilan.

Wajar banget kok kalau Mama merasa overthinking dan super waspada. Nah, baru-baru ini ada video edukasi menarik dari dr. Nirwan Darmawan, SpOG yang menjelaskan bagaimana ibu hamil kerap dibuat bingung oleh kemunculan kondisi ini. Banyak dari kita yang langsung panik pergi ke IGD rumah sakit, padahal saat diperiksa pembukaannya masih nol karena ternyata perut kencang yang dirasakan hanyalah kontraksi palsu atau biasa disebut braxton hicks.

Kejadian seperti itu sangat sering dialami oleh para bumil karena belum familier dengan sifat asli dari rahim yang sedang berlatih. Membawa diri ke rumah sakit dengan persiapan yang matang tentu baik, namun membekali diri dengan ilmu yang tepat jauh lebih penting agar Mama bisa menjalani akhir kehamilan dengan tenang. Dengan memahami karakteristiknya, Mama tidak perlu lagi terjebak dalam kepanikan dini hari yang melelahkan.

Yuk, simak pembahasan lengkap yang sudah Popmama.com rangkum dari penjelasan dr. Nirwan Darmawan, SpOG berikut ini, agar Mama bisa lebih lihai mengenali tanda-tanda kontraksi palsu yang muncul di trimester ketiga!

Table of Content

1. Pola munculnya tidak teratur alias acak

1. Pola munculnya tidak teratur alias acak

1. Pola munculnya tidak teratur alias acak.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Kunci utama untuk membedakan kondisi ini adalah dengan melihat keteraturan munculnya rasa kencang di perut. Kontraksi palsu atau braxton hicks memiliki sifat yang sangat acak dan suka "datang dan pergi" sesuka hati tanpa jadwal yang jelas. Mama mungkin merasakannya sekali di pagi hari, lalu sensasi kencang itu baru muncul lagi beberapa jam kemudian, atau bahkan hilang seharian.

Sebaliknya, jika itu merupakan tanda persalinan yang asli, polanya akan sangat ritmis dan jarak antar-kontraksi akan membentuk waktu yang tetap. Otot rahim pada kondisi latihan hanya melakukan simulasi ringan, sehingga kemunculannya tidak pernah beraturan karena leher rahim memang belum bersiap untuk membuka.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kondisi palsu ini tidak akan memiliki interval yang konsisten. Jadi, jika Mama mendapati perut kencang yang munculnya acak dan tidak berpola dari waktu ke waktu, itu adalah tanda mutlak bahwa rahim Mama baru sekadar melakukan pemanasan.

2. Frekuensinya tidak makin sering dari waktu ke waktu

2. Frekuensinya tidak makin sering dari waktu ke waktu.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Ciri khas lain yang perlu diperhatikan saat mencoba membedakannya adalah frekuensi kemunculannya yang stagnan alias begitu-begitu saja, Ma. Saat Mama mengalami fase ini, intensitas kehadirannya tidak akan bertambah padat dalam hitungan jam. Jika dalam satu jam pertama kencang hanya muncul dua kali, maka pada jam berikutnya frekuensinya tetap jarang dan jarak antar-kencangnya tidak memendek.

Hal ini sangat berbeda dengan sifat kontraksi asli persalinan yang dijelaskan oleh dr. Nirwan Darmawan, SpOG. Pada kontraksi sejati, rahim akan mengencang dengan pola 5-1-1 yang sangat disiplin (terjadi setiap 5 menit sekali, dengan durasi 1 menit penuh, dan berlangsung stabil selama minimal 1 jam). Pemanasan rahim tidak akan pernah menunjukkan kemajuan frekuensi yang beruntun dan intens seperti itu.

Oleh karena itu, badan kesehatan internasional menyarankan para bumil untuk mencatat waktu setiap kali perut terasa kencang. Jika setelah dipantau selama beberapa jam frekuensi kencang di perut tetap berjauhan, mereda, dan tidak menunjukkan tren yang makin rapat, bisa dipastikan rahim Mama hanya sedang melakukan latihan biasa.

3. Rasa kencangnya bisa hilang kalau istirahat atau ganti posisi

3. Rasa kencangnya bisa hilang kalau istirahat atau ganti posisi.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Ciri khas yang paling mudah dikenali dari fase latihan ini adalah sifatnya yang sangat sensitif terhadap perubahan aktivitas tubuh Mama. Biasanya, kondisi ini dipicu oleh otot rahim yang kelelahan setelah Mama banyak beraktivitas, berjalan jauh, atau akibat tubuh bumil sedang kekurangan cairan (dehidrasi ringan).

Uniknya, rasa kencang ini akan langsung mereda, mengecil, atau bahkan hilang sepenuhnya begitu Mama membawa tubuh untuk beristirahat, duduk santai, berganti posisi tidur, atau setelah Mama minum segelas air putih hangat. Otot rahim akan langsung merespons relaksasi tersebut dengan cepat.

