- Peningkatan tekanan darah atau hipertensi, yang dapat berkembang menjadi preeklamsia dan eklamsia.
- Diabetes dalam kehamilan atau diabetes gestasional.
- Terjadinya kelainan kromosom, yang dapat meningkatkan kemungkinan keguguran dan bayi lahir dengan masalah genetik.
Persiapan Hamil dan Risiko Melahirkan untuk Perempuan di Atas 35 Tahun

Mama, usia terbaik untuk hamil memang di kisaran 20-an, namun banyak juga perempuan yang baru memutuskan untuk hamil setelah usia 30-an.
Jika Mama hamil di usia 35 tahun atau lebih, penting untuk lebih berhati-hati. Pasalnya, setelah usia 35 tahun, risiko komplikasi kehamilan seperti preeklamsia, diabetes gestasional, dan kelahiran prematur bisa meningkat cukup signifikan. Untuk itu, perawatan rutin dan pemeriksaan medis yang lebih intensif menjadi sangat penting agar risiko tersebut bisa dikelola dengan baik.
Persiapan kehamilan yang matang dan pemantauan kesehatan selama masa kehamilan dapat membantu Mama menjalani kehamilan dengan lebih aman dan sehat.
Lantas, apa saja persiapan hamil dan risiko melahirkan untuk perempuan di atas 35 tahun? Untuk itu, kali ini Popmama.com akan membahasnya lebih rinci. Simak ya Ma agar Mama bisa lebih waspada!
Persiapan Hamil dan Risiko Melahirkan untuk Perempuan di Atas 35 Tahun
1. Peluang hamil berdasarkan usia perempuan

Mama, melansir dari Mayo Clinic, peluang kehamilan bagi perempuan bervariasi tergantung usia. Pada kelompok usia 20-25 tahun, peluang hamil mencapai 86-90 persen, yang berarti kemungkinan tidak hamil hanya sekitar 10-14 persen.
Pada usia 25-30 tahun, peluang hamil sedikit menurun menjadi 76-80 persen, sementara untuk perempuan yang berusia di atas 35 tahun, peluang hamil berkurang drastis menjadi sekitar 50 persen, yang juga menunjukkan peningkatan risiko kesulitan hamil atau infertilitas.
Dengan kata lain, semakin bertambah usia, semakin besar kemungkinan untuk menghadapi tantangan dalam memperoleh kehamilan.
Oleh karena itu, persiapan yang lebih matang dan pemantauan kesehatan yang lebih teliti sangat penting, terutama jika Mama merencanakan kehamilan di usia 35 tahun ke atas.
2. Risiko atau komplikasi hamil di atas usia 35 tahun

Mama, meskipun usia di atas 35 tahun dapat membawa tantangan, kehamilan yang sehat masih mungkin tercapai namun, ada beberapa risiko dan komplikasi yang perlu diketahui, seperti:
Untuk itu, pemeriksaan rutin dan perhatian medis ekstra sangat penting agar Mama dan bayi tetap sehat selama kehamilan.
3. Persiapan hamil di atas usia 35 tahun

