Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Sauna dan Berendam Air Panas Bikin Sperma Loyo Cek Faktanya, Pa!

Sauna dan Berendam Air Panas Bikin Sperma Loyo Cek Faktanya, Pa!
Magnific/freepik
Intinya Sih
  • Paparan suhu tinggi dari sauna atau air panas dapat mengganggu proses pembentukan sperma karena testis membutuhkan suhu lebih rendah untuk produksi sperma yang optimal.
  • Penelitian menunjukkan kebiasaan berendam air panas atau sauna berulang kali bisa menurunkan jumlah dan motilitas sperma, meski efeknya umumnya bersifat sementara setelah kebiasaan dihentikan.
  • Laki-laki dengan kualitas sperma rendah atau sedang program hamil disarankan membatasi paparan panas berlebih agar tidak memperburuk kesuburan, sambil menjaga gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mandi air panas, berendam di jacuzzi, atau menikmati sauna sering menjadi pilihan untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas yang padat. Sensasi hangat yang diberikan memang dapat membantu tubuh terasa lebih rileks dan nyaman setelah seharian beraktivitas.

Di sisi lain, ada anggapan yang cukup populer bahwa terlalu sering terpapar suhu panas dapat memengaruhi kualitas sperma. Tak sedikit orang yang kemudian bertanya-tanya apakah kebiasaan berendam air panas atau sauna benar-benar bisa berdampak pada kesuburan laki-laki.

Topik ini kembali menjadi perhatian setelah Prof. dr. Silvia W. Lestari, M.Biomed., Sp.And. membahasnya dalam podcast Heart to Health bersama Gritte Agatha. Menurutnya, suhu yang terlalu tinggi di area reproduksi dapat memengaruhi proses produksi sperma.

Lalu, benarkah mandi air panas dan sauna bisa membuat sperma menjadi "loyo"? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan ahli dan sejumlah penelitian yang membahas kaitan antara paparan panas dan kualitas sperma.

Table of Content

1. Testis memang dirancang bekerja pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh

1. Testis memang dirancang bekerja pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh

Sauna dan Berendam Air Panas Bikin Sperma Loyo_ Cek Faktanya, Pa! 2.jpg
Magnific/benzoix

Tubuh laki-laki memiliki sistem alami untuk menjaga kualitas sperma tetap optimal. Salah satunya terlihat dari posisi testis yang berada di luar rongga tubuh melalui kantung skrotum. Posisi ini memungkinkan suhu testis tetap sedikit lebih rendah dibandingkan suhu inti tubuh.

Suhu yang lebih rendah tersebut dibutuhkan agar proses pembentukan sperma atau spermatogenesis dapat berlangsung dengan baik. Ketika suhu di sekitar testis meningkat terlalu tinggi, proses produksi sperma berisiko mengalami gangguan, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya.

Para ahli andrologi telah lama mengetahui bahwa peningkatan suhu di area reproduksi laki-laki dapat memengaruhi kesehatan sperma. Inilah yang menjadi alasan mengapa berbagai sumber panas, termasuk sauna dan berendam air panas, sering dikaitkan dengan masalah kesuburan pria.

2. Berendam air panas dapat meningkatkan suhu di area reproduksi

Sauna dan Berendam Air Panas Bikin Sperma Loyo_ Cek Faktanya, Pa!3.jpg
Magnific/freepik

Berendam di jacuzzi atau bak air panas memang terasa menyenangkan, terutama saat tubuh terasa lelah atau pegal. Namun, suhu air yang tinggi dapat meningkatkan suhu di sekitar testis selama proses berendam berlangsung.

Dalam podcast Heart to Health, Prof. dr. Silvia W. Lestari, M.Biomed., Sp.And. menjelaskan bahwa paparan panas dari air hangat perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi lingkungan yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma secara optimal.

"Termasuk mandi air panas atau berendam air panas. Kayak jacuzzi, aduh, tahu enggak ya kayak direbus rasanya," ujar Prof. Silvia dalam podcast Heart to Health bersama Gritte Agatha.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana suhu tinggi dari air panas dapat membuat area reproduksi menerima paparan panas yang cukup intens. Jika kondisi ini terjadi berulang kali dalam waktu yang lama, produksi sperma berpotensi mengalami penurunan.

