Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ibu Hamil Terpapar Abu Vulkanik, Benarkah Bisa Keguguran?
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  1. Paparan abu vulkanik dalam waktu singkat tidak secara langsung menyebabkan keguguran, tetapi paparan yang lebih berat tetap perlu diwaspadai.

  2. Partikel halus dan gas dalam abu vulkanik dapat memengaruhi sistem pernapasan, terutama jika konsentrasi dan durasi paparannya tinggi.

  3. Ibu hamil sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah, menutup pintu dan jendela, serta menggunakan masker yang terpasang dengan baik jika harus keluar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Sabtu, 5 September 2026, menyebabkan abu vulkanik tersebar hingga sejumlah wilayah, termasuk Lampung, Banten, dan Jabodetabek. Kondisi tersebut membuat sebagian Mama khawatir apakah paparan abu vulkanik dapat memengaruhi kesehatan selama kehamilan, termasuk menyebabkan keguguran. 

Dalam hal ini, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Eko Setiawan, Sp.OG, turut membagikan informasi lengkap mengenai kandungan abu vulkanik, serta risiko dan dampaknya terhadap ibu hamil dan kesehatan janin melalui akun Instagram-nya, @dr. ekosetiawan.spog.

Dalam unggahan itu, dokter juga menjelaskan soal apakah abu vulkanik bisa menyebabkan ibu hamil keguguran? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.

1. Apakah abu vulkanik bisa menyebabkan ibu hamil keguguran?

Magnific

dr. Eko dalam paparannya menyebut bahwa paparan abu vulkanik dalam waktu singkat tidak secara langsung menyebabkan gangguan kesejahteraan janin atau keguguran. Jadi, Mama yang sempat terpapar abu vulkanik tidak perlu langsung panik dan menganggap paparan tersebut pasti akan menyebabkan keguguran.

Meski begitu, bukan berarti paparan abu vulkanik dapat diabaikan begitu saja. Abu vulkanik dan gas yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada ibu hamil. Dampaknya terhadap kehamilan pun perlu dilihat berdasarkan kondisi paparan, termasuk seberapa banyak dan berapa lama Mama terpapar.

2. Bahaya kandungan abu vulkanik bagi ibu hamil

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa, melainkan terdapat partikel halus serta berbagai jenis gas, salah satunya sulfur dioksida. Partikel tersebut dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan ketika Mama berada di lingkungan yang terdampak abu.

Ketika terhirup, paparan tersebut dapat berkaitan dengan peningkatan respons peradangan dan stres oksidatif. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi paru-paru Mama sehingga lebih mudah mengalami gangguan pernapasan atau infeksi pada saluran pernapasan.

Selain itu, penelitian dalam International Journal of Public Health Science menemukan bahwa paparan yang lebih berat dikaitkan dengan gangguan terhadap janin yang perlu diwaspadai, seperti kelahiran prematur dan Small for Gestational Age atau kondisi berat badan bayi baru lahir kurang dari persentil ke-10 untuk usia kehamilan yang sama.

3. Faktor yang memengaruhi besarnya risiko abu vulkanik terhadap kesehatan janin

Pexels/Tima Miroshnichenko

Risiko paparan abu vulkanik terhadap kesehatan janin tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya abu di lingkungan. Seberapa tinggi konsentrasi abu yang terhirup, berapa lama Mama terpapar, dan bagaimana kondisi kesehatan mama menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

Semakin tinggi konsentrasi abu dan semakin lama seseorang terpapar, semakin besar pula paparan partikel dan gas yang masuk ke tubuh. Kondisi kesehatan mama juga berpengaruh, terutama jika sebelumnya memiliki masalah pada paru-paru atau saluran pernapasan.

4. Langkah yang perlu dilakukan ibu hamil saat terdampak abu vulkanik

Magnific

Jika Mama sedang berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan. 

  1. Kurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih dipenuhi abu vulkanik.

  2. Tutup pintu dan jendela untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.

  3. Gunakan masker saat harus keluar rumah, terutama masker N95 yang terpasang dengan baik.

  4. Lebih berhati-hati jika memiliki asma atau penyakit pernapasan, karena paparan abu dapat lebih mudah memicu gangguan pernapasan.

  5. Pantau kondisi kesehatan selama terpapar abu, terutama jika mulai mengalami keluhan pada pernapasan atau kondisi tubuh terasa tidak nyaman.

Jadi, paparan abu vulkanik pada ibu hamil tidak langsung menyebabkan keguguran, ya, Ma. Semoga informasi ini dapat mengurangi kekhawatiran mama di rumah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article