Selain perubahan hormon dan emosi, ibu hamil juga perlu memperhatikan risiko infeksi tertentu yang dapat ditularkan oleh hewan peliharaan. Meski begitu, bukan berarti Mama harus menjauhi semua hewan selama kehamilan
Langkah yang lebih tepat adalah memahami jenis infeksi yang berisiko dan menerapkan kebersihan secara baik. Salah satu infeksi yang perlu diperhatikan adalah bruselosis akibat bakteri Brucella canis (B. canis), yang dapat ditemukan pada anjing.
Penelitian dari Texas A&M University menyoroti potensi risiko bakteri ini bagi manusia. Infeksi tersebut dapat menimbulkan gejala menyerupai flu dan berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan.
Mengutip dari laman Pet Coach, infeksi B. canis pada ibu hamil dapat mengancam kelangsungan kehamilan. Selain itu, bakteri ini menyebabkan menularnya penyakit ke anak laki-laki, sehingga menyebabkan masalah kesuburan kelak.
Ulasan yang diterbitkan di ScienceDirect turut mengaitkan infeksi Brucella selama kehamilan dengan sejumlah komplikasi, seperti keguguran spontan, persalinan prematur, korioamnionitis atau peradangan pada selaput dan cairan ketuban, serta kematian janin.
Selain anjing, kucing juga perlu diperhatikan karena dapat menjadi pembawa parasit Toxoplasma gondii, penyebab toksoplasmosis. Menurut ulasan The New York Times, infeksi ini dapat membahayakan kehamilan apabila parasit ditularkan kepada janin dan berpotensi menyebabkan gangguan perkembangan, keguguran, atau komplikasi serius lainnya.