3. Penelitian menemukan paparan panas berlebih dapat memengaruhi kualitas sperma

Sauna dan Berendam Air Panas Bikin Sperma Loyo_ Cek Faktanya, Pa! 4.jpg
Magnific/freepik

Temuan Prof. Silvia juga didukung oleh sejumlah penelitian internasional. Peneliti dari University of California, San Francisco pernah meneliti laki-laki yang rutin menggunakan hot tub, jacuzzi, atau berendam air panas dan mengalami gangguan kesuburan.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa beberapa peserta mengalami peningkatan kualitas sperma setelah menghentikan kebiasaan berendam air panas. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan panas berlebih memang dapat berpengaruh terhadap kesehatan sperma pada sebagian laki-laki.

Selain memengaruhi jumlah sperma, suhu yang terlalu tinggi juga dapat berdampak pada motilitas atau kemampuan sperma bergerak. Padahal, kemampuan bergerak merupakan salah satu faktor penting agar sperma dapat mencapai dan membuahi sel telur.

4. Sauna juga dapat memberikan dampak serupa

Sauna dan Berendam Air Panas Bikin Sperma Loyo_ Cek Faktanya, Pa! 5.jpg
Magnific/Drazen Zigic

Tidak hanya berendam air panas, sauna juga menjadi salah satu bentuk paparan panas yang sering diteliti dalam kaitannya dengan kesuburan pria. Saat berada di ruang sauna, suhu tubuh dan suhu di area reproduksi meningkat akibat lingkungan yang sangat panas.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction menemukan bahwa laki-laki sehat yang menjalani sauna Finlandia secara rutin mengalami penurunan sementara pada jumlah, konsentrasi, serta motilitas sperma.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa paparan panas berulang dapat memengaruhi proses pembentukan sperma. Meski begitu, para peneliti juga menemukan bahwa sebagian besar parameter kualitas sperma kembali membaik setelah kebiasaan sauna dihentikan.

Artinya, efek panas terhadap sperma pada banyak kasus tidak selalu bersifat permanen. Namun, kondisi ini tetap perlu menjadi perhatian, terutama bagi Papa yang sedang merencanakan kehamilan bersama pasangan.

5. Papa yang sedang program hamil perlu lebih berhati-hati

Sauna dan Berendam Air Panas Bikin Sperma Loyo_ Cek Faktanya, Pa! 6.jpg
Magnific/DC Studio

Bagi laki-laki yang memiliki kualitas sperma normal, mandi air hangat sesekali umumnya tidak serta-merta menyebabkan gangguan kesuburan. Namun, situasinya bisa berbeda pada Papa yang sudah memiliki jumlah sperma rendah atau sedang menjalani program hamil.

Prof. Silvia secara khusus mengingatkan bahwa laki-laki yang telah diketahui memiliki kualitas sperma kurang baik sebaiknya lebih berhati-hati terhadap paparan panas berlebih, termasuk dari kebiasaan berendam air panas.

"Kalau spermanya sudah kurang, ya jangan berendam air panas," kata Prof. Silvia.

Saran tersebut bertujuan untuk mengurangi faktor-faktor yang berpotensi memperburuk kualitas sperma. Selain membatasi paparan panas, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, mengelola stres, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi makanan bergizi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan reproduksi pria.

Mandi air panas, jacuzzi, maupun sauna memang dapat meningkatkan suhu di area reproduksi pria. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan panas berlebih berpotensi memengaruhi jumlah dan kualitas sperma, terutama jika dilakukan terlalu sering atau dalam durasi yang lama.

Meski demikian, dampaknya tidak selalu sama pada setiap orang dan dalam banyak kasus dapat membaik setelah paparan panas dikurangi. Bagi Papa yang sedang menjalani program hamil atau memiliki masalah kualitas sperma, membatasi kebiasaan berendam air panas dan sauna bisa menjadi salah satu langkah yang patut dipertimbangkan.

Kalau Papa sendiri, lebih suka relaksasi dengan mandi air panas atau sauna setelah beraktivitas?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More