Apakah Kantung Janin Bisa Hilang dengan Sendirinya? Waspada Keguguran

Kantung kehamilan yang tidak terlihat lagi tidak otomatis berarti hilang atau menandakan keguguran.
USG ulang dan kriteria medis diperlukan untuk membedakan kehamilan yang masih terlalu dini, kehamilan anembrionik, keguguran lengkap, atau kehamilan ektopik.
Perdarahan banyak, nyeri hebat, pusing berat, atau nyeri bahu memerlukan pertolongan medis segera.
Pada awal kehamilan, kantung janin menjadi salah satu struktur pertama yang terlihat melalui pemeriksaan USG. Karena itu, ketika kantung yang sebelumnya sudah terlihat kemudian tidak lagi tampak pada pemeriksaan berikutnya, kondisi ini tentu bisa menimbulkan kekhawatiran.
Namun, kantung janin yang tidak terlihat lagi tidak selalu bisa langsung disimpulkan “hilang” dengan sendirinya. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan usia kehamilan yang masih sangat dini, kehamilan anembrionik, hingga keguguran lengkap ketika jaringan kehamilan sudah keluar dari rahim.
Lantas, apakah kantung janin bisa hilang dengan sendirinya, dan apakah ini selalu jadi tanda keguguran?
Berikut Popmama.com rangkum fakta medis dan penyebabnya.
Table of Content
1. Kantung kehamilan adalah struktur awal yang terlihat saat USG

Pexels/Jorge Chan Kantung kehamilan atau gestational sac merupakan salah satu struktur pertama yang terlihat pada USG awal kehamilan. Di dalamnya kemudian dapat terlihat yolk sac dan embrio seiring perkembangan kehamilan.
Pada kehamilan yang masih sangat muda, hasil USG belum tentu langsung memperlihatkan seluruh struktur tersebut. Karena itu, dokter tidak boleh terburu-buru menyimpulkan kehamilan bermasalah hanya karena kantung tampak kosong atau belum terlihat jelas pada satu kali pemeriksaan. National Institute for Health and Care Excellence (NICE), lembaga pedoman kesehatan di Inggris, menyarankan pemeriksaan USG ulang bila ukuran kantung masih di bawah batas diagnostik tertentu.
2. Kantung kehamilan bisa tidak terlihat lagi setelah keguguran lengkap

Pexels/Pavel Danilyuk Kondisi yang paling mendekati istilah “kantung kehamilan hilang” adalah complete miscarriage atau keguguran lengkap. Pada kondisi ini, jaringan kehamilan telah keluar dari rahim sehingga USG berikutnya dapat menunjukkan rahim yang sudah kosong.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebut salah satu situasi yang dapat memastikan kehilangan kehamilan adalah ketika sebelumnya sudah terdapat bukti kehamilan intrauterin melalui USG, kemudian ibu mengalami perdarahan signifikan dan pemeriksaan berikutnya menunjukkan rahim kosong. Jadi, secara medis bukan kantungnya tiba-tiba lenyap, melainkan jaringan kehamilan telah dikeluarkan tubuh.
3. Kantung bisa tetap ada tetapi tidak berisi embrio

Pexels/MART PRODUCTION Ada pula kondisi bernama anembryonic pregnancy atau kehamilan anembrionik, yang dulu sering disebut blighted ovum. Pada kondisi ini, kantung kehamilan dan jaringan plasenta dapat terbentuk, tetapi embrio tidak berkembang atau berhenti berkembang sangat dini.
Dikutip dari Cleveland Clinic, kantung kehamilan dapat terus bertumbuh untuk sementara meskipun tidak ada embrio yang berkembang di dalamnya. Kondisi tersebut pada akhirnya menyebabkan keguguran pada trimester pertama.
Jadi, kantung kosong berbeda dengan kantung yang “hilang”. Pada kehamilan anembrionik, kantung justru masih dapat terlihat melalui USG.
4. Kantung yang tidak terlihat pada USG belum tentu berarti sudah hilang

