Kenali Pseudocyesis, 'Hamil Palsu' yang Bikin Perut Tampak Buncit

- Pseudocyesis adalah kondisi medis di mana perempuan mengalami gejala kehamilan lengkap seperti mual, perut membesar, dan telat haid, padahal tidak ada janin di rahim.
- Penyebab pseudocyesis diyakini berasal dari faktor fisik, psikologis, hingga trauma emosional seperti keguguran atau ketidaksuburan yang membuat tubuh bereaksi seolah sedang hamil.
- Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik, tes urine, dan USG untuk memastikan tidak ada janin, sementara penanganannya fokus pada dukungan psikologis serta terapi dengan psikoterapis.
Salah satu tanda hamil yang sering dialami oleh sebagian besar perempuan adalah rasa mual, pusing, telat haid, sampai perut yang tampak membesar.
Faktanya, ada kondisi di mana semua tanda kehamilan ini dialami oleh perempuan, namun nyatanya ia tidak sedang hamil.
Hamil palsu atau phantom pregnancy ini dikenal dalam dunia medis dengan sebutan pseudocyesis.
Berikut Popmama.com rangkuman informasi dan fakta tentang pseudocyesis yang perlu Mama ketahui lebih lanjut:
1. Definisi umum pseudocyesis

Pseudocyesis adalah istilah medis untuk kehamilan palsu atau apa yang disebut sebagian orang sebagai phantom pregnancy.
Pada pseudocyesis, perempuan mengalami sebagian besar gejala khas kehamilan. Termasuk di antaranya kenaikan berat badan, perut yang semakin membesar, mual di pagi hari, jadi lebih sensitif dan bahkan nyeri punggung.
Semua tanda ini dialami, padahal tidak ada janin yang sedang berkembang di dalam rahimnya.
2. Penyebab pseudocyesis

Menurut American Pregnancy Association, angka kejadian kasus pseudocyesis masih jarang terjadi. Oleh sebab itu, masih belum banyak informasi memadai yang bisa dijelaskan tentang pseudocyesis.
Sebagian besar ahli percaya penyebab utama pseudocyesis adalah faktor fisik. Sementara sebagian lainnya meyakini pseudocyesis terjadi karena faktor psikologis.
Ada pula yang meyakini bahwa penyebab pseudocyesis berasal dari trauma, baik trauma fisik atau mental, atau bisa juga karena faktor penyakit atau ketidakseimbangan kadar kimia dalam tubuh.
Masalah trauma yang dapat memicu pseudocyesis diyakini termasuk riwayat keguguran, ketidaksuburan, serta pernah kehilangan buah hati tercinta.
Faktor penyakit seperti tumor ovarium dan ketidakseimbangan kimia di otak juga bisa terkait, yang menyebabkan tubuh berpikir bahwa kehamilan tengah terjadi.
Dari semua penyebab yang tercantum di atas, penyebab yang diyakini paling berpengaruh terhadap pseudocyesis adalah saat seorang perempuan sangat ingin hamil. Kondisi tersebut menyebabkan secara mental ia meyakinkan dirinya sedang hamil.
3. Tanda-tanda pseudocyesis

Gejala fisik yang dialami oleh mereka yang mengidap pseudocyesis hampir sama persis dengan gejala khas kehamilan, Ma.
Beberapa di antaranya termasuk haid yang terlambat, perut tampak buncit alias membesar, pertambahan berat badan, serta sering buang air kecil.
Tanda khas lainnya seperti payudara yang membengkak, adanya sensasi gerakan dan kontraksi janin dan morning sickness tak jarang pula turut akan dialami oleh pengidap pseudocyesis.
Pembesaran perut yang terjadi pada pengidap pseudocyesis bukan karena tumbuh kembang janin, melainkan seringkali karena adanya penumpukan gas, lemak, feses atau bahkan urine.
Berbagai tanda khas kehamilan yang dialami ini kadang-kadang bahkan bisa membuat dokter bingung. Oleh sebab itu, pemeriksaan medis lebih lanjut sangat diperlukan untuk memastikan apakah kehamilan benar terjadi atau tidak.
4. Pemeriksaan diagnosis pseudocyesis

Untuk memastikan apakah seorang perempuan benar mengalami kehamilan atau hanya pseudocyesis, tes medis sangat penting dilakukan.
Tes ini biasanya dimulai dengan pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan panggul untuk menentukan apakah ada konsepsi.
Pemeriksaan urine juga dilakukan untuk mengecek apakah kehamilan benar terjadi. Seringkali pada perempuan yang mengidap kanker langka, terjadi pelepasan hormon yang sama seperti kehamilan, sehingga ada peluang menimbulkan hasil positif.
Pemeriksaan ultrasonografi (USG) juga mungkin dilakukan. Dalam tes ini, akan dilihat apakah ada janin yang berkembang di dalam rahim serta mengecek detak jantung janin.
5. Pengobatan pseudocyesis

Tidak ada secara pasti pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi pseudocyesis. Ini karena pada dasarnya pseudocyesis masih dianggap sebagai masalah psikologis, bukan masalah fisik.
Pengobatan hanya bisa diberikan untuk mengatasi masalah berkaitan dengan frekuensi haid yang tidak teratur.
Namun selain itu, pengobatan lebih diarahkan pada konsultasi dengan psikoterapis. Tentu saja semua ini dilakukan saat pemeriksaan kehamilan secara keseluruhan sudah benar menunjukkan hasil negatif ya, Ma.













-zOOGlCZfpgtyUWvJHmXTeYCUozTz5OBO.jpg)





