Tahukah Mama, Ini yang Terjadi pada Vagina setelah Melahirkan!

Tetap jaga dan rawat area tubuh yang satu ini ya!

14 Oktober 2020

Tahukah Mama, Ini Terjadi Vagina setelah Melahirkan
Pixabay/conexaocabeca

Kehidupan mama seakan berubah setelah memiliki bayi. Bagaimana tidak, bayangkan saja bahwa Mama telah berhasil membawa manusia lain ke dunia ini!

Salah satu perubahan yang amat dirasakan adalah berkurangnya kualitas tidur dan pastinya lebih banyak stres yang akan Mama alami setelah memiliki bayi. Namun, di balik itu semua, ternyata ada hal yang juga penting untuk Mama perhatikan. Tak lain tak bukan adalah, perubahan vagina.

"Setiap perempuan akan mengalami beberapa perubahan pada vagina setelah melahirkan, dan tidak ada yang akan sama persis seperti sebelum hamil," ungkap Alyssa Dweck, MD, Ob-gyn sekaligus penulis dari New York.

Tapi inilah sisi baiknya, meskipun hal tersebut normal dirasakan oleh setiap perempuan yang baru melahirkan, namun sering dengan berjalannya waktu maka perubahan pada vagina akan mereda seiring dengan produksi hormon dan kembalinya fungsi tubuh lain.

Selain akan mereda begitu saja, ada beberapa hal juga yang dapat Mama lakukan untuk mengembalikannya seperti semula. Salah satunya adalah dengan melakukan senam kegel.

Nah, berbicara mengenai hal tersebut, berikutPopmama.comtelah merangkum perubahan pada vagina setelah melahirkan yang akan Mama rasakan .

Simak setiap informasi pentingnya ya, Ma!

1. Vagina terasa lebih longgar

1. Vagina terasa lebih longgar
americanpregnancy.org

Setelah mendorong bayi yang hampir seukuran buah semangka, maka wajar bagi perempuan jika merasa vaginanya terasa lebih longgar, terutama pada tahun pertama setelah melahirkan. 

Seberapa longgar vagina mama akan tergantung pada banyak faktor, termasuk berapa lama Mama melahirkan dan seberapa besar bayi yang Mama lahirkan. Berbeda dengan Mama yang melahirkan dengan proses caesar, kemungkinan Mama tidak akan mengalami hal tersebut karena bayi tidak keluar melalui vagina.

Jika vagina yang longgar mengganggu Mama, maka Mama harus mencari tahu langkah-langkah untuk mengencangkannya kembali.

"Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan latihan Kegel secara teratur," tambah Dr. Dweck.

Bukan hanya itu, Mama juga perlu mempertahankan berat badan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan agar dapat membantu vagina kembali ke ukuran semula.

2. Lebih kering dari biasanya

2. Lebih kering dari biasanya
crosswalk.com

Kekeringan vagina adalah salah satu keluhan paling umum dari Mama yang baru menyusui. Hal tersebut dikarenakan bahwa menyusui dapat menyebabkan kadar estrogen menurun, dan kurangnya estrogen dapat membuat vagina mama terasa kering.  Karena itu terkait dengan menyusui, kekeringan vagina biasanya adalah hal yang sementara terjadi.

“Pada umumnya setelah perempuan berhenti menyusui dan kembali menstruasi, maka kadar estrogen akan meningkat dan dapat berovulasi lagi. Dengan begitu, semuanya cenderung akan kembali normal,” jelas Dr. Dweck.

Editors' Picks

3. Biasanya akan terasa sedikit sakit

3. Biasa akan terasa sedikit sakit
transquilshores.org

Melahirkan bayi merupakan kerja ekstra bagi vagina, jaringan di sekitarnya pun bisa saja robek. Jika sakit yang dirasakan dapat terbayar ketika melihat Si Kecil lahir ke dunia, maka sebenarnya itu hanyalah sementara.

Sakit yang sesungguhnya akan terasa belakangan, dan untuk memulihkannya pun memakan waktu yang lama, terutama jika melibatkan kulit dan otot vagina.

"Vagina akan terasa tidak nyaman untuk beberapa waktu, meskipun vagina akan terasa lebih baik dalam beberapa minggu saja," ujap Dr. Dweck.

Maka dari itu, untuk meringkankan rasa sakit dan bengkak pada vagina, Mama dapat menghabiskan waktu mandi mama dengan duduk di bath tub menggunakan air hangat.

Selain itu, obat penghilang rasa sakit yang mengandung ibuprofen atau naproxen juga dapat meredakan ketidaknyamanan yang Mama rasakan.
 

4. Perubahan warna

4. Perubahan warna
Pixabay/xusenru

Jangan khawatir jika vulva mama, yaitu daerah di luar saluran vagina yang mencakup labia, klitoris, dan perineum berubah warna setelah melahirkan.

"Daerah-daerah ini mengalami perubahan pigmen tidak hanya karena perubahan hormon selama kehamilan, tetapi juga karena jaringan parut yang robek saat melahirkan," jelas Dr. Dweck. Secara umum, warnanya akan menjadi lebih gelap.

Namun tidak perlu Mama khawatirkan, karena warna gelap pada vagina dapat memudar seiring dengan berjalannya waktu, meskipun biasanya tidak hilang untuk selamanya.

5. Berdarah

5. Berdarah
growingyourbaby.com

Sebuah penjelasan tentang perubahan vagina setelah melahirkan tidak akan lengkap tanpa menyebutkan adanya darah yang keluar, bukan? 

Baik melahirkan secara caesar ataupun normal, vagina tetap akan mengeluarkan sesuatu dari rahim yang disebut lokia, kombinasi darah, lendir, dan cairan. 

"Lokia akan berubah warna selama berminggu-minggu, biasanya selama enam minggu pascapersalinan, setelah itu akan selesai dan kembali normal" ucap Dr Dweck. 

Tidak perlu khawatir dengan hal tersebut, kecuali jika disertai dengan bau busuk, rasa sakit, atau gatal.

6. Varises 

6. Varises 
medicalnewstoday.com

Beberapa wanita yang menderita varises, juga mengalami varises vagina. Untuk mewaspadainya Mama bisa mengidentifikasi masalah ini dengan pemeriksaan TVS (transvaginal duplex scan).

Pemindaian ini bisa menunjukkan dari pembuluh darah yang mana masalah itu muncul. Dengan menggunakan pemindaian khusus, dokter dapat merawat pembuluh darah pelvis dengan anestesi lokal dan kateter yang digunakan untuk memasang kumparan bedah untuk menutupnya secara permanen.

Nah, itulah enam perubahan pada vagina setelah melahirkan. Tenang ya Ma, vagina bisa kembali ke bentuk semula dengan sejumlah perawatan yang tepat. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang cocok dengan kondisi tubuh mama.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.