Namun, jika yang Mama alami adalah tanda asli, maka rasa kencang dan sakit tersebut tidak akan hilang atau berkurang sedikit pun walau Mama sudah dibawa beristirahat atau mengubah posisi senyaman mungkin. Jadi, jika perut kencang Mama mendadak lenyap setelah Mama meluruskan kaki di kasur, sudah pasti itu bukan tanda melahirkan yang sesungguhnya.

4. Intensitas nyerinya ringan dan tidak makin kuat

4. Intensitas nyerinya ringan dan tidak makin kuat.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Banyak Mama yang panik karena mengira rasa kencang di perut adalah nyeri melahirkan, padahal tingkat kehebatannya berbeda jauh. Sinyal palsu ini umumnya tidak mengalami kemajuan dalam hal kekuatan rasa sakit. Efek kram yang dirasakan pada jam pertama akan cenderung sama ringannya pada jam-jam berikutnya.

Rasa tidak nyaman dari kondisi ini biasanya digambarkan mirip seperti kram ringan saat menstruasi atau sekadar perut yang terasa tegang mulas biasa. Sensasinya sama sekali tidak akan bertambah hebat seiring waktu, dan tidak akan membuat Mama sampai kesulitan bernapas, kesulitan berbicara, atau sampai tidak bisa berjalan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan bahwa kontraksi persalinan yang efektif harus menunjukkan peningkatan kekuatan yang bertahap (makin lama makin kuat). Karena kondisi palsu tidak memicu pembukaan leher rahim, maka intensitas energinya akan tetap berada di level yang sama dan tidak akan bertambah parah.

5. Lokasi nyerinya biasanya hanya di perut depan

5. Lokasi nyerinya biasanya hanya di perut depan.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Bagi Mama yang sedang hamil tua, penting sekali untuk meraba dan merasakan dari mana arah datangnya rasa kencang tersebut. Latihan rahim ini memiliki lokalisasi rasa sakit yang sangat terbatas. Sensasi tidak nyaman atau mengeras itu biasanya hanya berpusat dan dirasakan di bagian perut depan saja.

Mama mungkin merasa perutnya mengeras seperti bola keras di bagian depan atau di sekitar panggul bawah, namun area punggung tetap terasa aman. Sementara pada kondisi asli, jalur nyerinya sangat khas yaitu dimulai dari punggung bagian belakang lalu menjalar dan melingkari tubuh hingga ke perut depan.

Keterangan dari National Health Service (NHS) Inggris menegaskan bahwa sensasi palsu umumnya hanya terasa sebagai pengencangan di bagian depan perut. Jika tidak ada rasa nyeri yang mencengkeram dari arah pinggang atau punggung belakang, rahim Mama memang belum memulai proses persalinan.

6. Kapan ke RS? perhatikan tanda bahaya ini!

6. Kapan ke RS_ perhatikan tanda bahaya ini!.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Nah, setelah memahami seluruh poin di atas, langkah krusial terakhir bagi para bumil adalah memahami batasan kapan harus tetap di rumah dan kapan harus segera pergi ke rumah sakit. Kondisi palsu murni tidak akan memengaruhi kondisi leher rahim (serviks), kantung ketuban, maupun kenyamanan janin.

Menurut dr. Nirwan Darmawan, SpOG, Mama harus segera bersiap ke RS apabila rasa kencang tersebut mulai diikuti tanda darurat seperti adanya perdarahan atau flek, ketuban pecah, atau jika gerakan janin sangat berkurang drastis secara mendadak bersamaan dengan datangnya kencang di perut.

Berdasarkan panduan dari badan kesehatan internasional, tanda-tanda penyerta tersebut merupakan sinyal klinis bahwa proses persalinan sudah di depan mata atau adanya kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera. Jika hal ini terjadi, Mama tidak boleh menunda lagi untuk mendapatkan penanganan profesional di fasilitas kesehatan.

dr. Nirwan Darmawan, SpOG menyarankan agar Mama memantau semua tanda ini dengan kepala dingin. Beliau memberikan tips berharga agar Mama tidak langsung panik meluncur ke IGD jika merasakan ketegangan yang membingungkan. Jika Mama merasa ragu, sangat disarankan untuk menelepon dokter atau bidan terlebih dahulu sebelum berangkat ke RS.

Nah, sekarang Mama sudah tahu kan apa saja sifat-sifat khas serta cara Kenali Kontraksi Palsu menjelang Persalinan agar tahu kapan harus benar-benar pergi ke RS? Mengetahui informasi ini sangat penting agar Mama bisa lebih tenang dan tidak gampang panik saat merasakan sensasi kencang di perut menjelang hari perkiraan lahir (HPL). Selalu ingat untuk memantau tubuh dengan kepala dingin ya, Ma!

Apakah Mama yang sedang hamil tua belakangan ini sering banget merasakan kontraksi palsu di malam hari sampai bikin susah tidur?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More