Pentingnya Pelekatan yang Benar untuk Mencegah Puting Lecet

Pelekatan dalam, saat mulut bayi mencakup sebagian besar areola, membagi tekanan isapan sehingga membantu mencegah puting nyeri, iritasi, dan lecet.
Posisi menyusu yang tepat membuat bayi lebih efektif mengeluarkan ASI, mendukung asupan nutrisi, kenaikan berat badan sehat, serta pengosongan payudara yang memicu produksi ASI.
Pelekatan yang kurang tepat dapat menyebabkan ASI menumpuk, payudara bengkak, sumbatan saluran ASI, hingga mastitis.
Proses menyusui seharusnya menjadi momen bonding yang penuh kehangatan, tapi tidak sedikit Mama justru merasa cemas dan kesakitan akibat masalah puting lecet.
Kondisi ini paling sering terjadi karena bayi hanya menghisap bagian ujung puting saja tanpa mencakup area areola secara mendalam. Akibatnya, tekanan gesekan dari isapan mulut bayi terfokus pada kulit sensitif puting Mama dan menyebabkan iritasi.
Tanpa posisi pelekatan yang pas, menyusui yang seharusnya nyaman justru bisa menjadi pengalaman menyakitkan bagi Mama. Maka, berikut Popmama.com telah rangkum dari website cleveland clinic terkait pentingnya pelekatan yang benar di bawah ini!
Table of Content
1. Mencegah nyeri dan lecet pada puting

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Pelekatan yang tepat merupakan kunci agar Mama terhindar dari rasa perih yang menyiksa. Saat pelekatan benar, mulut si Kecil akan terbuka lebar dan mencakup sebagian besar area bawah areola hingga mencapai langit-langit mulut bayi.
Sebaliknya, jika pelekatan terlalu dangkal mulut bayi hanya akan menjepit bagian ujung puting. Isapan yang terkonsentrasi di ujung ini akan menimbulkan gesekan terus-menerus yang memicu nyeri dan luka lecet.
Untuk itu, dengan pelekatan yang dalam tekanan tersebut terbagi rata di area areola sehingga puting tetap aman.
2. Memastikan bayi mendapatkan cukup ASI

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Pelekatan yang benar tidak hanya melindungi puting Mama, tetapi juga memastikan si Kecil mendapatkan nutrisi yang optimal. Ketika mulut bayi mencakup area areola, gerakan menghisapnya dapat menekan kelenjar ASI secara maksimal.
Hal tersebut memungkinkan aliran ASI keluar dengan lancar dari payudara ke mulut si Kecil, sehingga bayi dapat tumbuh kembang dengan optimal serta mencapai kenaikan berat badan yang sehat.
Jika pelekatan buruk, si Kecil akan kesulitan melepaskan dan mengalirkan ASI meskipun sudah bekerja keras mengisap.
3. Mengoptimalkan produksi ASI

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Pelekatan yang pas membantu mengosongkan payudara secara menyeluruh saat menyusu, pengosongan payudara merupakan sinyal alami bagi tubuh Mama untuk terus memproduksi ASI.
Ketika bayi dapat menghisap dengan pelekatan yang mendalam, rangsangan pada saraf payudara akan memicu hormon prolaktin dan oksitosin bekerja secara maksimal.
Tapi jika pelekatan sering dangkal, penyerapan ASI menjadi tidak maksimal sehingga payudara tersisa banyak ASI.
4. Menghindari risiko payudara bengkak dan mastitis

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Pelekatan yang kurang tepat sering menyebabkan ASI menumpuk di dalam saluran payudara, penumpukan ASI yang tidak terisi dengan baik ini dapat menyebabkan payudara bengkak dan terasa keras.
Jika payudara bengkak terus dibiarkan tanpa perbaikan posisi pelekatan, risikonya bisa meningkat menjadi sumbatan saluran ASI hingga peradangan payudara atau mastitis.
Tetapi jika Mama menerapkan teknik pelekatan yang benar, ASI dapat mengalir lancar dari seluruh bagian payudara sehingga risiko terjadinya penyumbatan bisa dihindari.
5. Membangun pengalaman menyusui yang nyaman

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Proses menyusui yang bebas dari rasa sakit membuat ikatan emosional antara Mama dan si Kecil terjalin lebih hangat. Mama bisa menikmati setiap momen tanpa dibayangi rasa takut puting lecet.
Memang dibutuhkan waktu dan latihan untuk membiasakan posisi pelekatan yang pas, jadi wajar sekali jika di awal menyusui Mama belum terbiasa.
Bila Mama terus mengalami kesulitan atau rasa sakit yang tidak hilang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konselor laktasi sehingga Mama bisa menemukan posisi terbaik selama proses menyusui!
























