Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Laki-Laki Usia 35 Tahun, Hormon 60 Tahun Kok Bisa?
freepik/prostooleh
  • Prof. Dr. dr. Silvia W. Lestari mengungkap banyak pria muda usia 25–35 tahun memiliki kadar hormon setara pria 60 tahun, meski secara fisik tampak sehat.
  • Penurunan hormon testosteron menyebabkan gejala seperti gairah seks menurun, tubuh mudah lemas, dan jumlah sperma berkurang sehingga memengaruhi peluang program hamil.
  • Gaya hidup tidak sehat menjadi faktor utama penurunan hormon, sehingga Prof. Silvia menyarankan pemeriksaan sperma dan hormon sejak dini serta penerapan pola hidup sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalani program hamil bukan hanya soal menghitung masa subur Mama, tapi juga memastikan kondisi Papa dalam keadaan prima. Namun, pernahkah Mama merasa Papa sering terlihat lemas, kurang bersemangat, atau bahkan jarang mengajak berhubungan seks padahal usianya masih kepala tiga? Jangan disepelekan ya, Ma, karena bisa jadi ada masalah dengan hormonnya.

Fenomena mengejutkan ini sempat dibahas oleh Prof. Dr. dr. Silvia W. Lestari dalam podcast bersama Gritte Agatha yang berjudul "Tips dari dokter andrologi agar berhasil promil hingga menentukan jenis kelamin dari kualitas sperma".

Menurut Prof. Silvia, saat ini banyak sekali pasien laki-laki yang secara fisik tampak baik-baik saja dan berusia muda sekitar 25-30 tahun, namun saat dicek, level hormonnya sudah setara dengan kakek-kakek usia 60 tahun!

Untuk Mama yang penasaran, berikut ini telah Popmama.com rangkum beberapa faktor yang menyebabkan hormon Papa usia 35 tahun bisa terasa seperti usia 60 tahun:

1. Jarang bergairah dan intensitas seks menurun

freepik/jcomp

Salah satu tanda yang paling sering dikeluhkan para istri adalah frekuensi hubungan seks yang menurun drastis. Laki-laki dengan kondisi hormon yang "anjlok" biasanya memang kehilangan keinginan untuk berhubungan intim. Kalau Papa di rumah sudah mulai sering menghindar atau merasa enggan, ada baiknya mulai waspada terhadap kondisi hormonnya, ya.

2. Tubuh sering merasa lemas dan tidak bertenaga

freepik/wavebreakmedia_micro

Apakah Papa sering mengeluh capek padahal tidak melakukan aktivitas berat? Hormon yang tidak stabil terutama testosteron memang sangat memengaruhi stamina laki-laki.

Jika level hormonnya sudah setara usia 60 tahun, wajar saja kalau bawaannya "lemes mulu" dan tidak bersemangat menjalani hari.

3. Kuantitas sperma yang sedikit

freepik

Hormon adalah bahan bakar utama untuk memproduksi sperma.

Jika Papa memiliki masalah hormon, biasanya jumlah sperma yang dihasilkan juga akan jauh lebih sedikit. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi Mama dan Papa yang sedang merencanakan promil karena peluang pembuahan jadi lebih kecil.

4. Gaya hidup yang tidak sehat

freepik

Kondisi hormon yang menua ini sering kali dipicu oleh gaya hidup yang nggak sehat.

Stres tinggi, kurang gerak, sampai pola makan sembarangan bisa bikin metabolisme tubuh Papa melambat drastis. Kalau kebiasaan ini terus dibiarkan, jangan heran kalau hormon Papa jadi ikutan drop dan bikin tubuh terasa cepat lelah seperti lansia.

5. Pentingnya cek kesehatan sebelum menikah

freepik/senivpetro

Sangat disarankan bagi para laki-laki untuk melakukan cek sperma dan hormon sedini mungkin, bahkan sebelum menikah. Istilahnya "sedia payung sebelum hujan", Ma. Dengan mengetahui kondisi hormon lebih awal, penanganan yang tepat bisa segera dilakukan agar hormon Papa kembali normal dan siap untuk menjalani promil yang sehat.

Kabar baiknya, Prof. Silvia mengatakan bahwa kondisi ini masih bisa diperbaiki asalkan Papa mau menjalani gaya hidup sehat dan mengikuti saran medis. Jadi, jangan ragu untuk mengajak Papa konsultasi ke dokter andrologi jika merasa ada tanda-tanda di atas ya, Ma.

Editorial Team