Pexels/Pavel Danilyuk Jika kantung kehamilan tidak terlihat pada pemeriksaan USG awal, ada beberapa kemungkinan: usia kehamilan masih terlalu muda, perhitungan usia kehamilan meleset, kehamilan telah mengalami keguguran, atau kehamilan berada di luar rahim.
Karena itu, satu kali USG yang tidak memperlihatkan kantung belum cukup untuk menyatakan keguguran. Salah satu jurnal di New England Journal of Medicine menekankan penggunaan kriteria yang konservatif untuk mencegah kehamilan yang sebenarnya masih berpotensi berkembang salah didiagnosis sebagai keguguran.
NICE juga mengingatkan bahwa usia kehamilan berdasarkan hari pertama haid terakhir tidak selalu akurat karena panjang siklus dan waktu ovulasi dapat berbeda-beda.
5. Ada ukuran dan waktu tertentu sebelum dokter bisa menyatakan kehamilan tidak berkembang

Pexels/Pavel Danilyuk Penelitian dari konsensus Society of Radiologists in Ultrasound yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, salah satu kriteria yang sangat kuat untuk kehamilan tidak viable adalah mean gestational sac diameter ≥25 mm tanpa terlihat embrio pada USG transvaginal. Kriteria lain adalah embrio dengan crown-rump length ≥7 mm tetapi tanpa aktivitas jantung.
NICE bahkan tetap menyarankan kehati-hatian. Jika diameter rata-rata kantung ≥25 mm tetapi fetal pole belum terlihat, dokter dianjurkan mencari pendapat kedua dan/atau melakukan USG ulang minimal tujuh hari kemudian sebelum menetapkan diagnosis.
Artinya, tidak boleh menyimpulkan “kantung kehamilan hilang” atau “kehamilan gagal” hanya berdasarkan satu pemeriksaan yang meragukan.
6. Penyebab keguguran dini paling sering berkaitan dengan perkembangan embrio

Pexels/Pavel Danilyuk Jika kantung kemudian tidak lagi terlihat karena telah terjadi keguguran, penyebabnya sering kali bukan sesuatu yang dilakukan ibu. Dikutip dari Cleveland Clinic, sebagian besar keguguran trimester pertama berkaitan dengan masalah kromosom yang menyebabkan embrio tidak berkembang sebagaimana mestinya.
kelainan kromosom menjadi penyebab yang paling umum dalam kehamilan anembrionik. Sehingga tubuh menghentikan perkembangan kehamilan karena embrio tidak dapat berkembang secara normal.
Jadi sebaiknya artikel tidak menyebut aktivitas sehari-hari, stres biasa, bekerja, naik-turun tangga, atau hubungan seksual sebagai penyebab kantung kehamilan menghilang, kecuali ada kondisi medis lain yang memang didiagnosis dokter.
7. Keguguran tidak selalu disertai perdarahan

Pexels/Kaboompics Ini juga penting. Sebagian orang mengalami perdarahan dan kram ketika keguguran terjadi, tetapi ada pula missed miscarriage, yakni kehamilan berhenti berkembang tanpa gejala yang jelas.
Penelitian dari Canadian Medical Association Journal (CMAJ) mencatat bahwa missed early pregnancy loss dapat terjadi tanpa gejala, dengan serviks tetap tertutup dan tidak ada jaringan yang keluar; kondisi baru diketahui saat USG menunjukkan tidak adanya aktivitas jantung atau perkembangan kehamilan.
Jadi, berkurangnya mual atau gejala kehamilan saja juga tidak cukup untuk mendiagnosis keguguran. Pemeriksaan medis tetap diperlukan.
8. Perdarahan dan nyeri hebat perlu segera diperiksa

Pexels/cottonbro Perdarahan vagina dan kram bisa terjadi pada keguguran, tetapi gejala serupa juga dapat muncul pada kondisi lain, termasuk kehamilan ektopik. Karena itu, diagnosis perlu mempertimbangkan lokasi kehamilan melalui USG dan terkadang pemeriksaan β-hCG secara serial.
Segera mencari pertolongan medis jika perdarahan sangat banyak, nyeri perut hebat atau nyeri satu sisi, pusing berat, merasa akan pingsan, atau nyeri bahu. Pemeriksaan penting terutama bila dokter belum pernah memastikan bahwa kantung kehamilan berada di dalam rahim.
Itu penjelasan soal apakah kantung janin bisa hilang dengan sendirinya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Mama.
























