Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Sabtu, 5 September 2026, menyebabkan abu vulkanik tersebar hingga sejumlah wilayah, termasuk Lampung, Banten, dan Jabodetabek. Kondisi tersebut membuat sebagian Mama khawatir apakah paparan abu vulkanik dapat memengaruhi kesehatan selama kehamilan, termasuk menyebabkan keguguran.
Dalam hal ini, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Eko Setiawan, Sp.OG, turut membagikan informasi lengkap mengenai kandungan abu vulkanik, serta risiko dan dampaknya terhadap ibu hamil dan kesehatan janin melalui akun Instagram-nya, @dr. ekosetiawan.spog.
Dalam unggahan itu, dokter juga menjelaskan soal apakah abu vulkanik bisa menyebabkan ibu hamil keguguran? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.
