5 Fakta Masa Nifas Perempuan Setelah Melahirkan yang Penting Diketahui

Jika salah penanganan, masa nifas dapat mengakibatkan infkesi hingga kematian!

28 Februari 2019

5 Fakta Masa Nifas Perempuan Setelah Melahirkan Penting Diketahui
Rawpixel/McKinsey

Setelah melahirkan, secara otomatis Mama akan berada pada masa nifas. Masa ini adalah masa setelah persalinan, di mana bentuk dan fungsi tubuh Mama akan kembali seperti masa sebelum kehamilan.

Masa-masa ini, Mama membutuhkan perawatan khusus. Pasalnya, bila tidak diperhatikan, masa nifas dapat berbahaya bagi keselamatan Mama yang baru saja melahirkan. 

Lalu, apa saja hal yang perlu Mama ketahui mengenai masa nifas? Berikut Popmama.com telah merangkum 5 fakta pentingnya.

1. Apa itu masa nifas?

1. Apa itu masa nifas
pixabay/fancycrave1

Masa nifas adalah masa yang dihitung sejak seorang perempuan melahirkan, hingga 6 minggu sesudahnya. Pada masa-masa tersebut, Mama akan mengalami perubahan-perubahan pada tubuh sehingga organ-ogan yang berperan dalam masa kehamilan (seperti rahim, serviks, vagina) akan kembali seperti semula saat sebelum hamil. Pada masa nifas, vagina akan mengeluarkan darah atau yang biasa disebut dengan lochia atau lokia. 

Cairan tersebut akan segera keluar setelah proses kelahiran selesai. Lochia berwarna merah gelap dan mayoritas terdiri dari darah.

Cairan ini disebut lochia rubra, dan berlangsung selama 1-3 hari. Setelah itu, cairan tersebut akan menjadi lebih encer dan berwarna merah muda disebut lochia serosa yang terjadi selama 3-10 hari sesudah proses kelahiran.

Pada hari ke 10-14, cairan yang keluar menjadi berwarna kekuningan hingga cokelat, disebut lochia alba.

Volume cairan yang keluar biasanya tidak terlalu banyak dan wajar-wajar saja, tidak memiliki bau menyengat, dan keluar nyaris setiap hari selama 2-3 minggu pertama.

Pada umumnya, sebanyak 15 persen perempuan bisa mengeluarkan lokia hingga 6 minggu setelah melahirkan, bisa juga terjadi peningkatan volume lokia di hari ke 7 hingga hari ke 14.

2. Adakah perbedaan masa nifas pada kelahiran normal dan caesar?

2. Adakah perbedaan masa nifas kelahiran normal caesar
Rawpixel/McKinsey

Sebenarnya tidak ada perbedaan khusus antara perawatan masa nifas pada Mama yang melahirkan normal dan yang melahirkan lewat operasi caesar.

Hal yang menjadi pembedanya hanyalah pada Mama yang melahirkan caesar. Saat masa nifas, Mama yang lahir dengan proses caesar perlu memerhatikan luka yang dihasilkan setelah operasi dengan baik.

Setelah melahirkan caesar, Mama akan merasakan sakit bahkan gatal-gatal pada bagian yang dioperasi.

Menjaga luka tersebut agar tidak infeksi merupakan salah satu tindakan perawatan yang harus dilakukan selama masa nifas. Selebihnya, perubahan organ-organ ke bentuk semula hingga keluarnya lokia kurang lebih sama.

Editors' Picks

3. Apa yang terjadi pada tubuh selama masa nifas?

3. Apa terjadi tubuh selama masa nifas
Freepik/Freepic.diller

Beberapa hari setelah melahirkan dan selama masa nifas, payudara Mama mungkin terasa kencang dan bengkak. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut, Mama bisa menyusui si Kecil atau menggunakan pompa ASI.

Gunakanlah kompres hangat saat hendak menyusui, dan ketika tidak menyusui, kompreslah payudara dengan lap dingin.

Jika rasa sakit tidak tertahankan, Mama bisa meminta saran dokter terkait obat penghilang rasa sakit yang boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Selain itu, berikut beberapa hal yang mungkin terjadi pada tubuh Mama selama masa nifas berlangsung:

  • Rasa tidak nyaman pada vagina

Mama yang melahirkan secara normal biasanya mendapatkan robekan pada bagian di sekitar vagina. Hal tersebut bukan karena vagina yang tidak cukup untuk mengeluarkan bayi.

Meskipun begitu, luka ini dapat sembuh dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan, semuanya tergantung pada tingkat keparahan robekan.

Jika vagina masih terasa sakit dan mengurangi kenyamanan saat duduk, Mama dapat menggunakan bantal yang bagian tengahnya berlubang.

  • Kontraksi

Selama beberapa hari setelah melahirkan, Mama mungkin mengalami kontraksi. Hal tersebut berfungsi untuk mencegah perdarahan berlebih dengan cara menekan pembuluh-pembuluh darah yang terdapat di rahim.

Kontraksi ini mirip dengan kontraksi yang terjadi pada nyeri perut menstruasi.

  • Kesulitan buang air kecil

Pembengkakan dan luka pada jaringan yang terdapat di sekitar kandung kemih dan uretra akan membuat Mama kesulitan untuk buang air kecil.

Kerusakan pada saraf dan otot yang terhubung pada kandung kemih atau uretra juga dapat menyebabkan Mama mengeluarkan urin tanpa sadar, seperti ketika sedang tertawa, batuk, atau bersin.

Kesulitan buang air kecil ini biasanya akan hilang dengan sendirinya, Mama bisa berlatih senam kegel untuk membantu menguatkan otot-otot pelvis dan membantu mengontrol refleks buang air kecil.