Program kehamilan yang direncanakan dengan baik di usia 35 tahun ke atas bisa meningkatkan peluang Mama untuk mendapatkan kehamilan yang sehat.
Berikut ini beberapa langkah persiapan yang penting untuk dilakukan sebelum hamil di usia tersebut melansir dari WebMD
- Periksa dan konsultasi ke dokter
Sebelum merencanakan kehamilan, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
Pemeriksaan ini juga perlu dilakukan, terutama jika Mama dan pasangan sudah berhubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi selama enam bulan, tetapi belum juga hamil.
Beberapa pemeriksaan atau tindakan yang mungkin dilakukan oleh dokter untuk perempuan antara lain:
- Wawancara medis (anamnesis) riwayat siklus menstruasi.
- Anamnesis aktivitas termasuk pekerjaan yang dapat memengaruhi kesuburan.
- Pemeriksaan fisik, seperti berat badan dan tinggi badan.
- Pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk menilai bagaimana kondisi rahim, ovarium, dan saluran tuba.
- Pemeriksaan histerosalpingografi (HSG) untuk menilai lebih detail kondisi saluran tuba.
- Pemeriksaan Anti Mullerian Hormone (AMH) menilai cadangan ovarium.
- Pemeriksaan tambahan untuk menilai hormon-hormon yang mempengaruhi reproduksi, seperti hormon prolaktin, hormon progesteron, Follicle-Stimulating Hormone
- (FSH), dan Luteinizing Hormone (LH).
- Menjalani gaya hidup sehat
Mama, menjalani gaya hidup sehat sangat penting, terutama jika Mama merencanakan kehamilan di usia 35 tahun ke atas. Beberapa langkah gaya hidup sehat ini dapat membantu meningkatkan peluang Mama untuk hamil dengan lebih baik.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa Mama ikuti untuk mendukung program kehamilan di usia tersebut:
- Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan makronutrien dan mikronutrien.
- Pilihlah makanan yang mengandung antioksidan, seperti sayuran berdaun hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, ikan bebas merkuri, serta ayam kampung.
- Hindari makanan yang mengandung zat inflamasi, seperti junk food, makanan olahan, dan makanan yang mengandung gluten.
- Jauhi konsumsi alkohol dan merokok yang dapat menghasilkan radikal bebas.
- Jaga berat badan ideal dengan rutin berolahraga, pastikan tidak terlalu berlebihan atau kurang dalam berolahraga.
- Kelola stres dengan baik dan pastikan Mama mendapatkan istirahat yang cukup.
- Perhatikan faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi dan diabetes, serta kelola dengan baik agar tetap sehat.
4. Seberapa penting konsumsi suplemen untuk persiapan hamil di atas usia 35 tahun?

Mama, suplemen yang dapat mengurangi radikal bebas dalam tubuh bisa dikonsumsi selama program hamil, namun sebaiknya sesuai dengan anjuran dokter.
Suplemen ini sebaiknya mulai dikonsumsi setidaknya tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan. Beberapa suplemen yang disarankan untuk persiapan hamil antara lain asam folat, vitamin E, coenzyme Q10, dan vitamin D, yang sangat membantu perempuan di atas 35 tahun.
Suplemen herbal juga bisa dikonsumsi, asalkan sudah terbukti aman dan efektif untuk program kehamilan. Intinya, suplemen yang bersifat antioksidan dan dapat menurunkan radikal bebas sangat baik untuk dikonsumsi selama program hamil.
5. Apakah benar ibu hamil di atas usia 35 tahun memiliki peluang tinggi hamil kembar?

Mama, sebenarnya tidak benar jika dikatakan bahwa peluang hamil anak kembar meningkat pada ibu hamil di atas usia 35 tahun.
Kehamilan kembar terjadi ketika dua sel telur dibuahi oleh dua sperma. Ada dua jenis kehamilan kembar, yaitu kembar monozigot dan dizigot.
Pada kembar monozigot, satu embrio membelah menjadi dua setelah dibuahi oleh sperma, sementara pada kembar dizigot, dua sel telur yang berbeda dibuahi oleh sperma secara bersamaan.
Proses ini tidak bergantung pada usia Mama. Faktor yang mempengaruhi kehamilan kembar lebih kepada faktor genetik atau penggunaan obat-obatan tertentu.
6. Persiapan melahirkan di atas usia 35 tahun

Mama, meskipun hamil di atas usia 35 tahun, Mama masih bisa melahirkan secara pervaginam (normal), kecuali ada indikasi medis tertentu, seperti ukuran panggul yang kecil atau komplikasi lainnya yang mengharuskan persalinan caesar.
Untuk memastikan persalinan normal tanpa hambatan, Mama disarankan untuk menjaga kebugaran tubuh selama kehamilan, karena fungsi tubuh bisa menurun seiring bertambahnya usia.
Kebugaran tubuh bisa diperoleh dengan menjaga kesehatan otot dan tulang melalui olahraga teratur, seperti senam hamil dan prenatal Yoga.
Selain itu, menjaga kebugaran juga akan membantu proses pemulihan pasca persalinan, sehingga Mama bisa lebih lancar memberi ASI si Kecil setelah melahirkan.
Nah, itu dia beberapa persiapan hamil dan risiko melahirkan untuk perempuan di atas 35 tahun. Dengan persiapan yang matang dan perhatian ekstra terhadap kesehatan, Mama tetap bisa menjalani kehamilan yang sehat dan aman.



















