Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Penyebab Sel Telur Sedikit di Usia 20 Tahunan, Ini Kata Dokter

Penyebab Sel Telur Sedikit di Usia 20 Tahunan, Ini Kata Dokter
Freepik/freepik
Intinya Sih
  • Beberapa perempuan usia 20-an bisa mengalami penurunan cadangan sel telur drastis akibat kondisi Premature Ovarian Insufficiency (POI), membuat peluang hamil jadi lebih sulit meski masih di usia produktif.
  • POI berbeda dengan menopause dini karena perempuan dengan POI masih bisa menstruasi tidak teratur dan berpeluang hamil, sementara menopause dini menghentikan menstruasi sepenuhnya sebelum usia 40 tahun.
  • Penyebab POI meliputi faktor genetik, autoimun, efek kemoterapi, infeksi, hingga gaya hidup tidak sehat; pemeriksaan hormon AMH disarankan untuk mengetahui jumlah cadangan sel telur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kesuburan seseorang, baik perempuan maupun laki-laki, sering kali dikaitkan dengan usia. Banyak orang menganggap perempuan yang masih berada di usia 20-an memiliki cadangan sel telur yang melimpah dan peluang hamil lebih tinggi. 

Namun, pada kenyataannya tidak semua perempuan mengalami kondisi tersebut. Ada sebagian perempuan yang justru mengalami penurunan cadangan sel telur jauh lebih cepat dibandingkan usianya. 

Kondisi ini bisa membuat peluang untuk hamil menjadi lebih sulit, meskipun masih berada di usia produktif. Lantas, apa penyebab sel telur sedikit di usia 20 tahunan? Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan.

1. Cadangan sel telur bisa menurun drastis meski masih berusia 20-an

Faktanya, tidak semua perempuan muda memiliki cadangan sel telur yang sesuai dengan usianya. Ada sebagian perempuan berusia sekitar 25 hingga 30 tahun yang justru memiliki cadangan sel telur menyerupai perempuan mendekati masa menopause. Kondisi tersebut biasa disebut sebagai  Premature Ovarian Insufficiency

“Ada beberapa wanita yang punya masalah dengan cadangan sel telurnya. Jadi usianya masih sangat muda, usia 25-30 tahun, tapi cadangan telurnya seperti wanita usia mau menjelang menopause 40-45 tahun,” kata dr. Boy Abidin, Sp.OG (K), Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, melansir dari penjelasannya di akun Instagram @boyspog. 

“Kondisi ini disebut dengan POI, yaitu Premature Ovarian Insufficiency. Jadi cadangan telurnya sudah sangat menurun drastis, sehingga dia sulit untuk mendapatkan kehamilan,” lanjutnya. 

2. Apa itu kegagalan Ovarium Prematur (Primary Ovarian Insufficiency)?

Primary Ovarian Insufficiency
Freepik/freepik

Primary Ovarian Insufficiency (POI) adalah gangguan pada fungsi ovarium yang memengaruhi produksi hormon estrogen sekaligus proses pelepasan sel telur saat ovulasi. 

Kondisi ini dapat terjadi pada perempuan yang usianya masih di bawah 40 tahun. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), secara normal ovarium akan berhenti memproduksi sel telur ketika perempuan memasuki masa menopause alami pada usia sekitar 45 hingga 55 tahun.

Karena itu, POI sering kali dianggap sama dengan menopause dini, padahal keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Perempuan dengan POI umumnya masih dapat mengalami menstruasi, meskipun siklusnya tidak teratur atau hanya terjadi sesekali selama bertahun-tahun. 

Oleh sebab itu, peluang untuk hamil masih tetap ada. Sementara itu, pada menopause dini, perempuan sudah tidak lagi mengalami menstruasi sama sekali meski usianya belum mencapai 40 tahun, sehingga peluang kehamilan juga sudah tidak ada. 

Menopause dini sendiri dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kelainan genetik, efek samping kemoterapi, operasi pengangkatan ovarium atau rahim, hingga kondisi medis tertentu. 

3. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan sel telur berkurang

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan cadangan sel telur berkurang
Freepik/freepik

Penyebab sel telur yang sedikit pada perempuan muda cukup dapat dipengaruhi berbagai faktor. Seperti dalam beberapa kasus, ada seorang perempuan yang memang sejak awal memiliki jumlah cadangan sel telur lebih sedikit dibandingkan perempuan lainnya. 

Selain itu, tindakan medis seperti operasi pengangkatan kista ovarium juga dapat memengaruhi jumlah cadangan sel telur. Kondisi endometriosis juga menjadi salah satu faktor yang dapat berdampak pada fungsi ovarium. 

Tak hanya itu, faktor lingkungan serta pola hidup yang kurang sehat juga dapat meningkatkan risiko penurunan cadangan sel telur 

“Bisa jadi memang dari awal cadangan telurnya sedikit. Bisa karena ada tindakan operasi, misalnya pengangkatan kista ovarium. Bisa juga karena ada masalah kista endometriosis. Bisa juga karena adanya faktor lingkungan atau pola hidup yang tidak sehat,” jelas dr. Boy Abidin, Sp.OG (K). 

4. Pemeriksaan hormon AMH dapat membantu mengetahui cadangan sel telur

Pemeriksaan hormon AMH dapat membantu mengetahui cadangan sel telur
Freepik/freepik

Perempuan yang ingin mengetahui kondisi cadangan sel telurnya dapat menjalani pemeriksaan hormon sebagai langkah awal. Salah satu pemeriksaan yang bisa diandalkan adalah tes hormon Anti-Müllerian Hormone (AMH). 

Pemeriksaan AMH dapat memberikan gambaran mengenai jumlah cadangan sel telur yang masih dimiliki. Hasil pemeriksaan ini juga sering menjadi salah satu pertimbangan dokter dalam menilai kondisi kesuburan seseorang. 

“Jadi kalau kamu mau tahu bagaimana cadangan telur kamu, kamu bisa melakukan pemeriksaan hormon. Salah satunya adalah dengan pemeriksaan hormon AMH. Kalau angkanya di bawah 1, hati-hati,” ungkap dr. Boy Abidin, Sp.OG (K). 

5. Penyebab Primary Ovarian Insufficiency bisa dipengaruhi berbagai kondisi

Penyebab Primary Ovarian Insufficiency bisa dipengaruhi berbagai kondisi
Freepik/freepik

Pada sebagian besar kasus, penyebab pasti Primary Ovarian Insufficiency belum dapat diketahui. Namun, terdapat beberapa kondisi yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ini, seperti:

  • Kelainan genetik, seperti Turner Syndrome atau Fragile X Syndrome.
  • Gangguan autoimun, seperti penyakit addison, rheumatoid arthritis, atau penyakit tiroid.
  • Efek samping dari pengobatan kemoterapi atau radioterapi.
  • Infeksi tertentu, seperti gondongan (mumps) atau HIV/AIDS. Kondisi ini diduga dapat memicu produksi antibodi yang menyerang ovarium.
  • Paparan senyawa kimia beracun, asap rokok, atau pestisida.

Risiko mengalami POI juga diketahui lebih tinggi pada perempuan berusia 35–40 tahun, mereka yang pernah menjalani operasi pengangkatan rahim (histerektomi) atau tindakan operasi melibatkan ovarium, serta perempuan yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat Primary Ovarian Insufficiency

Demikian penjelasan mengenai penyebab sel telur sedikit di usia 20 tahunan. Karena itu, penting untuk mengenali kondisi tubuh sejak dini dan tidak ragu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami kekhawatiran terkait kesuburan. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More