  • Rambut rontok dan perubahan pada kulit

Saat masa kehamilan, peningkatan beberapa jenis hormon menyebabkan berkurangnya kerontokan rambut.

Tetapi setelah melahirkan, rambut yang tidak rontok pada masa kehamilan akan mulai rontok kembali, sehingga terkadang menimbulkan kekhawatiran pada Mama.

Kerontokan rambut ini biasanya akan berhenti dalam jangka waktu 6 bulan. Selain rambut, kulit juga dipengaruhi oleh masa kehamilan.

Stretch mark yang muncul saat masa kehamilan tidak akan sepenuhnya hilang ketika masa nifas, tetapi warnanya akan semakin memudar dari merah keunguan hingga akhirnya menjadi putih.

  • Perubahan emosi

Perubahan mood yang tiba-tiba, perasaan sedih, gugup, dan mudah marah mungkin terjadi pada Mama yang baru melahirkan.

Tidak sedikit Mama baru yang mengalami depresi mulai dari depresi ringan hingga parah. Ini biasa disebut baby blues yang muncul pada minggu pertama hingga minggu kedua.

Jika lebih lama dari itu, tidak menutup kemungkinan Mama akan mengalami postpartum depression.

Baik pada tahap baby blues ataupun postpartum depression, keduanya membutuhkan penanganan baik dari orang terdekat maupun tenaga kesehatan.

  • Penurunan berat badan

Pada proses melahirkan, biasanya Mama akan kehilangan berat badan hingga 5 kg, ini termasuk berat badan bayi, air ketuban, dan plasenta.

Selama masa nifas, Mama bisa kehilangan beberapa kilogram lagi yang terdiri dari cairan-cairan atau jaringan lain yang ikut keluar bersama lokia.

Tetapi Mama mungkin masih tetap merasa gemuk, hal ini sangatlah wajar. Untuk mengembalikan berat badan seperti sebelum hamil, Mama disarankan untuk menjaga pola makan yang sehat dan berolahraga rutin.

4. Apa saja hal yang harus diperhatikan selama masa nifas?

4. Apa saja hal harus diperhatikan selama masa nifas
Freepik/mimagephotography

Masa nifas bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Selain keluarnya darah secara terus menerus, Mama juga harus dihadapi oleh perubahan mood yang drastis.

Maka dari itu, saat Mama mengalami masa nifas, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Mama yang baru melahirkan biasanya akan disibukkan dengan mengurus bayi, tetapi jangan lupa untuk senantiasa menjaga kesehatan diri Mama sendiri. Jam tidur bayi yang tidak teratur akan menyebabkan jam tidur Mama juga menjadi tidak teratur. Cobalah untuk tidur ketika bayi sedang tidur agar Mama tidak lemas karena kekurangan istirahat.
  • Mintalah bantuan untuk mengurus bayi di beberapa minggu pertama setelah melahirkan karena pada saat ini kesehatan Mama belum pulih sepenuhnya.
  • Makan makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi Mama dan juga gizi bayi.
  • Penuhi kebutuhan cairan terutama jika Mama harus menyusui bayi.
  • Mintalah nasihat dokter terkait obat-obatan yang boleh dan tidak boleh diminum. Tidak sedikit obat-obatan tradisional yang dipercaya dapat membantu Mama selama masa nifas. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tertentu.
  • Jika ada kelainan yang terjadi (seperti misalnya Mama tiba-tiba demam, atau perdarahan tidak berhenti, rasa sakit pada perut, dan sulit mengontrol pergerakan otot untuk buang air) Mama harus segera memeriksakan diri ke dokter. Komplikasi masih mungkin terjadi selama masa nifas sehingga penanganan dan perawatan yang segera dapat membantu menyelamatkan nyawa Mama jika terjadi sesuatu.

5. Adakah risiko yang dapat terjadi jika berhubungan seks saat masa nifas?

5. Adakah risiko dapat terjadi jika berhubungan seks saat masa nifas
User7350813 / Freepik

Di tahun 1998, BBC melaporkan meninggalnya dua wanita usia 22 dan 29 tahun di West Yorkshire ketika bercinta 8 dan 5 hari setelah melahirkan. Keduanya diketahui melahirkan secara normal dan meninggal saat berhubungan intim.

Peneliti mengatakan peristiwa ini terjadi akibat munculnya emboli atau gelembung udara yang masuk ke tubuh dan mengalir ke jantung kemudian ke otak. Meski demikian, peneliti menekankan jika kejadian seperti ini jarang terjadi.

Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Bagaimana prosesnya?

Begini, saat dilakukan penetrasi penis, kemungkinan akan terjadi gelembung udara. Ketika perempuan masih dalam masa menstruasi atau masih mengeluarkan darah nifas, kemungkinan ada pembuluh darah yang terbuka.

Nah, jika gelembung udara tersebut masuk ke aliran darah dan menghambat peredaran darah di area jantung akan berbahaya.

Dalam kasus ini, kematian disebabkan karena masuknya gelembung udara yang dalam dunia kedokteran disebut emboli atau sumbatan pada aliran pembuluh darah, sehingga menyebabkan organ tubuh tersebut kekurangan oksigen.

Tak hanya itu, dalam kondisi darah nifas masih keluar, nekat berhubungan intim juga bisa menimbulkan risiko infeksi ke rahim.

Pada prinsipnya, saat bercinta ada benda asing masuk ke dalam vagina dan ketika sedang haid atau dalam masa nifas yang notabene kotor, bisa memicu infeksi.

Nah, itulah 5 fakta penting mengenai masa nifas.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan selamat menjalani masa nifas dengan aman dan nyaman!

Baca juga: