Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Ibu Hamil Sensitif terhadap Bau? Kenali Penyebabnya

4 min read
Kenapa Ibu Hamil Sensitif terhadap Bau? Kenali Penyebabnya
Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI
  • Sekitar dua pertiga ibu hamil melaporkan lebih peka terhadap bau. Perubahan hormon progesteron dan hCG diduga berperan, meski bukti penelitian tentang peningkatan kemampuan mendeteksi bau belum konsisten.

  • Sensitivitas bau dapat muncul pada minggu-minggu awal kehamilan, sering bersamaan dengan mual dan muntah pada usia 4-9 minggu, lalu umumnya mereda sekitar minggu 12-16.

  • Untuk mengurangi gangguan, ibu hamil dapat memperbaiki sirkulasi udara, memilih makanan dingin, memakai produk tanpa pewangi, menghindari pekerjaan berbau tajam, serta makan sedikit tetapi lebih sering.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh mama. Selain perubahan bentuk tubuh dan munculnya berbagai keluhan, indra penciuman juga dapat mengalami perubahan. Aroma yang sebelumnya terasa biasa saja bisa menjadi lebih kuat dan mengganggu, bahkan terkadang memicu rasa mual.

Kondisi ini membuat sebagian ibu hamil menjadi lebih peka terhadap bau di sekitarnya. Aroma masakan, parfum, sampah, hingga kopi yang sebelumnya disukai bisa terasa berbeda selama kehamilan.

Sensitivitas terhadap bau termasuk keluhan yang cukup umum. Lantas, apa yang membuat ibu hamil sensitif terhadap bau? Yuk, simak penjelasan lengkapnya yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini.

  1. Kenapa Ibu Hamil Sensitif terhadap Bau?

    Kenapa ibu hamil sensitif terhadap bau?
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Sensitivitas terhadap bau merupakan kondisi ketika seseorang menjadi lebih peka terhadap aroma di sekitarnya. Saat hamil, Mama bisa mencium bau yang sebelumnya tidak terlalu diperhatikan atau merasa aroma tertentu jauh lebih kuat dari biasanya.

    Dikutip dari Happiest Baby, sekitar dua pertiga ibu hamil melaporkan mengalami peningkatan kepekaan terhadap bau. Bahkan, dalam sebuah penelitian kecil, 85 persen peserta mengaku menjadi lebih sensitif terhadap setidaknya satu aroma sejak hamil. Tak jarang, aroma yang sebelumnya disukai, seperti kopi, justru bisa membuat perut terasa tidak nyaman.

    Perubahan hormon diduga menjadi salah satu penyebabnya. Menurut Mahino Talib, MD, dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus Clinical Assistant Professor di Department of Obstetrics and Gynecology, NYU Grossman School of Medicine, peningkatan hormon progesteron dan hCG kemungkinan berperan dalam perubahan kepekaan terhadap bau selama kehamilan.

    Meski begitu, penelitian mengenai hal ini masih menunjukkan hasil yang beragam. Meta-analysis tahun 2022 berjudul Olfaction in Pregnancy: Systematic Review and Meta-Analysis yang meninjau 234 penelitian tidak menemukan bukti yang konsisten bahwa ibu hamil benar-benar dapat mendeteksi bau dalam kadar yang lebih rendah.

    Penelitian tersebut justru menemukan bahwa ibu hamil lebih sulit mengenali atau menyebutkan aroma tertentu. Jadi, perubahan yang dirasakan Mama mungkin bukan karena hidung mampu menangkap lebih banyak bau, melainkan adanya perubahan pada cara tubuh dan otak merespons aroma.

  2. Kapan Ibu Hamil Mulai Sensitif terhadap Bau?

    Kenapa ibu hamil sensitif terhadap bau?
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Sensitivitas terhadap bau dapat muncul sejak awal kehamilan. Pada sebagian Mama, perubahan ini bahkan sudah terasa dalam beberapa minggu pertama.

    Kepekaan terhadap bau juga sering muncul bersamaan dengan mual dan muntah. Dilansir dari The Bump, keluhan tersebut umumnya mulai dirasakan sekitar usia kehamilan 4-9 minggu dan biasanya paling kuat pada usia 7-12 minggu.

    Seiring bertambahnya usia kehamilan, kondisi ini dapat mulai mereda. Pada kebanyakan orang, mual berkurang pada usia kehamilan 12-16 minggu. Namun, waktunya dapat berbeda pada setiap ibu hamil. Ada yang hanya mengalami sedikit perubahan pada penciuman, sementara lainnya masih merasa sensitif terhadap bau hingga trimester kedua atau lebih.

    Menurut Alessandra Hirsch, MD, dokter spesialis obstetri dan ginekologi di NewYork-Presbyterian/Columbia University Irving Medical Center, perubahan pada cara ibu hamil mencium atau merasakan aroma memang diyakini dapat terjadi, tetapi alasan dan bagaimana prosesnya masih belum diketahui secara pasti.

  3. Sensitif Bau Diduga Berkaitan dengan Mual dan Keengganan Makanan

    Kenapa ibu hamil sensitif terhadap bau?
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Kepekaan terhadap bau juga dapat terasa semakin kuat ketika Mama mengalami mual, muntah, atau tidak menyukai makanan tertentu selama kehamilan.

    Mahino menjelaskan, ketika seseorang memang lebih mudah mengalami mual dan muntah, aroma yang terasa lebih kuat juga lebih mungkin memicu reaksi tersebut.

    Ada pula teori evolusi yang mencoba menjelaskan kondisi ini. Para peneliti menduga meningkatnya kepekaan terhadap bau, bersama dengan mual dan keengganan terhadap makanan, mungkin membantu ibu hamil menghindari makanan basi, zat beracun, atau patogen yang berpotensi berbahaya.

    Namun, teori tersebut masih berupa dugaan. Penelitian mengenai perubahan penciuman selama kehamilan juga menemukan kemungkinan adanya penurunan sensitivitas terhadap aroma tertentu. Perubahan pada bagian otak yang berkaitan dengan persepsi bau, seperti amigdala, diduga dapat berperan dalam kondisi tersebut.

  4. Cara Mengatasi Sensitif Bau saat Hamil

    Kenapa ibu hamil sensitif terhadap bau?
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Mama memang tidak bisa menghentikan kepekaan terhadap bau begitu saja. Namun, beberapa hal berikut dapat membantu membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman.

    1. Buka jendela atau nyalakan kipas saat memasak. Sirkulasi udara dapat membantu mengurangi aroma yang terlalu kuat di dalam rumah.
    2. Pilih makanan dingin. Makanan hangat biasanya mengeluarkan aroma lebih banyak. Salad, yoghurt, smoothie, atau makanan yang disajikan dingin dapat mengurangi paparan aroma saat makan.
    3. Minta bantuan untuk pekerjaan yang berbau menyengat. Mama bisa meminta pasangan atau anggota keluarga untuk membuang sampah, mencuci piring, atau melakukan pekerjaan lain yang memicu rasa mual.
    4. Gunakan produk tanpa pewangi. Sabun, detergen, dan lotion tanpa pewangi dapat membantu mengurangi aroma yang mungkin mengganggu.
    5. Siapkan aroma yang terasa nyaman. Sebagian orang merasa terbantu dengan menghirup aroma lemon, permen karet, atau aroma ringan pada tisu untuk mengalihkan perhatian dari bau yang memicu mual.
    6. Makan sedikit tetapi lebih sering dan tetap cukup minum. Cara ini dapat membantu mengurangi rasa mual sehingga aroma tertentu tidak terasa semakin mengganggu.

    Nah, itu dia penjelasan soal kenapa ibu hamil sensitif terhadap bau. Kondisi ini dapat muncul sejak awal kehamilan dan sering berkaitan dengan perubahan hormon serta rasa mual.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More