Ada Kista di Rahim, Ratu Felisha 2 Kali Gagal Program Bayi Tabung

Akupunktur hingga hipnoterapi bahkan sudah pernah ia jalani

21 Maret 2019

Ada Kista Rahim, Ratu Felisha 2 Kali Gagal Program Bayi Tabung
Instagram.com/allaboutfelisha

Ratu Felisha bersama sang Suami, Ari Pudjianto sempat menjalani program bayi tabung untuk kedua kalinya. Kini artis yang telah 3 tahun menikah tersebut memberikan kabar terbaru terkait hal tersebut.

Dikatakan Feli, program bayi tabung yang dijalaninya lagi-lagi tak berhasil. Istri dari pengusaha tersebut mengungkapkan hal tersebut di Insta story miliknya.

Ada Kista Rahim, Ratu Felisha 2 Kali Gagal Program Bayi Tabung
Instagram.com/allaboutfelisha

"Gimana promilnya kak? Aku doain lancar yaa," tanya salah seorang netizen.

"Belum berhasil, belum rezeki," jawab Ratu Felisha.

Meski gagal untuk kedua kali, bintang film 'Buruan Cium Gue' itu tetap semangat. Ia dan suami siap untuk mencoba lagi di lain waktu.

"Belum dikasih. Insya Allah coba terus," tuturnya lagi.

Program bayi tabung gagal lagi, Ratu Felisha kini ingin fokus kerja dulu. Diketahui ia akan kembali melakukan program hamil usai menyelesaikan pekerjaan dan liburan.

"Selesaiin kerjaan dulu, habis itu liburan, baru lanjut program rencananya," katanya.

Nah, terkait dengan berita di atas, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa fakta mengenai usaha Ratu Felisha dalam menjalani program bayi tabung.

1. Telah memasukan 2 embrio saat program bayi tabung pertama

Ratu Felisha pertama kali mencoba bayi tabung pada 2016 silam. Tak tanggung-tanggung, saat pertama kali melakukan program bayi tabung, Ratu Felisha langsung memasukkan dua embrio sekaligus.

"Aku sudah program bayi tabung kok lima bulan lalu. Tapi programnya gagal. Padahal aku udah masukin dua embrio di program bayi tabung," ungkap Ratu Felisha 3 tahun yang lalu.

Kegagalan tersebut sempat membuat dirinya trauma untuk melakukannya kembali.

Namun akhirnya, selang 2 tahun kemudian, ia dan sang Suami kembali memutuskan untuk melakukan program bayi tabung kembali.

"September 2016 aku program IVF (In Vitro Fertilisation) dan gagal, butuh 2 tahun lebih untuk ngilangin rasa traumaku, dan insya Allah Februari ini aku mau coba lagi," ujarnya di Instagram story.

Baca juga: Metode In Vitro Fertilization (IVF) untuk Mempersiapkan Kehamilan

Editors' Picks

2. Kista dan dinding rahim yang tipis menjadi faktor penghambatnya

Saat ditemui awak media, Ratu Felisha menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mungkin menjadi penghambat adalah kista yang ada di rahimnya serta dan lapisan dinding rahim yang tipis.

Oleh karena itu, ia dan Ari sepakat untuk menjalani program bayi tabung agar bisa memiliki keturunan.

"Itu down banget saat gagal. Memang aku punya kista di rahim yang banyak banget dan gak bisa diangkat," sambungnya.

Ratu menjelaskan kalau ia tidak tahu kenapa program bayi tabungnya bisa gagal. Ia berpikir, apakah karena kista atau dinding rahimnya yang tipis.

"Apa dinding rahim aku yang ketipisan atau apa. Segala cara sih udah di coba. Mungkin emang belum rejeki aja kali yah," ucapnya lagi.

Baca juga: 5 Fakta Mengenai Kista Coklat, Ini Dia Gejala yang Sering Dirasakan!

3. Agar sukses, ia sempat lakukan akupunktur dan hipnoterapi

Belajar dari pengalamannya yang lalu, kini Feli menambahkan terapi hipnoterapi dan akupunktur sebelum mulai program bayi tabung.

Ia menjalani hipnoterapi sebagai salah satu jalan untuk mengembalikan rasa traumanya. 

Nah, berbicara mengenai terapi akupunktur sebelum program bayi tabung, menurut studi yang dilakukan di Australia dan Selandia Baru, sebenarnya tidak ada perbedaan dalam keberhasilan kehamilan antara mereka yang menggunakan terapi akupunktur dan yang tidak menjalaninya.

Percobaan ini diuji pada lebih dari 800 perempuan yang mencoba hamil menggunakan IVF (In Vitro Fertilization) atau bayi tabung.

Meski NHS tidak merekomendasikan akupunktur sebagai jalan untuk mempercepat program bayi tabung, namun ternyata masih banyak juga yang menggunakannya lho.

"Perbedaannya tidak terlalu signifikan. Secara statistik tak ada pengaruh akupunktur yang signifikan dalam meningkatkan peluang kehamilan, namun ada manfaat psikososial dari akupunktur yang dilaporkan oleh perempuan yang menjalani IVF," ungkap Profesor Caroline Smith, ketua peniliti dikutip dari Telegraph.

Namun, profesor penelitian klinis di National Institute of Complementary Medicine ini mengatakan akupunktur mungkin masih bermanfaat untuk tujuan relaksasi.

"Beberapa penelitian menunjukkan peluang kehamilan lebih besar ketika perempuan melakukan akupunktur meski dia tidak sedang melakukan proses bayi tabung," tutup Caroline.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai program bayi tabung yang telah dijalankan oleh Ratu Felisha.

Tetap semangat dan semoga berhasil, ya!

Baca juga:

Topic:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!