Selama kehamilan, tubuh mama mengalami banyak perubahan akibat pengaruh hormon dan perkembangan janin. Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan. Namun, jika keluhan tersebut muncul dengan intensitas yang berat, Mama perlu lebih waspada karena bisa menjadi tanda adanya masalah pada kehamilan.
7 Tanda Bahaya saat Hamil yang Tidak Boleh Diabaikan

- Artikel menjelaskan tujuh tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan, nyeri perut hebat, sakit kepala berat, pembengkakan mendadak, gerakan janin berkurang, cairan keluar abnormal, serta demam tinggi dan mual muntah terus-menerus.
- Setiap gejala tersebut dapat menandakan kondisi serius seperti preeklamsia, infeksi, atau gangguan pada janin yang memerlukan pemeriksaan medis segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
- Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. I Gede Bagus Arya Maharta menekankan pentingnya kewaspadaan ibu hamil terhadap perubahan tubuh dan segera mencari pertolongan medis bila muncul tanda-tanda bahaya.
Tanda bahaya kehamilan merupakan gejala atau keluhan yang dapat mengindikasikan gangguan serius pada Mama maupun janin sehingga memerlukan pemeriksaan medis sesegera mungkin. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. I Gede Bagus Arya Maharta, Sp.OG, membagikan edukasi mengenai berbagai tanda bahaya kehamilan melalui akun Instagram @dokter_kandungan_tabanan.
Lebih lanjut, berikut Popmama.com rangkum informasi terkait tanda bahaya saat hamil yang tak boleh diabaikan.
Table of Content
1. Perdarahan dari jalan lahir

Perdarahan dari jalan lahir merupakan salah satu tanda bahaya kehamilan yang tidak boleh dianggap sepele. Meskipun sebagian ibu hamil dapat mengalami flek ringan pada kondisi tertentu, perdarahan yang keluar dalam jumlah banyak atau disertai keluhan lain perlu segera diperiksakan ke dokter.
Mama perlu segera mencari pertolongan jika darah yang keluar berwarna merah segar, jumlahnya banyak, atau disertai nyeri perut. Semakin cepat penyebab perdarahan diketahui, semakin besar pula peluang dokter memberikan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan mama dan janin.
2. Nyeri perut hebat

Nyeri perut ringan akibat peregangan otot dan rahim yang membesar masih tergolong normal selama kehamilan. Namun, Mama perlu waspada jika nyeri terasa sangat hebat, muncul secara tiba-tiba, atau berlangsung terus-menerus karena kondisi ini bukan bagian dari perubahan kehamilan yang normal.
Nyeri perut yang kuat dapat menjadi tanda adanya kondisi serius, seperti kehamilan ektopik, solusio plasenta, atau persalinan prematur. Apabila keluhan disertai perdarahan, kontraksi yang semakin sering, atau penurunan gerakan janin, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
3. Sakit kepala hebat

Sakit kepala ringan memang dapat dialami selama kehamilan akibat perubahan hormon, kurang istirahat, atau dehidrasi. Namun, Mama tidak boleh mengabaikan sakit kepala yang terasa sangat hebat, tidak kunjung membaik, atau muncul secara terus-menerus, terutama jika disertai keluhan lain.
Segera periksakan diri ke dokter apabila sakit kepala disertai pandangan kabur, mual dan muntah, serta bengkak pada wajah dan tangan. Kombinasi gejala tersebut dapat menjadi tanda preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan dapat membahayakan kesehatan mama maupun janin.
4. Pembengkakan mendadak

Pembengkakan yang muncul secara tiba-tiba pada wajah, tangan, atau kaki tidak boleh dianggap sebagai keluhan kehamilan biasa.
Kondisi ini perlu segera diperiksakan karena dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi pada kehamilan atau menjadi salah satu tanda preeklamsia.
5. Gerakan janin berkurang

Mama umumnya dapat merasakan tendangan, putaran, atau gerakan kecil dari dalam perut sebagai bagian dari perkembangan janin yang normal. Karena itu, penting untuk mengenali pola gerakan bayi setiap hari.
Apabila gerakan janin terasa jauh lebih sedikit dari biasanya atau bahkan tidak terasa sama sekali, jangan menunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa janin sedang mengalami gangguan.
6. Keluar cairan dari jalan lahir

Selama kehamilan, Mama perlu memperhatikan setiap cairan yang keluar dari jalan lahir. Jika cairan yang keluar berwarna bening, encer seperti air, dan keluar terus-menerus atau sulit ditahan, jangan menganggapnya sebagai keputihan atau urine biasa.
Kondisi tersebut dapat menjadi tanda ketuban pecah dini, yaitu pecahnya selaput ketuban sebelum waktu persalinan dimulai. Ketuban yang pecah terlalu cepat dapat meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi pada Mama maupun janin, sehingga Mama perlu segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari tenaga medis.
7. Demam tinggi dan mual muntah terus-menerus

Melansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ibu hamil tidak boleh mengabaikan demam tinggi. Kondisi ini dapat mengindikasikan adanya infeksi yang berpotensi membahayakan kesehatan mama dan janin. Apabila demam disertai menggigil atau tidak kunjung turun, Mama sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Selain demam, mual dan muntah yang terjadi terus-menerus hingga membuat sulit makan atau minum juga tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh lemas, nafsu makan menurun, berat badan turun, kekurangan gizi, dehidrasi, hingga penurunan kesadaran sehingga memerlukan penanganan medis.
Nah, itu tanda bahaya saat hamil yang tak boleh diabaikan. Semoga informasi ini dapat membantu Mama.


















